PUBLIKASI MINISTRIES “A GRAIN OF WHEAT”
Oleh David W. Dyer
Diterjemahkan oleh L. Yunnita
Sebelum kita mulai menyelidiki wahyu penting ini, marilah kita terlebih dahulu membaca bersama Wahyu 12:1–11:
“Kemudian tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan, ia berteriak kesakitan.
Lalu tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi.
Lalu naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. Ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya. Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ selama seribu dua ratus enam puluh hari.
Kemudian timbullah peperangan di surga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di surga. Naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis dan Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.
Lalu aku mendengar suara yang nyaring di surga berkata: ‘Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintah Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara seiman kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. Mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai harus menghadapi maut.’”
Mari kita mulai pencarian akan pemahaman ini dengan mengajukan suatu pertanyaan: Siapakah anak laki-laki ini? Ada dua kemungkinan yang dapat dipertimbangkan di sini. Kemungkinan pertama adalah bahwa anak laki-laki ini bisa merujuk kepada Yesus Kristus. Petunjuk utama kita tentang identitas anak laki-laki ini ditemukan pada ayat 5 di mana kita membaca bahwa ia ditakdirkan untuk “menggembalakan semua bangsa dengan tongkat besi”. Jadi, siapapun dia, ia telah dipilih oleh Allah untuk memerintah bumi.
Di Wahyu pasal 19 kita diberitahu tentang seorang penunggang kuda putih yang akan menggembalakan bangsa-bangsa dengan tongkat besi (ayat 15). Jelas ayat ini merujuk kepada Yesus Kristus yang datang untuk mendirikan Kerajaan-Nya di bumi. Oleh karena itu, kemungkinan pertama adalah anak laki-laki ini bisa menjadi Tuhan Yesus.
Namun, ada kemungkinan kedua terkait identitas anak laki-laki itu yang juga harus dipertimbangkan. Di Wahyu 2:26-27, kita membaca “Siapa yang menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa; dan ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi; mereka akan diremukkan seperti tembikar tukang periuk”.
Jadi di sini kita melihat bahwa ada kemungkinan kedua. Ada “orang” atau kelompok orang lain yang akan diberikan kuasa yang sama. Akibatnya, anak laki-laki itu juga bisa merupakan kelompok pengikut Yesus Kristus yang melalui hidup dan “pekerjaan” mereka (ayat 26) telah menunjukkan bahwa mereka setia, dan oleh karena itu telah “menang”. Mulai sekarang dalam tulisan ini kita akan menyebut mereka sebagai “pemenang”.
Jika “anak laki-laki” ini adalah Yesus Kristus, maka “perempuan” yang melahirkan-Nya pasti Maria. Menurut sejarah, Yesus tidak langsung diangkat ke takhta Allah “segera sesudah Ia dilahirkan” (Why. 12:4) agar tidak ditelan oleh naga. Kita juga tahu bahwa Maria tidak “melarikan diri ke padang gurun” setelah kebangkitan Yesus selama “seribu dua ratus enam puluh hari”. Bahkan, beberapa bulan setelah penyaliban, Maria disebutkan berada di “ruang atas” bersama murid-murid lain pada hari Pentakosta (Kis. 1:14). Oleh karena itu, tanpa memutarbalikkan kata-kata Alkitab hingga tidak dapat dikenali, tidak mungkin “perempuan” itu adalah Maria, dan oleh karena itu, “anak laki-laki” itu tidak mungkin Yesus Kristus.
Ini kemudian meninggalkan kita dengan kemungkinan kedua. Anak laki-laki di sini haruslah dari kelompok “pemenang” yang telah dijanjikan Yesus untuk menggembalakan bangsa-bangsa dengan tongkat besi. Pemahaman ini semakin diperkuat ketika kita membaca bahwa anak laki-laki (tunggal) ini kemudian disebut sebagai “mereka” (jamak).
Pada ayat 11 dari bab ini kita melihat bahwa “mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka”. Jadi, dalam wahyu ini anak laki-laki ini diungkapkan sebagai “mereka” atau sekelompok individu dalam jumlah banyak dan secara rohani menang. Sedangkan, identitas “perempuan” sudah pasti gereja atau semacam kumpulan umat Allah.
Kedatangan kelompok atau “anak laki-laki” ini di hadapan takhta Allah membawa hasil yang mengejutkan, yaitu memprovokasi perang. Tiba-tiba, Mikhael dan semua malaikatnya berperang melawan naga dan malaikat-malaikatnya. Ketika pertempuran berakhir, pasukan Mikhael menang dan iblis dilemparkan keluar dari surga bersama malaikat-malaikat jatuhnya.
Ini membuat seseorang bertanya-tanya hal penting lainnya. Jika Mikhael punya pasukan dan kekuatan untuk mengalahkan iblis dan melemparkannya keluar dari surga, mengapa ini tidak dilakukan sebelumnya? Mengapa dia tidak dilemparkan jauh sebelumnya?
Tentu saja ada beberapa orang Kristen yang berpikir bahwa iblis telah dilemparkan dari surga. Namun, ini tidak mungkin terjadi. Dalam kitab Wahyu kita membaca bahwa pada akhir “zaman gereja” Iblis masih “di surga” (Why. 12:3). Kita juga tahu dengan pasti dari tulisan suci lainnya bahwa pada saat ini iblis dan malaikat-malaikatnya sedang berada “di surga” (Ef. 3:10, 6:12), berkuasa atas bumi ini. Iblis adalah penguasa kerajaan angkasa (Ef. 2:2).
Oleh karena itu, ketika Yesus mengatakan bahwa Ia telah melihat “Iblis jatuh seperti kilat dari langit” (Luk. 10:18), ini pasti merupakan penglihatan nubuat atau deskripsi tentang bagaimana dia memberontak terhadap Yang Mahatinggi untuk pertama kalinya. Kemungkinan penjelasan lain adalah pada hari ia memberontak, Setan jatuh dari “tingkat yang ketiga dari surga” yang sebenarnya merupakan tempat kehadiran Allah. Inilah yang kemudian diketahui sebagai “kejatuhan” dan “surga” yang Yesus maksudkan.
TIDAK ADA “TEMPAT” BAGI MEREKA
Jadi, mari kita pertimbangkan di sini tentang apa yang membuat kedatangan anak laki-laki ini di hadapan takhta Allah yang menyebabkan perang ini. Ayat 8 dari pasal ini memberikan kita pemahaman penting yang kita perlukan. Di sini kita membaca bahwa iblis dan para malaikatnya tidak mendapat “tempat lagi di surga”. Sebelum kedatangan anak laki-laki ini, tampaknya Setan dan pasukannya memiliki semacam “tempat” di surga.
Namun, ketika anak laki-laki tiba, tempat mereka telah diambil alih. Logis untuk menyimpulkan bahwa mereka yang telah diizinkan untuk menggantikan penguasa jahat ini telah datang. Hal ini tampaknya memberikan Mikhael dan malaikat-malaikatnya hak untuk berperang melawan pasukan Setan, memenangkan pertempuran tersebut, dan akhirnya melemparkan mereka keluar.
Saat ini, Iblis dan pasukan jahatnya berkuasa atas bumi dari posisi mereka di “udara”. Namun, mungkin segera akan datang hari ketika “bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan guncang” (Mrk. 13:25).
Anda pasti ingat bahwa malaikat terkadang disebut sebagai “bintang-bintang di surga” (Ayb. 38:7; Dan. 8:10). Meskipun ini belum terjadi, tetapi ini adalah sesuatu yang telah dinubuatkan oleh Yesus dan pasti akan terjadi. Penguasa dunia saat ini akan kehilangan tempat mereka di surga dan kekuasaan mereka akan diambil.
Lalu, apa yang istimewa tentang anak laki-laki ini? Dalam ayat 11 kita membaca bahwa “mereka mengalahkan dia” [yaitu Iblis]. Kelompok pria dan wanita terpilih ini penting dalam rencana Allah karena mereka adalah orang-orang yang menjadi pemenang dalam kehidupan Kristen mereka. Mereka adalah orang-orang yang telah bergumul “melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan kuasa-kuasa dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara” (Ef. 6:12) dan menang.
Mereka adalah orang-orang yang tidak terpengaruh oleh kekuatan dan godaan setan. Oleh karena itu, mereka layak untuk memerintah bersama Kristus di bumi, menggantikan penguasa spiritual jahat saat ini.
Apakah Anda mengerti bahwa ini telah menjadi rencana Allah sejak awal? Apakah Anda ingat bagaimana Dia menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya dan kemudian memerintahkannya untuk berkuasa atas bumi? Dalam hal ini, kita melihat bahwa manusia ditempatkan dalam situasi di mana mereka harus menghadapi dan mengalahkan Iblis, yang merupakan penguasa dunia ini.
Allah menciptakan manusia dengan rencana agar manusia menyerahkan dirinya kepada-Nya. Lalu ketika manusia bertambah banyak, bumi akan dipenuhi dengan pria dan wanita yang juga taat kepada Allah. Akhirnya, ketika bumi dipenuhi dengan hamba-hamba Allah yang taat, Dia bisa merebut kembali wilayah yang hilang ini. Dia bisa “secara legal” merebut kembali bumi yang hilang di bawah kekuasaan Iblis.
Anda pasti tahu bahwa usaha ini pada mulanya tidak berhasil. Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa dan juga berada di bawah pengaruh kerajaan Setan. Kemudian tugas ini dialihkan Allah ke sekelompok orang pilihan, yaitu umat Israel. Namun, mereka juga berbalik menjadi tidak taat. Berkali-kali, sepanjang sejarah, Allah telah mencari pria dan wanita yang bersedia hidup taat kepada-Nya sehingga dapat mengalahkan musuh lama-Nya.
Dalam visi Wahyu ini kita melihat bahwa pada akhirnya Allah akan berhasil. Dia akan hidup di dalam dan melalui pria dan wanita yang menyerahkan diri kepada-Nya, menunjukkan otoritas-Nya kepada alam semesta. Kita membaca: “supaya sekarang melalui jemaat diberitahukan berbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di surga” (Ef. 3:10).
Sayangnya, sepertinya roh-roh jahat ini tahu lebih banyak tentang ini daripada kita. Banyak umat Kristen yang kesulitan memahami mengapa setan melawan mereka. Mengapa setan peduli jika Allah ingin memenuhi surga dengan sekumpulan manusia yang Dia tebus dari bumi? Pentingkah itu bagi Setan jika banyak orang menjadi lahir baru?
Faktor penting di sini adalah setiap orang yang menerima kehidupan kekal dapat menjadi ancaman bagi kerajaannya. Setiap bayi spiritual yang baru lahir berpotensi untuk tumbuh menjadi dewasa, menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dan menjadi ancaman bagi kerajaan Iblis. Setiap orang percaya memiliki kapasitas untuk menjadi pemenang. Setiap anak Allah dihuni oleh Yang Mahatinggi, sehingga memungkinkan mereka untuk hidup dengan kemenangan di dunia ini.
Anda lihat, harus ada sejumlah tertentu malaikat jatuh yang bersedia bekerja dengan Setan. Wahyu 12:4 menyebutkan bahwa dia menarik sepertiga dari “bintang” ke bumi dengan ekornya. Jadi logikanya, Allah membutuhkan setidaknya jumlah manusia yang hidupnya berkemenangan untuk mengambil tempat makhluk jahat ini dalam pemerintahan dunia.
Meskipun gagasan tentang jumlah tertentu ini mungkin tidak benar-benar tepat, tetapi tampaknya penting bagi Allah untuk memiliki cukup orang-orang yang hidupnya berkemenangan melalui siapa Dia dapat memerintah. Mereka kemudian akan menggantikan roh-roh jahat yang saat ini sedang berkuasa atas bumi. “Pengganti-pengganti” ini kemudian akan memerintah bersama Kristus di atas bumi ini selama pemerintahan Seribu Tahun.
Pada saat anak laki-laki itu diangkat, Setan pun dikalahkan sepenuhnya. Perhatikanlah suara nyanyian setelah peristiwa ini, dimulai dengan ayat 10 dari pasal 12: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintah Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara seiman kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. Mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai harus menghadapi maut.” (Why. 12:10-11).
Terpujilah Allah! Kedatangan anak laki-laki ini merupakan suatu tanda. Sekarang telah datang keselamatan, kekuatan, dan Kerajaan! Akhirnya Kerajaan Allah dimanifestasikan dalam kemenangan!
Hal ini kemudian menjelaskan mengapa Iblis dan pasukannya berjuang melawan Anda dan saya. Mereka terus-menerus mencoba membuat kita putus asa, menyerah, atau menerima godaan mereka yang terus-menerus. Mereka terus berupaya untuk membuat kita agar melakukan dosa dengan cara tertentu. Itu bisa berupa dosa besar seperti perzinaan, pencurian, dan lainnya, atau dosa “polos” dan “tak bersalah” seperti menggosip dan mengkritik orang lain, kehilangan kesabaran, mendambakan sesuatu yang dimiliki orang lain, pikiran sombong, atau hal serupa lainnya. Kemudian, begitu kita tergoda dan melakukan dosa, mereka berlari ke takhta Allah untuk menuduh kita.
Dalam ayat 10 dari bagian Alkitab ini, kita belajar bahwa kita terus-menerus dituduh di hadapan Allah siang dan malam. Tetapi mengapa mereka menuduh kita? Ini untuk menunjukkan kepada Yang Mahatinggi bahwa mereka yang menang, bahwa mereka mengalahkan kita dengan kekuatan mereka, dan kita menyerah pada godaan mereka.
Hal ini penting bagi mereka, karena selama mereka bisa menipu dan menang atas kita, mereka dapat membuktikan kepada Allah bahwa kita tidak layak untuk menggantikan tempat mereka. Meskipun kita bisa diampuni dan masih dikasihi Allah, tetapi ini berarti ketika kita melakukan dosa, kita menyatakan kepada alam semesta bahwa kita belum kompeten untuk memerintah menggantikan kekuatan jahat saat ini. Ketika mereka masih mengalahkan kita, kita dianggap tidak mampu menggantikan mereka.
Apakah Anda sedang tergoda dan diuji dalam kehidupan sehari-hari Anda? Apakah Anda sedang berada dalam situasi yang sangat sulit, bahkan mungkin tidak bisa untuk diatasi? Apakah tampak seolah-olah tidak ada jalan keluar, kecuali melakukan dosa? Jangan lakukan itu! Allah dapat memberikan Anda anugerah untuk menahan segala cobaan dan godaan. Anda tidak akan pernah bahagia berada di luar kehendak Allah yang sempurna. Alam semesta sedang mengawasi. Bahkan, ciptaan itu sendiri dalam keadaan kesakitan, menyerupai seorang wanita yang akan melahirkan, menantikan anak-anak Allah yang dewasa dan siap untuk dinyatakan (Rm. 8:19).
Bayi memang menyenangkan. Kadang-kadang, mereka lucu dan menggemaskan. Namun, hanya anak-anak yang dewasa saja yang berguna serta dapat bekerja dan membantu keluarga. Begitu pula di rumah Allah.
Bapa kita sedang mencari mereka yang setia, yang bersedia untuk terus mengikuti Dia melalui setiap keadaan dan cobaan, mereka yang akan membiarkan Dia menunjukkan kemenangan-Nya dalam hidup mereka. Bagaimana kita hidup sangat penting, tidak hanya untuk kepentingan kita sendiri, tetapi juga untuk kerajaan Allah, bahkan bagi seluruh ciptaan. Setiap pilihan kita sehari-hari memiliki banyak konsekuensi.
Rencana Allah bagi anak-anak-Nya bukan hanya untuk memberi mereka kelahiran baru kemudian membawa mereka ke surga. Tidak, rencana-Nya jauh lebih mendalam dari itu. Apa yang Allah rencanakan membutuhkan kerja sama dan kesetiaan kita sepenuhnya. Kehendak-Nya adalah untuk menegakkan otoritas-Nya di atas bumi, atas penghuni dan wilayahnya.
Dia akan melakukan ini melalui perwakilan-Nya, yaitu manusia. Instrumen yang lemah dan rapuh yang diremehkan dan dikalahkan oleh Iblis di Taman Eden akan, tetapi melalui anugerah Allah akhirnya dapat mengalahkan musuh Allah dan berkuasa atas bumi.
Allah bekerja di dalam dan melalui manusia untuk mengalahkan musuh-Nya. Ketika pekerjaan-Nya dalam diri kita selesai, kita akan menjadi anak-anak Allah yang dewasa yang mampu menahan upaya dan godaan si jahat. Dalam 1 Yohanes 2:13 kita membaca tentang sekelompok orang percaya yang disebut “orang-orang muda”. Sudah pasti, ini merujuk pada tahap kedewasaan rohani. Mereka ini, kata Yohanes, “telah mengalahkan yang jahat”.
Ketika pria dan wanita Kristen menyerahkan diri mereka kepada Allah setiap hari dan mulai hidup lebih banyak dalam kemenangan Kristus, gerbang-gerbang neraka mulai bergetar. Pemerintah-pemerintah dan kuasa-kuasa gelap melihat semakin banyak orang kudus yang siap. Mereka melihat bahwa tipu daya dan godaan mereka tidak lagi bekerja, dan bahwa mereka dikalahkan oleh manusia yang menyerahkan diri dan dipenuhi oleh Allah yang hidup.
Saya percaya bahwa di hari-hari ini, mereka akan menjadi semakin putus asa karena melihat hari ketika anak-anak Allah yang dewasa akan dinyatakan bagi seluruh alam semesta (Rm. 8:19) dan akan mengambil tempat mereka sebagai penguasa dunia ini.
Dapatkah Anda melihat dari penjelasan singkat ini mengapa kehidupan kita sehari-hari sangat penting, baik bagi Allah maupun bagi kita? Setiap detail kecil hidup kita, semua sikap, kata-kata, dan tindakan kita sedang dipantau dengan cermat oleh berbagai makhluk. Memang ada “banyak saksi” (Ibr. 12:1).
Apakah kita menyukainya atau tidak, apakah kita menginginkannya atau tidak, kita terlibat dalam pertempuran untuk menguasai bumi. Setiap anak Allah terlibat dalam perjuangan ini.
Oleh karena itu, tidak cukup hanya tampil benar, rajin ke gereja, meninggalkan beberapa dosa “besar” atau melakukan beberapa hal bagi Allah. Sekarang kita melihat bahwa sangat penting bagi setiap anak Allah untuk benar-benar membiarkan Yesus Kristus menguasai setiap aspek keberadaan mereka. Dia harus menjadi Tuhan atas pikiran, kata-kata, sikap, dan tindakan kita, yang terlihat dalam setiap aspek kehidupan kita.
Kita harus memasuki Kerajaan Allah hari ini. Kita hanya dapat menjadi “pemenang” dengan mengutamakan Allah dan membiarkan Dia menguasai seluruh keberadaan kita.
Semoga penjelasan ini membantu semua pembaca untuk memahami mengapa kita sering mengalami kesulitan dalam menjalani kehidupan Kristen. Kekuatan-kekuatan neraka berbaris melawan kita. Kekuatan-kekuatan musuh terus-menerus mencoba menunjukkan bahwa “tempat” mereka aman sebagai penguasa dunia ini.
Namun Tuhan Yesus Kristus telah mengalahkan mereka semua. Dia telah merintis jalan ke tempat itu untuk kita (Ibr. 6:20) dan menunjukkan kemenangan Allah. Oleh karena itu, karena Dia sekarang hidup di dalam setiap anak-anak-Nya, Dia dapat menunjukkan kemenangan yang sama dalam hidup kita.
Tidak ada orang yang terlalu lemah atau pun tidak mampu. Oleh karena itu, ketika kita muncul di hadapan takhta penghakiman Kristus, tidak akan ada alasan yang dapat diterima. Kekuatan paling dahsyat di alam semesta tinggal di dalam kita. Manusia Kristus Yesus yang telah menang mengatasi setiap godaan setan dan menunjukkan kehidupan dan sifat Allah ke dunia sekarang hidup di dalam setiap orang percaya. Yang perlu kita lakukan adalah menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada-Nya dan membiarkan Dia menguasai setiap aspek hidup kita. Dengan cara ini, kemenangan-Nya akan dimanifestasikan melalui kita.
Yang menakjubkan, cobaan dan penderitaan yang setan gunakan untuk mengalahkan kita, adalah cobaan dan penderitaan yang juga digunakan Allah. Apa yang setan coba lakukan untuk menggoda dan mengecewakan kita, digunakan Bapa untuk kebaikan kita. Dia menggunakan kesulitan kita untuk menyucikan hidup kita. Semua tribulasi yang kita lewati dan menangkan dengan kuasa Yesus, dipakai untuk mengubah kita agar serupa dengan Kristus.
Kesulitan kita dipakai untuk mengungkap dosa di dalam diri kita. Kemudian, ketika kita bertobat dan menyerahkan diri lebih sungguh-sungguh kepada Allah agar Dia dapat melakukan pekerjaan-Nya dalam diri kita, kita diubah menjadi semakin serupa dengan Dia.
Anda lihat, bahkan setan sedang digunakan Allah untuk mencapai tujuan-Nya di bumi. Jadi jangan berkecil hati, segala sesuatu bekerja bersama untuk kebaikan bagi mereka yang mengasihi Allah dan dipanggil menurut tujuan-Nya (Rm. 8:28).
SEORANG PEREMPUAN
Setelah kita telah menemukan bersama bahwa “anak laki-laki” dalam Wahyu 12 adalah sekelompok orang percaya yang menang, lalu bagaimana cara kita mempelajari perempuan yang melahirkan dia?
Perempuan ini bisa menjadi semacam “perpaduan” dari berbagai hal, seperti Israel, orang percaya perjanjian baru, seluruh ciptaan, dan sebagainya. Tampaknya jelas bahwa kelompok umat Allah yang kita kenal sebagai “gereja”, harus setidaknya menjadi bagian dari “perempuan” ini jika tidak perempuan ini secara keseluruhan. Gerejalah yang bekerja sama dengan Allah untuk menghasilkan orang percaya yang menang. Melalui gereja, Allah akan menunjukkan hikmat-Nya yang beraneka ragam (Ef. 3:10). Jadi gereja harus membentuk setidaknya bagian utama dari kelompok ini.
Namun, ketika kita memeriksa gereja seperti adanya hari ini, kita sampai pada kesimpulan yang tidak menguntungkan. Tidak semua bagian gereja yang hidup dalam kemenangan rohani. Banyak orang Kristen tidak hidup dalam kerajaan Allah hari ini karena mereka tidak mengizinkan Kristus memerintah setiap aspek kehidupan mereka.
Meskipun mereka mungkin telah lahir baru, mereka tidak memanfaatkan kesempatan untuk membiarkan kehidupan Allah berkuasa dalam diri mereka dan menyatakan diri melalui mereka. Kehidupan mereka masih menunjukkan banyak sifat-sifat yang lama. Mereka masih mengejar hal-hal duniawi dan masih banyak terlibat dosa.
Akibatnya, mereka tidak bisa dianggap sebagai bagian dari anak laki-laki, tetapi hanya bagian dari perempuan. Mereka tidak menunjukkan kehidupan sebagai pemenang, dan kehidupan yang memiliki kemenangan Yesus atas setan.
Kita perhatikan dalam ayat 14 bahwa ketika perempuan ini diselamatkan dari naga dan dibawa ke padang gurun, dia membutuhkan makanan. Mungkin ini merujuk pada kenyataan bahwa banyak yang berada di dalam “tubuh” Kristus hari ini tidak mendapatkan makanan yang mereka butuhkan. Mereka tidak dapat tumbuh menjadi dewasa dan menjadi pemenang, hal ini sebagian karena mereka tidak mendapatkan cukup makanan rohani yang tepat.
Oleh karena itu, di padang gurun, perempuan ini “diberi makan” dengan semacam asupan yang akan membantunya. Mungkin makanan ini akan diperoleh melalui pengajaran dari beberapa orang yang akrab dengan Tuhan. Kita tidak bisa tahu dengan pasti bagaimana Allah akan melakukan semua hal ini, tetapi menarik untuk diperhatikan bagaimana Dia memelihara semua umat-Nya, bahkan mereka yang belum bertumbuh atau pun mencapai kedewasaan.
Ini membawa kita pada pengamatan yang menarik. Seorang perempuan yang sedang hamil adalah seseorang yang memiliki orang lain di dalam dirinya. Ada tubuh di dalam tubuh lain. Ketika anak yang dilahirkan itu adalah laki-laki, maka anak itu memiliki potensi untuk menjadi lebih kuat dari yang melahirkannya. Jika kita menerapkan ini pada gereja hari ini, kita bisa mulai menduga bahwa di dalam “perempuan” ini, yang dalam banyak hal tampaknya tidak memenuhi tujuan Allah untuk mengalahkan kekuatan jahat, terdapat “tubuh” lain.
Dalam tubuh perempuan yang mungkin terlihat agak lemah ini, hiduplah seorang anak laki-laki pemenang dan kuat. Keadaan ini tidak hanya berlaku untuk gereja zaman kita, tetapi juga berlaku sejak hari-hari awal gereja. Keadaan ini sudah diperkirakan dalam ayat menarik dalam Yeremia yang berbunyi: “Sungguh, TUHAN menciptakan sesuatu di negeri perempuan merangkul laki-laki.” (Yer. 31:22).
Akibatnya, ketika melihat gereja secara keseluruhan dalam keadaan yang tidak siap yang menjadi ciri khas banyak orang percaya, kita tidak boleh berkecil hati. Kita dapat percaya pada jaminan Allah bahwa bahkan dalam keadaan yang tampak kacau, Dia tetap bekerja untuk menggenapi tujuan-Nya. Sama seperti pada zaman Elia (1Raj. 19:18), masih ada beberapa orang milik Tuhan yang berhasil meraih kemenangan dan memberikan kesaksian atas kemenangan-Nya.
Dalam Matius 22:14, Yesus mengajarkan kepada kita bahwa: “banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih”. Apa artinya ini? Untuk apa yang “sedikit” ini dipilih? Mengapa hanya sedikit? Sejak kematian dan kebangkitan Kristus, Tuhan kita telah memanggil jutaan orang kepada-Nya.
Namun, seperti yang telah dinyatakan, meskipun banyak yang datang kepada Kristus setiap hari, hanya sedikit dari yang banyak ini yang mengalami kemenangan yang telah Dia beli untuk mereka. Hanya sedikit sekali orang percaya yang berhasil mengatasi kekuatan jahat. Sepertinya sebagian besar orang tidak menunjukkan kebenaran dalam kehidupan sehari-hari mereka sehingga mereka tidak dapat memenuhi syarat untuk menggantikan para pemerintahan dan kekuasaan yang saat ini sedang berkuasa.
Oleh karena itu, mereka tidak memenuhi syarat untuk memerintah bersama Dia. Hanya mereka yang memiliki “kesaksian” (Why. 12:11) di hadapan Allah dan alam semesta bahwa mereka telah setia, yang dapat mengambil alih posisi legiun setan dan memerintah. Oleh karena itu, hanya merekalah yang dapat “dipilih” oleh Allah untuk melakukan tugas ini. Hanya para pemenang yang akan dipilih oleh Allah untuk melaksanakan kuasa-Nya di atas planet ini dan pada akhirnya di seluruh alam semesta.
PERINGATAN
Kita tidak bisa melanjutkan hal ini lebih jauh tanpa memberikan kata peringatan penting. Ketika kita mulai memahami hal-hal ini, kemungkinan ada kesalahan yang dilakukan oleh banyak umat Allah. Kesalahan tersebut adalah beberapa mulai berpikir bahwa mereka adalah “pemenang”. Bersamaan dengan pemikiran ini datang kesalahan serupa, yaitu percaya bahwa orang lain tidak begitu rohani seperti mereka. Banyak kelompok, “gereja”, dan individu yang mulai mengerti kebenaran ini dan kebenaran serupa lainnya sering kali beranggapan bahwa sekadar memahaminya sudah menjadikan mereka sesuai dengan apa yang mereka pahami.
Kenyataannya adalah bahwa Allah sedang menyingkapkan kepada mereka tujuan bukan posisi mereka dalam perlombaan. Mereka melihat apa yang diinginkan Allah dari mereka tapi bukan di mana mereka sebenarnya. Di sini banyak yang membuat kesalahan serius. Bukan kita yang akan memutuskan apakah kita akan menjadi “pemenang” atau tidak. Sekadar memiliki wahyu tentang topik ini saja tidak cukup.
Kita bukanlah hakim atas diri kita sendiri atau orang lain. Ketika kita mulai berpikir bahwa kita lebih baik atau lebih maju, ini merupakan bukti bahwa kita telah jatuh dari sikap rendah hati dan dengan demikian tidak lagi hidup dalam penyerahan sejati kepada Allah. Ketika kita mulai membayangkan bahwa kita atau kelompok kecil kita yang setuju dengan kita adalah semacam elite spiritual, kita telah menjadi tidak layak menjadi “pemenang” karena kebanggaan dan kesombongan kita.
PENAWARAN KHUSUS
Meskipun pintu untuk mengalami kepenuhan Yesus Kristus terbuka untuk semua orang percaya, tidak semua memilih untuk melakukannya. Karena berbagai alasan, banyak anak Allah yang menolak hidupnya dipimpin oleh Dia dan sebagai gantinya mereka hidup untuk diri sendiri dan kenikmatan dunia ini. Mungkin karena alasan ini maka di dalam kitab Wahyu, Yesus Kristus banyak memanggil “pemenang”.
Dalam setiap pesan-Nya kepada gereja-gereja, Dia mengungkapkan kelebihan serta kekurangan mereka, lalu menyodorkan tawaran istimewa bagi mereka yang siap menjadi pemenang — yang memiliki telinga untuk mendengar (Why. 2:7). Jelas bahwa pada saat kitab Wahyu ditulis tidak semua orang percaya akan taat. Oleh karena itu, Allah mengirimkan panggilan kepada sedikit orang yang mau menanggapi Dia, dan menjanjikan mereka ganjaran khusus (lihat Why. 2:7; 11, 17, 26–28, 3:5, 12, 21).
Dengan membaca ayat-ayat ini, seharusnya tidak ada keraguan bahwa banyak ganjaran yang disebutkan di sini berlaku untuk masa depan. Ayat-ayat yang berbicara tentang memerintah bangsa-bangsa dengan tongkat besi (Why. 2:27) dan duduk bersama Dia di takhta-Nya (Why. 3:21) adalah petunjuk jelas untuk memerintah bersama Kristus selama pemerintahan Seribu Tahun. Bagian yang menyebutkan hak untuk makan dari pohon kehidupan (Why. 2:7) dan makan Manna tersembunyi (Why. 2:17) menunjukkan aspek menikmati hubungan yang dekat dengan Yesus.
Janji pemenang lainnya adalah yang menyebutkan akan berpakaian jubah putih dan janji Yesus untuk mengakui nama orang percaya yang setia di hadapan Bapa-Nya dan para malaikat (Why. 3:5).
Yesus memanggil setiap laki-laki dan perempuan hari ini, siapa pun yang mau mendengar, untuk menjadi pemenang. Dia berkata: siapa yang menang akan berpesta dengan Aku; siapa yang menang akan memerintah bersama Aku; siapa yang menang Aku akan memberikan upah lebih dari yang bisa dimengerti atau dibayangkan.
Akhirnya, tugas asli yang diberikan Allah kepada manusia dalam Kejadian untuk menguasai dan “menaklukkan” bumi, terlaksana melalui para pemenang ini. Ini adalah sekelompok individu yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah yang telah dan akan menguasai bumi. Mereka menang atas kekuatan-kekuatan musuh yang ada di atasnya. Mereka tidak hidup menurut kuasa Setan, tetapi menurut Allah; dan dengan demikian, mereka memberi Yesus Kristus hak untuk mengklaim bumi ini sebagai milik-Nya sendiri dan mendirikan Kerajaan-Nya di atasnya.
Orang-orang ini menginginkan Yesus Kristus lebih dari menginginkan setan atau bagian dari kerajaannya, dan bersedia berkorban bahkan nyawa mereka untuk melihat kerajaan Allah bertakhta ke bumi ini. Marilah kita bersyukur kepada Tuhan atas mereka yang bersedia membayar berapa pun harganya untuk melihat kerajaan dunia diserahkan kepada Yesus Kristus, dan dengan demikian menggenapi doa-Nya kepada Bapa, “Datanglah Kerajaan-Mu[...] di bumi seperti di surga” (Mat. 6:10).
Sekarang izinkan saya bertanya kepada Anda, apakah Anda bersedia untuk menjadi salah satu dari mereka? Anda memiliki kesempatan. Panggilan Yesus kepada orang-orang yang menang telah diberitakan kepada semua yang memiliki telinga untuk mendengar. Pintu terbuka untuk semua orang, namun Anda harus siap mengorbankan segalanya demi Yesus jika diperlukan.
Jika Anda siap dan bersedia, Allah pun siap dan Dia akan memampukan Anda untuk hidup dengan cara ini. Hidup-Nya, yang tinggal di dalam Anda, akan memberi Anda kekuatan yang Anda butuhkan untuk mengatasi dunia, Setan, “diri sendiri”, dan dosa, semua hal yang menghalangi jalan. Semoga Allah dengan kasih karunia-Nya memberikan Anda kesediaan untuk hidup bagi-Nya sampai Dia datang.
Akhir bab 3
Baca bab-bab lain secara online:
We are always looking to offer books in more languages.