PUBLIKASI MINISTRIES “A GRAIN OF WHEAT”
Oleh David W. Dyer
Diterjemahkan oleh L. Yunnita
Pada bagian berikut, kita akan terlibat dalam beberapa spekulasi mengenai bagaimana beberapa peristiwa di masa depan dapat terungkap. Oleh karena itu, ide-ide ini sebaiknya dianggap ringan sambil menunggu apa yang sebenarnya akan terjadi. Namun, jika dan saat hal-hal ini mulai menjadi nyata di dunia kita, ketika berita penuh dengan cerita-cerita yang persis sama, itulah saatnya untuk menganggap serius peringatan-peringatan yang ada di seri buku-buku mengenai akhir zaman ini.
Antikristus masa depan akan mendapat masalah, masalah yang sangat berat. Dia ingin menyatukan kekuatannya di Timur Tengah. Ambisinya adalah mendominasi dunia dan membuat penduduk bumi melakukan kehendaknya. Tetapi, jika dia muncul saat ini, ada satu bangsa yang akan menghalangi jalannya.
“Polisi dunia” itu, Amerika Serikat, pasti akan menentang naiknya dia ke kekuasaan dan juga kendalinya atas ladang minyak. Mereka, seperti pernah dilakukan sebelumnya, mungkin akan mengirim pasukan, kapal, dan rudal untuk mencoba menghentikan upaya tersebut. Jadi, jika ingin mencapai keinginannya, dia harus menyingkirkan Amerika Serikat.
Saat tulisan ini dibuat, AS sedang menyelesaikan perang yang kacau balau di Irak. Mereka mengira bahwa mereka akan dapat membawa perdamaian dan stabilitas di kawasan itu. Bagian dunia yang sangat tidak stabil di mana hampir semua hal bisa dan memang terjadi. Peluang mereka untuk menciptakan perdamaian yang langgeng hampir nihil.
Orang-orang yang berada di Timur Tengah sangat terpecah belah dan suka berperang. Walau mungkin AS, dari waktu ke waktu sepertinya berhasil, namun peluang menang yang akan menenteramkan penduduk itu, tidak ada. Saat pasukan Amerika pergi, kemungkinan timbul konflik lebih lanjut sangatlah besar.
Lebih lanjut, perang ini memiliki dampak psikologis ke rakyat Amerika. Semakin lama perang berlanjut dan semakin banyak tentara yang mati, semakin sedikit rakyat Amerika yang ingin ikut terlibat dalam konflik di wilayah ini. Mungkin sebelum ini selesai, mereka akan jenuh dan lelah karenanya. Bisa dibayangkan jika situasi memburuk di masa depan, AS tidak akan pernah mau mengirim tentaranya ke sana lagi.
Sebagai contoh, saya tidak percaya bahwa Amerika akan mengirim pasukan kembali ke Vietnam. Hampir semua hal bisa terjadi di sana, dan AS tidak akan berperang. Rasa sakit emosional di masa lalu terlampau besar. Sesuatu yang sangat mirip dapat dengan mudah terjadi di Irak, Afghanistan, dan Timur Tengah. Ini sudah terjadi dengan Tentara Merah Rusia yang kuat.
Jalan keluar yang memalukan, atau kurang memuaskan dari Irak (yang sekarang telah terjadi), dapat menguntungkan bagi Antikristus yang akan datang. Dia dapat memanfaatkan kekosongan kekuasaan yang akan tercipta, bersama kemungkinan kecil bahwa AS akan kembali, untuk bangkit dan menggulingkan pemerintahan tiga negara. Ini bukanlah kemungkinan yang tidak terpikirkan mengingat kejadian terkini.
Setiap muslim fanatik yang ingin menjadi pemimpin pasti menyadari hal ini. Akibatnya, dia dan rekan-rekannya akan melakukan segala daya untuk memastikan hal ini terjadi. Serangan teroris tidak akan berhenti, bahkan mungkin akan meningkat. Pemimpin seperti itu dapat dengan mudah memanfaatkan keadaan saat ini untuk membawa dirinya ke dalam kekuasaan dan pengaruh di wilayah ini.
Katakanlah ada yang berhasil mengambil alih kekuasaan dan menyatukan sepuluh negara. Meski begitu, cepat atau lambat dia masih akan mendapat ancaman dari Amerika Serikat yang akan melawannya jika dan saat dia mencoba untuk mulai mengendalikan seluruh dunia. Jadi, Antikristus harus menemukan cara untuk melumpuhkannya atau menghilangkan ancaman ini agar dapat mencapai tujuannya. Ini sangat penting.
Karena kekuatan militernya yang luar biasa, Amerika Serikat harus disingkirkan dari gambaran dunia jika Antikristus ingin mencapai semua keinginannya. Agar diktator Timur Tengah mana pun dapat menyatukan kekuasaan dan menggunakan sumber daya minyaknya untuk mengendalikan dunia, AS pasti harus disingkirkan. Potongan lain teka-teki ini adalah kebencian luar biasa para fanatik Islam terhadap AS. Mereka menganggapnya sebagai negara Kristen dan menyaksikan kemewahan di tempat dia hidup dengan sejumlah besar kenajisan dan kekotoran seksual yang dilakukannya. Banyak orang fanatik seperti itu telah mengembangkan kebencian yang kuat padanya.
Di dalam hati, mereka memiliki tujuan yang kuat untuk menghancurkannya. Inilah bukti bagi siapa saja yang terbiasa dengan situasi dunia saat ini. Jangan berpikir bahwa 9-11 sudah cukup untuk memuaskan mereka. Tujuan Muslim radikal adalah penghancuran total Amerika Serikat.
BABEL YANG KAYA DAN GEMAR
MEMUASKAN DIRI
Pikiran-pikiran ini selaras dengan apa yang telah kita pelajari mengenai Babel pada buku pertama seri ini. Di sana, dari kitab Wahyu, dia digambarkan sebagai kota yang gemar memuaskan diri, kemewahan, dan penuh dosa. Dia angkuh, ingin mendominasi dunia, dan tidak punya rasa penyesalan. Kekayaan, pemborosan, dan nafsunya terhadap banyak hal menuntut jasa dari setiap kapal, pemilik kapal, dan pelaut (lihat Wahyu 17 dan 18).
Babel terisolasi dari dunia lain dan hanya memikirkan dirinya sendiri. Dosa yang ia buat, dalam hal perzinaan, percabulan, pembunuhan bayi yang belum lahir, homoseksualitas, dan hal-hal lain semacam itu, telah merajalela. Dia telah meninggalkan Tuhan sebagai Pelindungnya, mengusir Dia dari pemerintahan dan institusinya dan beralih ke berhala yang disebut sebagai sains dan humanisme. Akibatnya, Tuhan memutuskan untuk menghakiminya. (Untuk analisis yang lebih menyeluruh tentang hal ini, silakan merujuk ke buku sebelumnya yang berjudul Babel.)
Menariknya, Yang Mahatinggi memilih Antikristus dan sepuluh bangsanya untuk menjadi alat penghakiman-Nya. Merekalah yang akan menyerang dan membakarnya dengan api.
Ada tertulis: “Dan kesepuluh tanduk yang telah kau lihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api. Sebab Allah telah menerangi hati mereka untuk melakukan kehendak-Nya dengan seia sekata dan untuk memberikan pemerintahan mereka kepada binatang itu, sampai segala firman Allah telah digenapi” (Why. 17:16, 17).
Mari kita lihat ungkapan “membenci pelacur itu”. Sudah pasti bahwa banyak negara yang mungkin akan ambil bagian dalam skema Antikristus sudah membenci Amerika Serikat. Iran, misalnya, menyerang kedutaan AS dan menyandera beberapa tahun lalu, menyebut Amerika sebagai “Setan Besar”.
Kebencian di Timur Tengah terhadap AS luar biasa dan semakin meningkat dari hari ke hari. Tindakan teroris yang dilakukan ke Amerika dan sekutunya saat ini dimotivasi oleh kebencian yang mendalam. Orang-orang melihatnya sebagai masyarakat korup dan tidak bermoral yang melakukan apa pun yang diinginkannya di dunia, menginjak-injak siapa pun yang menghalangi jalannya.
Upaya militer Antikristus ke Babel mungkin akan terjadi dalam dua tahap. Pertama, dia harus menahannya sampai dia menyatukan kekuatannya. Lalu, secara alkitabiah, dia akan menghancurkannya sepenuhnya.
Siapa pun dia sebenarnya, AS pasti akan menentang kebangkitan Antikristus untuk berkuasa di Timur Tengah. Dia memiliki sejarah panjang campur tangan di wilayah itu. Jadi, bagaimana Antikristus bisa menetralkan ancaman ini sementara dia menyatukan kekuatannya?
Tahap pertama untuk “menahannya” mungkin dapat dilakukan lewat beberapa serangan memalukan dengan senjata pemusnah massal, baik senjata kimia, biologi, atau nuklir. Ini bisa jadi apa yang dimaksud oleh Alkitab saat dikatakan bahwa Antikristus akan “membuat dia [...] telanjang” (Why. 17:16).
Hubungannya di sini adalah ketika menelanjangi seseorang atau membuatnya telanjang, Anda mempermalukan mereka.
Jika Antikristus dapat memperoleh beberapa bom nuklir atau senjata lain seperti itu, dia lalu dapat menaruhnya di kapal kargo tua dan mengirimkannya ke pelabuhan Amerika. Atau dia bisa menyelundupkan beberapa senjata biologi ke negara itu. Lalu dia dapat menyerang satu tempat lalu berkata ke AS: “Saya punya lebih banyak senjata di negara Anda. Jangan ikut campur atau saya akan melakukannya lagi.”
Lewat ketakutan bahwa serangan semacam ini dapat terjadi, dia mungkin bisa membuat AS mentolerir tujuannya, setidaknya untuk sementara. Akhirnya, setelah mempermalukannya dan mendapatkan kerja sama yang tidak sepenuh hati untuk sementara waktu, dia lalu akan menghancurkannya dengan penuh kebencian.
Tentu saja, tidak ada yang bisa memprediksi bagaimana peristiwa ini bisa terjadi. Spekulasi semacam ini hanya diberikan untuk menunjukkan bagaimana hal-hal tersebut dapat terjadi di dunia saat ini. Walau banyak orang Amerika tidak berpikir bahwa kejadian itu dapat terjadi dan percaya bahwa pemerintah mereka dan bahkan Tuhan akan melindungi mereka, namun kenyataannya adalah bahwa Tuhan ada di sisi lain. Tuhan sendiri yang akan membantu Antikristus melaksanakan penghakiman-Nya atas Babel.
Betul sekali. Tuhan akan meletakkan kuasa-Nya di belakang Antikristus dan menggunakan dia untuk melaksanakan kehendak-Nya. Yang Mahakuasa sendiri yang akan memberdayakan manusia berdosa yang akan datang untuk menjatuhkan negara paling berkuasa dan paling kaya di dunia dan menghakimi dia. Ada tertulis lagi: “[...] sebab Allah telah menerangi hati mereka untuk melakukan kehendak-Nya [...] sampai segala firman Allah telah digenapi” (Why. 17:17).
Dengan urapan ilahi seperti itu, semua perlindungan di dunia, semua pengumpulan intelijen, dengan semua tindakan pengamanan tidak akan cukup untuk menghindari kehancuran akhir. Tolong, demi keselamatan Anda sendiri, janganlah bergantung pada pemerintah atau sumber daya manusia sebagai perlindungan.
BABEL YANG KAYA DAN BERDOSA DIHANCURKAN
Sebuah bagian di Daniel 8:23-25, mengatakan banyak hal yang mengonfirmasi bahwa negara yang kaya, berkuasa, berdosa, seperti Amerika Serikat, akan dihancurkan oleh Antikristus. Marilah kita meluangkan waktu dan menganalisis bagian ini bersama-sama.
Tertulis: “Dan pada akhir kerajaan mereka [kerajaan tiga binatang lainnya, kemungkinan Inggris, Rusia, dan Jerman], apabila orang-orang fasik telah penuh kejahatannya, [di sini terlihat keberdosaan si pelacur sudah mencapai puncaknya seperti tanah Kanaan sebelum Israel menghancurkannya (Kej. 15:16)] maka akan muncul seorang raja dengan muka yang garang dan yang pandai menipu.”
“Kekuatannya akan menjadi hebat, tetapi bukan berasal dari kekuatannya sendiri. [Kita telah melihat bagaimana Antikristus akan diberdayakan oleh iblis.] Dia akan menghancurkan secara menakutkan [mungkin merujuk ke serangan teroris], serta akan berhasil dan berkembang. Ia akan membinasakan orang-orang berkuasa [ini mungkin merujuk ke AS] dan juga orang-orang kudus [ini mungkin merujuk ke pembantaian orang-orang suci].”
Di petikan ini tertulis: “Dan oleh karena kelicikannya, penipuan yang dilakukannya akan berhasil; ia akan memegahkan dirinya dalam hatinya. Dia akan membinasakan banyak orang yang sedang berada dalam kemakmuran mereka. [Ini juga mungkin sedang mengatakan tentang kehancuran Babel yang makmur.] Ia juga akan bangkit melawan Raja segala raja, tetapi ia akan dihancurkan tanpa perbuatan tangan manusia.” Ayat lain yang menunjukkan kehancuran beberapa bangsa atau bangsa yang sangat kuat adalah Daniel 11:39, yaitu: “Dan ia [Antikristus] akan bertindak terhadap benteng-benteng terkuat.”
Saat ini, di wilayah dunia yang pernah diduduki Kekaisaran Ottoman (dari mana kerajaan Antikristus akan datang), ada beberapa negara yang memiliki atau segera memiliki senjata nuklir. Negara-negara ini juga memiliki dan terus menyempurnakan misil yang dapat membawa pada hulu ledak ini. Beberapa negara ini juga memiliki kapal selam nuklir “non-aktif” yang dibeli dari negara yang dulu bernama Uni Soviet.
Seperti spekulasi kita di buku Babel, akan sangat mungkin bagi AS untuk “dihancurkan dalam satu jam” “oleh tembakan” serangan nuklir. Serangan ini dapat terjadi hanya dengan beberapa kapal dan kapal selam, masing-masing membawa rudal dalam jumlah terbatas.
Kapal-kapal itu tidak harus kapal militer. Kapal kargo biasa dapat membawa rudal di palka. Rudal dapat diluncurkan hanya dengan membuka tutup dan menekan tombol. Kapal itu bisa tetap berada di luar perairan teritori Amerika Serikat, namun dapat menghantam semua kota besar, bahkan sampai ke pedalaman negara itu. Serangan dari kira-kira 20 misil nuklir dengan masing-masing kapasitas adalah 10 hulu ledak dengan kemampuan menghantam banyak atau sebagian besar kota-kota besar akan benar-benar menghancurkan negara itu.
Sebagai contoh bagaimana ini bisa terjadi, sudah ada laporan berita terbaru di web yang mengindikasikan bahwa Iran menempatkan sebagian dari rudal jarak jauhnya di kapal kargo. Lebih jauh, Presiden Georgia yang sekarang, telah mengungkapkan bahwa di tahun 1999, negaranya menjual dua belas rudal jelajah yang tersisa dari era Soviet ke Iran. Artinya, mereka punya waktu 17 tahun (sampai sekarang) untuk meniru dan memproduksinya.
Jika dan kalau mereka berhasil memproduksi senjata nuklir, ini akan dapat dengan mudah dipasang di hulu ledak rudal. Meskipun kita tidak dapat mengetahui masa depan atau apakah Iran akan terlibat dalam skenario akhir zaman, mereka sudah pasti berada di tempat yang tepat secara geografis.
Saya diberi tahu oleh seorang teman ilmuwan saya bahwa orang dengan niat sangat jahat dapat memperparah serangan ini. Jika sejumlah besar logam kobalt dimasukkan ke hulu ledak (misalnya selubung di sekitar bom yang sebenarnya), area di mana hantaman rudal akan terkontaminasi oleh radiasi selama tujuh hingga delapan ratus tahun atau bahkan lebih. Artinya, wilayah itu tidak akan dapat dihuni dan tidak ada yang dapat dengan aman melewatinya atau mendekatinya selama berabad-abad.
Saat ini, Amerika Serikat berupaya sangat keras untuk mengembangkan perisai rudal. Mereka menciptakan berbagai cara untuk mencegat dan menangkis rudal yang masuk. Namun, jika serangan ini diluncurkan dekat dengan perbatasan, mungkin tidak akan sempat terdeteksi, dan tidak akan sempat untuk mengaktifkan pertahanan dan mencegat rudal itu.
Alkitab berkata Tuhan akan bekerja melawan Babel dan membantu musuh-musuhnya menghancurkan dia. Dia akan mengurapi Antikristus dan sepuluh rajanya untuk menjalankan penghakiman-Nya atas Babel. Jangan menaruh harapan pada pertahanan misil.
Beberapa mungkin berdebat dengan saya bahwa setidaknya sebagian dari militer AS pasti akan selamat dari serangan tersebut dan akan membalas, lalu akan melenyapkan Antikristus atau kerajaannya. Tentu saja saya tidak bisa mengatakan apa yang mungkin atau tidak mungkin mereka lakukan.
Tapi, saya tahu bahwa selama era perang dingin, ada perdebatan besar mengenai apakah AS akan menanggapi serangan nuklir Soviet skala penuh atau tidak. Banyak yang berpikir bahwa mereka tidak akan melakukannya. Hilangnya nyawa dan kurangnya manfaat selain balas dendam mungkin bisa mengurangi hal itu.
Juga, jika kepemimpinan negara dihancurkan, atau jika presiden atau pemimpin yang selamat agak ragu-ragu, pembalasan mungkin tidak akan terjadi.
Tentu, karena Tuhanlah yang menghakimi Babel melalui Antikristus, Dia tahu apa yang akan terjadi. Tuhan sendirilah yang akan mengatur seluruh situasi.
KEHANCURAN BABEL
Pembaca mungkin ingin meluangkan waktu dan membaca Yeremia, pasal 50 dan 51. Di sini kami telah memerinci kehancuran Babel. Namun saat Anda membaca, harap ingat bahwa bagian nubuat ini mengacu ke Babel kuno dan sebagian lagi ke yang modern.
Beberapa dari ayat-ayat ini telah digenapi dan beberapa akan digenapi di masa depan. Sangat mungkin bahwa banyak yang bermakna ganda dan berlaku bagi kedua “Babel”. Ayat mana yang tepat untuk masing-masing dan mana yang tepat untuk keduanya hampir tidak mungkin dipisahkan. Saat membaca, Anda pasti akan melihat pada beberapa ayat tentang peristiwa yang dapat dengan mudah terjadi saat ini. Di antaranya adalah beberapa poin yang tampak sangat jelas.
Babel dihancurkan oleh orang yang datang “dari utara” (Yer. 50:3), “sekumpulan bangsa-bangsa yang besar dari utara” (Yer. 50:9), dan “suatu bangsa” yang “akan datang dari utara” (Yer. 50:41). Anda mungkin ingat bahwa sebagian besar Kekaisaran Ottoman lama berada di “utara” Israel.
Bagian-bagian ini sepertinya tidak menuntut bahwa negara yang menghancurkan “Babel akhir zaman” secara harfiah berada di “utara” secara geografis. Misalnya, satu-satunya negara di utara AS adalah Kanada. Itu hanya menunjukkan di mana posisinya sehubungan dengan Israel, jadi hal itu menunjukkan posisi geografis yang dapat dipahami oleh orang Yahudi pada masa itu. Penafsiran ini persis sama dengan apa yang telah kita lihat mengenai kerajaan Antikristus yang datang dari Timur Tengah.
DIHANCURKAN OLEH “PANAH”
Ketika Anda membaca dua pasal ini, jelas akan ada penekanan kuat pada “panah”. Babel pada dasarnya dihancurkan oleh panah. Ada tertulis: “Panah-panah mereka adalah seperti pahlawan yang mujur, yang tidak pernah kembali dengan tangan hampa” (Yer. 50:9). “[…] menyerang Babel dari segala pihak, hai semua orang pemanah! Panahlah kepadanya, janganlah merasa sayang akan anak panah” (Yer. 50:14).
“Kerahkanlah penembak-penembak melawan Babel, semua orang pemanah! Berkemahlah mengepungnya, supaya jangan ada yang lolos!” (Yer. 50:29). Para penyerang dari utara “[...] memakai panah dan tombak” (Yer. 50:42). “Hendaklah si pemanah membidikkan panahnya” (Yer. 51:3). “Lancipkanlah anak-anak panah” (Yer. 51:11).
Ayat-ayat mengenai panah ini bisa merujuk, dan mungkin merujuk rudal yang diluncurkan di Babel. Misalnya, rudal meluncur di udara seperti panah dan sering kali “berkilau” karena lapisan logamnya. Tentu saja, gagasan ini tidak dapat dibuktikan. Pada zaman Yeremia, tidak ada rudal. Panah atau tombak adalah hal yang paling mendekati rudal yang bisa diketahui atau dipahami oleh orang di masa itu. Jadi, sangat mungkin bahwa Tuhan memakai kata “panah” untuk melambangkan sesuatu di masa depan.
Namun sekarang kita sampai pada fakta yang mencengangkan. Ini sangat penting. Babel Kuno dulu tidak dihancurkan oleh panah! Ia ditaklukkan oleh sekop. Bangsa Media dan Persia menghabiskan waktu menggali lubang untuk mengalihkan Sungai Efrat. Sungai ini mengalir di bawah tembok Babel, melewati kota sampai sisi yang lain.
Dengan mengalihkan sungai, pasukan penyerang menurunkan ketinggian sungai agar mereka bisa masuk ke bawah tembok, lalu menaklukkan kota. Penyerbu ini hampir tidak menghadapi perlawanan berarti. Pertahanan Babel kuno dianggap tidak berguna. Karena secara harfiah Babel kuno tidak dihancurkan oleh pemanah atau panah, kita sampai pada kesimpulan bahwa ayat-ayat ini pasti berlaku bagi Babel akhir zaman.
Ciri lain kedua pasal ini adalah penghancuran Babel oleh “api” dan kebinasaan yang diakibatkannya. Akibatnya menjadi tidak bisa dihuni, juga disebutkan. Yeremia 50:3 mengatakan serangan itu “membuat negerinya menjadi tempat tandus”.
“Karena murka Tuhan negeri itu tidak akan didiami lagi, sama sekali akan menjadi tempat tandus. Setiap orang yang melewati Babel akan merasa ngeri dan akan bersuit karena pukulan-pukulan yang dideritanya” (Yer. 50:13).
Dikatakan Babel akan “menjadi kengerian di antara bangsa-bangsa!” (Yer 50:23) dan bahwa para penyerangnya akan “mendatanginya dari segala jurusan” (Yer. 50:26). Tuhan akan “menyalakan api di kota-kotanya [Babel] [penting bahwa ini mengatakan lebih dari satu kota] yang akan menghanguskan segala apa yang di sekitarnya” (Yer. 50:32).
Babel “tidak akan didiami lagi untuk seterusnya dan tidak akan ditinggali lagi turun-temurun” (Yer 50:39). Kehancuran Babel disamakan dengan Sodom dan Gomora, di mana api jatuh dari surga yang membuatnya tidak dapat dihuni lagi (Yer. 50:40). Tuhan akan menjadikan Babel “gunung pemusnah” dan dia “akan menjadi tempat tandus yang kekal” (Yer. 51:25, 26).
Dia akan menjadi “tempat kengerian dan suitan, tanpa penduduk” (Yer. 51:37). “Kota-kotanya [lagi-lagi lebih dari satu, menunjukkan suatu bangsa] sudah menjadi tempat tandus, menjadi negeri yang kering dan padang belantara, negeri yang tidak didiami oleh seorang pun dan yang tidak dilewati oleh seorang manusia pun” [mungkin karena residu radiasi] (Yer. 51:43).
Jika penulis benar dan Babel modern akan dihancurkan oleh serangan nuklir, ini akan menimbulkan semua dampak yang telah kita baca. Jelas, serangan nuklir berskala besar seperti itu juga akan mencemari udara, yang jika bergerak ke seluruh dunia, juga akan berdampak ke bangsa lain. Mungkin saja negara lain akan berupaya menghadapi serangan dan sumber radiasi ini, seperti yang dilakukan saat ada bencana Chernobyl di Uni Soviet, tetapi upaya itu hanya akan membuahkan hasil kecil. Mungkin inilah mengapa “Bangsa-bangsa bersusah-susah untuk yang sia-sia dan suku-suku bangsa berlelah untuk api saja” (Yer. 51:58).
KELUAR DARI BABEL
Konsekuensi serangan ini sangat parah dan mematikan. Maka, Tuhan terus menerus memperingatkan umat-Nya untuk keluar dari Babel. Tuhan berkata: “Keluarlah dari Babel!” (Yes. 48:20). Dan lagi Dia berkata: “Larilah dari tengah-tengah Babel” (Yer. 50:8). Dia memperingatkan: “Larilah dari tengah-tengah Babel, hendaklah setiap orang menyelamatkan nyawanya” (Yer. 51:6).
Tuhan lebih jauh menasihati: “Keluarlah dari tengah-tengahnya, hai umat-Ku! Hendaklah setiap orang menyelamatkan nyawanya dari murka Tuhan yang menyala-nyala itu” (Yer. 51:45). Akhirnya, Tuhan menasihati kita dengan suara dari surga yang mengatakan: “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya” (Why. 18:4).
Ada kemungkinan bahwa setelah serangan ini, beberapa penduduk Babel masih bisa melarikan diri. Seperti disebutkan di buku, Babel, ada kemungkinan jutaan orang akan selamat dari serangan ini. Beberapa, karena tempat tinggal mereka, mungkin bisa menyeberangi perbatasan atau lewat laut dan lolos dari tulah dan kematian. Kepada mereka Tuhan berkata: “Kamu, orang-orang yang terluput dari pedang, pergilah, janganlah berhenti!” (Yer. 51:50).
Artinya, mereka yang selamat harus mengambil setiap peluang untuk pergi dan terus berjalan sampai mereka tiba di tempat yang aman. Hebatnya, bahkan setelah serangan seperti itu, beberapa masih tampak enggan untuk pergi! Namun Tuhan mendesak mereka untuk melakukannya demi kebaikan mereka sendiri.
Sejak menulis buku Babel, saya menerima tanggapan dari banyak saudara dan saudari. Salah satu komentar yang telah disampaikan beberapa kali adalah bahwa tidak seorang pun benar-benar perlu meninggalkan Babel. Tuhan pasti akan melindungi orang Kristen di mana pun mereka berada. Karena ada begitu banyak orang beriman di Amerika, Tuhan pasti mengasihi mereka dan tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada mereka.
Pemikiran ini adalah kebodohan. Jika pengenalan kita atas Babel benar, maka penghakiman Tuhan atasnya akan lama dan berat. Perintah-Nya kepada umat-Nya yang tinggal di sana sangat jelas: “Keluar, keluar, keluar, keluar!”
Jika kita tidak menaati suara-Nya, maka kita akan menderita karena ketidaktaatan kita. Kita akan ikut mengalami penghakiman yang akan diberikan Tuhan kepadanya yaitu: api, duka, kematian, dan kelaparan.
Saat ini adalah waktu yang tepat untuk mulai bersiap untuk meninggalkan tempat yang akan dihakimi oleh Tuhan dalam waktu dekat. Semakin Anda siap, semakin mudah bagi Anda untuk melarikan diri ketika tanda-tanda yang disebutkan dalam buku ini mulai terjadi.
Semakin lama Anda menunggu, menikmati kemudahan dan kesenangan masyarakat Babel, maka situasinya akan semakin sulit dan banyak tekanan ketika peristiwa akhir zaman mulai terungkap.
Akhir bab 5
Baca bab-bab lain secara online: