Pelayanan Sebutir Gandum

Membaca Online
Antikristus

EMPAT BINATANG BUAS

BAB 1, BAGIAN III

Antikristus, buku oleh David W. Dyer

PUBLIKASI MINISTRIES “A GRAIN OF WHEAT”

Oleh David W. Dyer

Diterjemahkan oleh L. Yunnita

DAFTAR ISI

Bagian I - Babel

Bab 1: SI PELACUR

Bab 2: BABEL

Bab 3: DARAH PARA MARTIR

Bab 4: BABEL SAAT INI

Bab 5: KEHANCURAN BABEL

Bab 6: UMAT-KU PERGILAH DARI PADANYA

Bab 7: GEREJA KATOLIK ROMA

Bagian II - Antikristus

Bab 1, BAGIAN I: DOMBA DAN KAMBING

Bab 1, BAGIAN II: "NUBUAT SEJARAH"

Bab 1, BAGIAN III: EMPAT BINATANG BUAS (Bab saat ini)

Bab 1, BAGIAN IV: GAMBARAN NEBUKADNEZAR

Bab 2: ANTIKRISTUS

Bab 3: SATU PEMERINTAHAN DUNIA

Bab 4: JADWAL TUHAN

Bab 5: BABEL

Bab 6: PERANG MELAWAN ORANG-ORANG KUDUS

Bab 7: TANDA BINATANG BUAS

Bab 8: PENGANIAYAAN

Bab 9: TANDA-TANDA PENTING

Bab 10: LAYAK UNTUK MELARIKAN DIRI

Bagian III - Tanda Akhir Zaman

Bab 1: DUA SAKSI

Bab 2: EMPAT METERAI

Bab 3: SANG ANAK LAKI-LAKI

Bab 4: KEMURTADAN BESAR

Bab 5: KEHANCURAN TIBA-TIBA



BAGIAN III: EMPAT BINATANG

Kita telah mempelajari dua nubuat yang menunjukkan asal mula Antikristus, tetapi masih ada lagi yang lain. Ada nubuat lain dalam kitab Daniel yang menegaskan tentang apa yang telah kita lihat. Penglihatan ini juga menunjukkan di mana keberadaan kerajaan Binatang. Tuhan tidak hanya akan menunjukkan dari mana Antikristus berasal, tetapi juga mengungkapkan di mana kesepuluh negara yang akan dikuasainya. Lokasi kerajaannya juga berada di wilayah Timur Tengah.

Nubuat tentang keempat binatang itu ada dalam Daniel pasal 7. Nubuat ini sangat penting karena amat jelas dan menyampaikan pesan yang kuat. Oleh karena itu, kita akan meluangkan waktu cukup lama untuk mempelajari penglihatan ini agar mendapatkan manfaat yang maksimal. Dalam nubuat ini, Daniel melihat empat binatang atau tokoh binatang. Binatang itu adalah: singa, beruang, macan tutul, dan binatang ganas yang tidak menyerupai binatang apa pun. Keempat “binatang buas” itu mewakili kerajaan-kerajaan yang penting di dunia.

Banyak penafsir Alkitab berpendapat bahwa kerajaan-kerajaan tersebut hanyalah pengulangan dari yang baru saja kita pelajari. Menurut pandangan ini, singa melambangkan Kekaisaran Babel; beruang menunjuk kepada Media-Persia; macan tutul menggambarkan Aleksander Agung; binatang yang “mengerikan” diartikan sebagai Kekaisaran Romawi—yang menaklukkan wilayah Timur Tengah setelah masa Antiokhos—dan akhirnya, tokoh kelima dianggap sebagai Antikristus.

Mungkin Anda sekarang berpikir, “Tunggu sebentar, tulisan suci tersebut hanya menyebutkan tentang empat binatang tetapi yang disampaikan adalah lima kerajaan.” Penjelasannya cukup sederhana. Alkitab menjelaskan bahwa kerajaan Antikristus (dilambangkan dengan sepuluh tanduk) muncul dari sisa-sisa kerajaan binatang yang keempat. Oleh karena itu, kekaisaran terakhir “dihidupkan kembali” dan mengubah empat binatang menjadi lima kerajaan.

Ada tertulis tentang binatang keempat: “Kesepuluh tanduk itu [kerajaan Antikristus] ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan [keempat] itu” (Dan. 7:24). Ini adalah petunjuk yang sangat penting bagi kita. Sepuluh raja dan kerajaan mereka yang membentuk kekaisaran Antikristus, bangkit dari sisa-sisa kerajaan keempat ini. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengidentifikasi binatang keempat yang “mengerikan dan ganas” ini.

Seperti yang telah disebutkan, banyak penafsir Alkitab telah mengidentifikasi binatang keempat ini sebagai kekaisaran Romawi. Anda mungkin pernah mendengar tentang “pemulihan Kekaisaran Romawi” yang akan menjadi kerajaan Antikristus. Bagian ini merupakan sumber dari ajaran tersebut. Jadi, mari kita lihat bersama.

KEHIDUPAN MEREKA DIPERPANJANG

Setelah pemeriksaan yang cermat, terdapat beberapa permasalahan yang muncul dari pemahaman ini. Kesulitan yang paling mencolok terjadi saat ayat-ayat ini diperhatikan dengan saksama, maka terlihat jelas bahwa keempat binatang ini akan hadir ketika Yesus kembali ke bumi. Para penguasa bangsa-bangsa ini masih dalam keadaan hidup dan sehat ketika Tuhan kita datang untuk menghakimi bangsa-bangsa! Oleh karena itu, para penguasa tersebut tidak mungkin berasal dari kerajaan kuno dan historis ini. Para penguasa tersebut pastilah berasal dari bangsa yang sama periode waktunya dengan Antikristus. Dan negara tersebut jelas merupakan negara yang dapat diidentifikasi pada saat ini.

Bagaimana saya bisa membuat pernyataan seperti itu? Mari kita lihat Daniel 7, ayat 9-12. Dalam ayat 9 dan 10, disampaikan bahwa Yesus duduk di atas takhta-Nya. Gambaran-Nya cocok dengan salah satu dari penampilan-Nya pada bagian pertama kitab Wahyu. Dia sedang bersiap untuk menghakimi bangsa-bangsa. Tetapi dalam ayat 11, Antikristus menarik perhatian-Nya karena kata-katanya yang besar dan sombong. Pada saat itu, Binatang Antikristus terbunuh.

Tetapi binatang lainnya seperti Singa, Beruang, dan Macan Tutul, (merujuk pada penguasa negara-negara ini) mengalami nasib yang berbeda. Mereka kehilangan kerajaan mereka, tetapi diizinkan tetap hidup untuk waktu yang lebih lama. Ada tertulis dalam ayat 12, “Juga kekuasaan binatang-binatang yang lain [tiga lainnya], dicabut, dan jangka hidup mereka ditentukan sampai pada waktu dan saatnya”.

Agar ayat ini masuk akal, kerajaan-kerajaan lain tersebut harus ada pada masa Antikristus. Kerajaan-kerajaan tersebut tidak mungkin kerajaan kuno.

Misalnya, Kerajaan Babel dihancurkan oleh Media dan Persia. Tentu Anda ingat apa yang terjadi pada sang penguasa. Tulisan itu benar-benar ada di dinding. “Pada malam itu juga terbunuhlah Belsyazar, raja orang Kasdim itu” (Dan. 5:30). Kerajaannya dirampas, dan nyawanya tidak diperpanjang.

Hal yang sama terjadi pada Aleksander Agung. Seperti yang telah dipelajari, dia meninggal secara tak terduga di puncak kekuasaannya. Kerajaannya juga diambil, tetapi hidupnya tidak diperpanjang untuk suatu “musim” dan “waktu” tertentu. Lebih lanjut, kematian para penguasa itu tidak terjadi ketika Kristus kembali dan duduk di atas takhta penghakiman-Nya. Tulisan suci ini tidak cocok dengan penafsiran historis. Oleh karena itu, ini tidak mungkin kerajaan Babel, Media dan Persia, Aleksander Agung, dan Roma. Jadi untuk mendapatkan penafsiran yang lebih baik, kita harus melihat ke arah lain yang akan dibahas lebih lanjut.

“AKAN MUNCUL”

Dalam tulisan suci kita akan mengalami lebih banyak kesulitan dalam memahami gagasan “Kekaisaran Romawi yang dihidupkan kembali”. Mari kita buka pasal 7 ayat 17. Di sini ada tertulis bahwa, “Binatang-binatang besar yang empat ekor itu ialah empat raja [mewakili kerajaan mereka] yang akan muncul dari dalam bumi”.

Saya menambahkan kata “akan” dengan merujuk pada sejumlah terjemahan Alkitab, seperti Septuaginta, King James Version, New American Standard Bible, American Standard Version (1901), Darby Translation, dan kemungkinan juga beberapa terjemahan lainnya.

Di sini kita menemukan masalah. Penglihatan ini diberikan kepada Daniel “Pada tahun pertama pemerintahan Belsyazar, raja Babel” (Dan. 7:1). Belsyazar adalah penguasa terakhir Babel. Jadi penglihatan ini diberikan menjelang akhir Kekaisaran Babel.

Tetapi malaikat menjelaskan bahwa empat binatang “akan muncul”, yang berarti sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Jadi, ini tidak mungkin Babel karena Babel telah terlebih dahulu muncul.

Jika Babel bukanlah Singa, maka binatang lainnya juga tidak dapat mengikuti penafsiran tradisional. Satu-satunya kesimpulan logis yang dapat diambil adalah bahwa malaikat tersebut tidak merujuk pada apa yang diketahui sebagai empat kerajaan sejarah, melainkan tentang kerajaan masa depan – sebuah kerajaan yang akan ada pada saat yang sama dengan Antikristus. Oleh karena itu, kita tidak bisa memandang nubuat ini sebagai pengulangan sederhana dari yang sebelumnya, melainkan sebuah wahyu yang baru tentang hari-hari terakhir.

Kesimpulan dari semua ini adalah bahwa Alkitab tidak mengajarkan tentang “Kekaisaran Romawi yang dihidupkan kembali”. Jika ayat-ayat tersebut diperhatikan dengan benar dan objektif, maka kita tidak akan sampai pada kesimpulan ini. Oleh karena itu, Eropa, Pasar Bersama, Paus sebagai Antikristus, dan ajaran-ajaran lain yang didasarkan pada teori “Kekaisaran Romawi yang dihidupkan kembali” harus disingkirkan.

TUJUH GUNUNG

Ayat-ayat lain yang sering dikutip oleh banyak guru untuk mendukung pengajaran Kekaisaran Romawi yang dihidupkan kembali ditemukan dalam Wahyu 17:9, 10. Kita telah mempelajari ayat-ayat tentang tujuh gunung dalam buku Babel yang merupakan bagian pertama dari seri akhir zaman ini. Dalam buku sebelumnya kita mengetahui bahwa ketujuh gunung itu juga tidak menunjuk ke Roma sebagai sumber kerajaan Antikristus. Jika Anda ragu, Anda dapat melihat catatan di akhir bab 7 buku tersebut tentang: “Gunung, Kepala, dan Raja”.

Apa yang dipelajari dalam buku Babel tersebut adalah bahkan di zaman Yohanes, keberadaan tujuh gunung kenabian tersebut sudah tidak ada. Lima di antaranya sudah jatuh (Why. 17:10). Hanya ada dua yang tersisa. Jadi sudah pasti ini tidak mungkin dan tidak merupakan acuan rahasia ke Roma. Dengan demikian, kita bisa mengabaikan pertimbangan mengenai Kekaisaran Romawi yang dihidupkan kembali Selain itu, Alkitab juga tidak pernah menyebutkan Roma sebagai “kota di atas tujuh bukit” atau hal serupa lainnya. Kita juga tidak dapat mengambil inspirasi kita dari literatur sekuler seperti kisah Romulus dan Remus, melainkan hanya dari tulisan suci yang mengilhami.

SIAPAKAH EMPAT BINATANG ITU?

Kita telah membahas tentang empat binatang, Singa, Beruang, Macan Tutul, dan “Yang Mengerikan”. Kita juga telah mengetahui bahwa keempat binatang ini tidak mungkin mewakili Babel, Media-Persia, Aleksander, dan Roma. Tetapi jika binatang keempat bukan Roma dan binatang lainnya adalah kerajaan yang lebih kontemporer, lalu siapakah mereka?

Dengan mengetahui siapa binatang ini, kita dapat mengetahui di mana kerajaan Antikristus akan muncul. Tentu dalam mengidentifikasi negara-negara ini akan melibatkan sedikit spekulasi. Sementara arti dari hewan-hewan yang mewakili kerajaan ini, tidak mungkin dapat ditentukan dengan pasti. Jadi, diperlukan kesabaran karena kita akan mempertimbangkan kemungkinan tersebut bersama.

Ingatlah bahwa kita sedang mencari kerajaan yang masih dapat dikenali hingga saat ini. Meskipun kerajaan keempat dari semua kerajaan-kerajaan ini masih ada tetapi sebagian besar dari kerajaannya akan hancur. Dari sisa-sisa kerajaan inilah sepuluh tanduk kerajaan Antikristus muncul (Dan. 7:24).

Binatang ini muncul dari “laut besar”, yang biasanya dikenal dengan Mediterania. Kemunculannya dari laut dipicu oleh badai dahsyat yang disebabkan oleh “keempat angin dari langit” (Dan. 7:2). Hal ini menunjukkan adanya kemungkinan konflik antara empat kekaisaran tersebut untuk mengendalikan atau memengaruhi wilayah Mediterania untuk suatu periode tertentu. Wilayah ini akan mencakup negara-negara di kawasan Eropa, Afrika Utara, dan Timur Tengah.

Binatang pertama adalah singa yang memiliki sayap seperti rajawali. Daniel melihat penglihatan ini sampai sayapnya tercabut dan Singa itu terangkat dari tanah dan ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, dan kepadanya diberikan hati manusia (Dan. 7:4).

Mungkin kedua sayap tersebut melambangkan kecepatan gerakan atau perluasan kekaisaran. Kesimpulan ini didasarkan pada fakta bahwa di antara semua binatang, burung merupakan binatang tercepat dan dapat melakukan perjalanan yang lebih jauh (Ul. 28:49; 2Sam. 1:23).

Jika kita menerima penafsiran ini, kehilangan sayap dapat menandakan berakhirnya ekspansi yang cepat. Ditegakkan pada dua kaki seperti manusia dan diberikan hati seorang manusia tampaknya menunjukkan bahwa kerajaan yang sebelumnya kuat dan cenderung berperang akan menjadi lebih lemah dan manusiawi.

Satu negara yang mungkin cocok dengan deskripsi ini sekarang adalah Inggris Raya. Di masa lalu, matahari tidak pernah terbenam di kerajaannya. Pada suatu waktu, ia dengan cepat memperluas pengaruh dan kepemilikannya di seluruh dunia. Tetapi saat ini, banyak hal telah berubah. Saat ini, Inggris Raya jauh kurang penting di panggung dunia. Kerajaannya telah hancur berkeping-keping. Ia tidak lagi menyerupai singa dan jauh lebih menyerupai manusia. Menariknya, lambang bangsa ini adalah singa. Selama beberapa abad terakhir, ia telah terlibat langsung dalam konflik untuk menguasai wilayah Mediterania.

Binatang berikutnya adalah beruang. Ia “berdiri pada sisinya yang sebelah” (Dan. 7:5). Beberapa penerjemah Alkitab menyatakan bahwa ini bisa diartikan sebagai ia “mendirikan kekuasaan untuk dirinya sendiri”, yang tampaknya merupakan terjemahan yang lebih masuk akal. Beruang itu memiliki tiga tulang rusuk di mulutnya. Dikisahkan, “Bangunlah, makanlah banyak daging”.

Saat merenungkan tentang Beruang, terlintas dalam pikiran akan Rusia atau Uni Soviet pada masa lalu. Tentu saja, sejarahnya dipenuhi dengan banyak darah yang mengorbankan jutaan nyawa rakyatnya karena berbagai alasan, terutama di bawah pemerintahan Komunis. Hal ini menggenapi bagian “melahap daging” dalam penglihatan tersebut. Jika Rusia dilambangkan sebagai Beruang, maka tiga tulang rusuk tersebut dapat melambangkan negara-negara Estonia, Latvia, dan Lituania yang pertama kali menjadi sasaran saat Rusia memperluas wilayahnya. Selama bertahun-tahun, Rusia juga terlibat dalam konflik di berbagai bagian dunia yang telah disebutkan sebelumnya.

TENTANG KEPALA DAN TANDUK

Sebelum melanjutkan, ada beberapa petunjuk penting yang perlu kita pelajari untuk memahami nubuat Alkitab dengan baik. Tolong diingat karena hal ini akan disebutkan kembali dalam diskusi selanjutnya. Banyak binatang yang muncul dalam penglihatan kenabian memiliki kepala atau tanduk yang lebih dari satu. Apa artinya ini?

Ketika hewan dalam penglihatan kenabian memiliki beberapa kepala, hal ini menunjukkan pada pergantian penguasa. Berdasarkan penjelasan yang terperinci tentang Wahyu 17:9, 10 dalam buku sebelumnya, Babel, perkembangan tujuh kepala atau raja ini tergambar dengan cukup jelas. Pergantian penguasa ini tidak harus terjadi secara langsung, tetapi seperti yang terjadi pada Babel, penguasa-penguasa ini dapat terpisah oleh ratusan, atau bahkan ribuan tahun. Sebaliknya, ketika hewan memiliki banyak tanduk, hal ini menunjukkan adanya penguasa-penguasa yang berkuasa secara bersamaan. Contohnya dapat kita lihat pada kerajaan Antikristus. Dalam hal ini, terdapat sepuluh tanduk yang menunjukkan sepuluh penguasa yang memegang kekuasaan secara bersamaan dan pada waktu yang sama.

Dengan demikian, terdapat sebuah rumus sederhana: jika suatu nubuat menyebut banyak kepala, itu menunjukkan adanya suksesi penguasa; jika menyebut banyak tanduk, itu menunjukkan penguasa kenabian, yaitu mereka yang berkuasa secara bersamaan. Dengan menggunakan rumus ini, kita dapat melanjutkan.

MACAN TUTUL

Binatang yang ketiga adalah macan tutul. Yang menjadi ciri utamanya adalah empat kepala dan empat sayap. Tidak banyak pesan yang disampaikan tentang hal tersebut, kecuali bahwa “kekuasaan diberikan kepadanya”. Dengan menerapkan rumus “banyak kepala” ke Macan Tutul, kita perlu mencari kerajaan dalam wilayah yang telah digambarkan, yang telah atau akan mengalami perkembangan yang menonjol dari empat penguasa. Keempat sayap mungkin berarti bahwa masing-masing penguasa ini berkuasa dengan cepat.

Perlu diketahui, dalam pemahaman mengenai “beberapa tanduk” ini, tidak mencakup binatang yang melambangkan kekaisaran Aleksander dan keempat jenderalnya. Empat jenderal yang berkuasa secara bersamaan harus diwakili oleh empat tanduk terlebih dahulu (seperti yang terlihat dalam penglihatan Domba dan Kambing jantan), bukan oleh empat kepala yang muncul di Macan Tutul.

Binatang ini tidak mudah dikenali. Kita perlu mencari sebuah negara yang secara signifikan terlibat dalam konflik di wilayah Mediterania pada masa yang sama dengan Rusia dan Inggris. Tidak ada negara di wilayah tersebut yang memiliki lambang nasional berupa macan tutul. Namun, ada satu negara yang memiliki sejarah suksesi penguasa yang menonjol dan terlibat dalam banyak konflik di wilayah itu. Negara yang dimaksud adalah Jerman.

Saat berkuasa, Adolph Hitler pernah mengklaim bahwa kerajaannya merupakan reich yang ketiga. Reich berarti “kerajaan” dalam bahasa Jerman. Dia mengatakan bahwa pemerintahannya merupakan penguasa ketiga dari serangkaian penguasa penting. Mungkin Otto von Bismarck dan Kaiser Wilhelm adalah dua penguasa penting sebelumnya yang dikenalnya. Meskipun saya tidak tahu tentang sejarah kedua penguasa sebelumnya, tetapi bangkitnya kekuasaan Hitler merupakan suatu hal yang sangat mengejutkan. Selain itu, hal ini cocok dengan gambaran tentang empat sayap.

(Ada yang pernah menyatakan bahwa Kekaisaran Romawi Suci [900-1806 M] dan Kekaisaran Jerman [1870-1918 M] sebagai dua “reich” yang pertama atau kerajaan.)

Jika ini merupakan bukti diri dari Macan Tutul, maka kita akan segera melihat pemimpin kuat dan karismatik lain yang bisa menduduki tampuk kekuasaannya di Jerman dalam waktu yang cepat. Penguasa tersebut tidak perlu seorang Nazi. Bisa saja hanya seseorang yang dapat mengambil hati rakyat Jerman dan membangkitkan populasi.

Oleh karena itu, para pembaca harus terus memperhatikan akan munculnya seorang pemimpin populer di Jerman yang akan memimpin bangsa itu ke posisi penting di dunia.

Identifikasi “binatang buas” ketiga ini sifatnya masih belum pasti. Kelemahan dari identifikasi ini adalah karena simbol nasional Jerman bukan macan tutul dan hanya memiliki tiga “kepala”.

Namun, binatang ketiga ini pastilah sebuah negara yang dapat kita kenali saat ini. Negara yang berada di wilayah yang pernah kita bahas sebelumnya. Selain itu, negara ini harus memiliki atau akan memiliki suksesi yang menonjol dari empat penguasa. Jadi, mari kita jaga hati dan pikiran agar tetap terbuka kepada Roh Kudus untuk wahyu lebih lanjut yang mungkin Dia berikan kepada kita. Jika Jerman bukan pilihan yang tepat, Tuhan pasti akan mengungkapkannya seiring berjalannya waktu.

BINATANG KEEMPAT

Tidak seperti binatang yang lain, ada perbedaan dalam penjelasan mengenai binatang keempat. Hal ini berarti binatang keempat tidak bisa dibandingkan dengan jenis-jenis hewan yang kita ketahui umumnya. Hanya dikatakan bahwa binatang tersebut memiliki gigi besi dan kuku tembaga (Dan. 7:7, 19). Selain itu, binatang tersebut digambarkan sebagai “ganas dan mengerikan, sangat kuat”. Binatang keempat “berbeda dari binatang yang sebelumnya” secara signifikan. Binatang ini tanpa henti menghancurkan semua lawannya ke mana pun ia pergi.

Saya ingin mengidentifikasikan binatang ini dengan Kekaisaran Ottoman atau Ottoman Turki. Saya memilih kekaisaran ini dengan alasan bahwa lokasinya tepat sesuai dengan nubuat-nubuat lainnya. Selain itu, ini juga merupakan kerajaan besar yang sangat kuat, tetapi sekarang telah hancur. Kekaisaran tersebut aktif terlibat dalam pertempuran untuk menguasai wilayah Eropa, Afrika Utara, dan Timur Tengah.

Kebanyakan orang Barat tidak tahu banyak tentang kekaisaran ini. Beberapa bahkan belum pernah mendengarnya. Namun, ini merupakan kekaisaran yang memiliki kekuatan yang dominan dan luar biasa di suatu kawasan selama ratusan tahun sampai setelah Perang Dunia Pertama.

Alasan kenapa kerajaan ini “berbeda” dari tiga kerajaan lainnya adalah karena kerajaan lain merupakan kerajaan politik sekuler. Kerajaan binatang keempat ini merupakan kerajaan yang berhubungan dengan agama. Dalam beberapa tahun terakhir, kerajaan ini telah mengalami kehancuran total. Satu-satunya yang tersisa adalah negara Turki.

Namun, dari kerajaan yang telah runtuh tersebut, akan muncul sepuluh negara yang tergabung dalam aliansi Antikristus. Ingat bahwa ada tertulis: “Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu” (Dan. 7:24).

Seperti yang telah dipelajari, di wilayah dunia Timur Tengah inilah Antikristus dan sepuluh negaranya akan datang.

Mungkin akan berguna bagi semua pembaca untuk meluangkan sedikit waktu untuk mengulas apa yang sebenarnya dimaksud dengan Kekaisaran Ottoman. Kutipan berikut sudah tidak lagi tersedia sejak WSU membangun ulang situs webnya, tetapi informasi yang dikandungnya tetap relevan hingga kini.

“Ottoman adalah salah satu peradaban terbesar dan paling kuat di zaman modern. Kerajaan Ottoman merupakan kerajaan Muslim terbesar dan paling berpengaruh pada zaman modern, di mana budaya serta ekspansi militernya meluas hingga ke Eropa. Pada abad ke delapan, Islam melakukan ekspansi hingga ke Spanyol dan mendirikan kehadirannya di Eropa, seperti yang dilakukannya pada abad keenam belas dan ketujuh belas.

Sama seperti ekspansi sebelumnya, Ottoman mendirikan kekuasaannya di wilayah Eropa dan membentuk tradisi serta budaya Islam yang masih bertahan hingga saat ini (komunitas Muslim di Bosnia merupakan keturunan terakhir dari kehadiran Ottoman di Eropa).

Kekaisaran Ottoman tetap bertahan hingga abad kedua puluh. Para ahli sejarah sering kali membahas kekaisaran Ottoman dalam konteks pertumbuhan dan kemunduran, dan kekaisaran Ottoman menjadi kekuatan yang sangat penting, baik dari segi militer maupun budaya, hingga kejatuhan kekaisaran tersebut pada dekade pertama abad ini.

Mari kita mulai dengan salah satu tokoh terbesar dalam sejarah Kekaisaran Ottoman, yaitu Sultan Suleiman, yang mendirikan sebuah kota megah, mesin militer yang kuat, kerajaan yang besar, dan budaya yang didasarkan pada penaklukan oleh ayahnya.

Kekaisaran Ottoman berasal dari wilayah Anatolia yang kurang jelas di bagian barat Turki; penduduk Turki Barat ini dikenal sebagai Oghuz. Beberapa di antara mereka adalah pejuang agama Islam yang melakukan jihad, atau ‘perjuangan suci, untuk menyebarkan agama di antara orang-orang yang tidak beriman dan bermusuhan.

Pada tahun 1402, Kekaisaran Ottoman memindahkan ibu kotanya ke Edirne di Eropa, tempat di mana mereka mengancam Konstantinopel. Kota tersebut tampaknya menentang ekspansi besar Islam. Meskipun banyak wilayah yang telah jatuh ke tangan Muslim, Konstantinopel menolak untuk menyerah dalam setiap pengepungan dan setiap invasi. Kekaisaran Ottoman berkeinginan untuk mengakhiri siklus ini. Penaklukan Konstantinopel tidak hanya akan menjadi simbol kekuasaan yang kuat bagi Ottoman, tetapi juga akan menjadikannya sebagai penguasa dalam perdagangan Timur-Barat. Pada tahun 1453, Sultan Mehmed (1451-1481), yang dikenal sebagai ‘Sang Penakluk’ merebut sisa-sisa Kekaisaran Bizantium ini dan memberinya nama Istanbul. Sejak saat itu, Istanbul tetap menjadi ibu kota Kekaisaran Ottoman di Eropa dan, di bawah perlindungan sultan Ottoman, berkembang menjadi salah satu kota terkaya dan paling berbudaya di awal dunia modern.

Kekaisaran Ottoman pun dimulai. Kekaisaran ini mengalami perkembangan pesat di bawah kepemimpinan Sultan Selim I (1512-1520). Namun, kekaisaran mencapai ekspansi terbesarnya di wilayah Asia dan Eropa di bawah kepemimpinan putranya, Sultan Suleiman (1520-1566) atau yang dikenal dengan sebagai Pemberi Hukum dalam sejarah Islam dan Luar Biasa di Eropa”.

Setelah Perang Dunia I, kekaisaran ini mengalami perpecahan. Ottoman berpihak kepada Jerman dan mengalami kekalahan. Wilayah kekuasaan mereka kemudian dibagi di antara beberapa negara Eropa.

Banyak perubahan batas wilayah terjadi. Penaklukan dan penjajahan dunia Islam oleh kekuatan-kekuatan Eropa setelah berabad-abad kemakmuran dan dominasi menjadi penyebab banyaknya rasa kebencian terhadap Barat yang dapat ditemukan di kalangan umat Islam saat ini.

Umat Islam mempunyai harapan besar bahwa suatu saat nanti kekaisaran dan kebudayaan mereka akan kembali pulih dan mencapai posisi serta kejayaan seperti sebelumnya. Perlu diperhatikan dalam artikel di atas betapa mereka merasa bangga ketika Islam menaklukkan dan mengakar di Eropa.

Dengan demikian, dapat terlihat bahwa kerajaan ini benar-benar memiliki “perbedaan” yang mencolok dibandingkan dengan kerajaan lainnya. Baik para pemimpin maupun rakyatnya berusaha untuk membuktikan suatu hal. Mereka berupaya untuk mendirikan sebuah kerajaan berbasis agama dan menunjukkan bahwa masyarakat agama mereka lebih unggul dalam segala hal – baik dari segi budaya, militer, ekonomi, maupun politik – dibandingkan dengan lawan-lawan mereka.

Mereka menganggap peradaban Barat sebagai budaya “Kristen”. Dalam banyak hal, mereka memiliki sikap anti-Kristen. Umat Islam masa kini memiliki pengetahuan yang mendalam tentang sejarah Kekaisaran Ottoman. Kekaisaran ini berhasil menaklukkan, menghancurkan, “menginjak-injak”, “memecah belah”, dan “melahap” sebagian besar dunia beradab pada masa kejayaannya. Kerajaan ini sangat cocok dengan gambaran tentang apa yang disebut sebagai binatang keempat, baik dalam aktivitas maupun lokasinya.

Dari wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh binatang keempat ini, muncul sepuluh tanduk kekaisaran Antikristus. Dari wilayah tersebut, kemungkinan telah muncul (atau sedang muncul) sepuluh negara.

Penulis tidak bersikeras menyatakan bahwa kerajaan Antikristus yang akan datang akan menjadi “kebangkitan” kembali kerajaan Ottoman yang telah ada sebelumnya. Ada kemungkinan bahwa beberapa kekaisaran lama akan ditinggalkan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bahwa beberapa negara tetangga yang tidak secara langsung diperintah oleh Ottoman, tetapi dipengaruhi oleh otoritas Muslim, dapat termasuk dalam sepuluh kerajaan tersebut. Seiring berjalannya waktu, hal ini mungkin akan menjadi lebih jelas.

Mungkin saat ini ada lebih dari sepuluh negara yang menduduki wilayah yang pernah dikuasai oleh Ottoman. Hal ini tidak mengubah pemahaman kita. Yang perlu diingat adalah bahwa sepuluh negara yang akan menjadi bagian dari kerajaan Antikristus nantinya akan berasal dari wilayah yang sebelumnya dikuasai atau dipengaruhi oleh Ottoman. Oleh karena itu, pandangan ini juga sesuai dengan nubuat-nubuat lain yang telah kita pelajari.

Akhir bab 1, bagian 3

Baca bab-bab lain secara online:

Bagian I - Babel

Bab 1: SI PELACUR

Bab 2: BABEL

Bab 3: DARAH PARA MARTIR

Bab 4: BABEL SAAT INI

Bab 5: KEHANCURAN BABEL

Bab 6: UMAT-KU PERGILAH DARI PADANYA

Bab 7: GEREJA KATOLIK ROMA

Bagian II - Antikristus

Bab 1, BAGIAN I: DOMBA DAN KAMBING

Bab 1, BAGIAN II: "NUBUAT SEJARAH"

Bab 1, BAGIAN III: EMPAT BINATANG BUAS (Bab saat ini)

Bab 1, BAGIAN IV: GAMBARAN NEBUKADNEZAR

Bab 2: ANTIKRISTUS

Bab 3: SATU PEMERINTAHAN DUNIA

Bab 4: JADWAL TUHAN

Bab 5: BABEL

Bab 6: PERANG MELAWAN ORANG-ORANG KUDUS

Bab 7: TANDA BINATANG BUAS

Bab 8: PENGANIAYAAN

Bab 9: TANDA-TANDA PENTING

Bab 10: LAYAK UNTUK MELARIKAN DIRI

Bagian III - Tanda Akhir Zaman

Bab 1: DUA SAKSI

Bab 2: EMPAT METERAI

Bab 3: SANG ANAK LAKI-LAKI

Bab 4: KEMURTADAN BESAR

Bab 5: KEHANCURAN TIBA-TIBA