Pelayanan Sebutir Gandum

Membaca Online
Tanda Akhir Zaman

EMPAT METERAI

Bab 2

Tanda Akhir Zaman, buku oleh David W. Dyer

PUBLIKASI MINISTRIES “A GRAIN OF WHEAT”

Oleh David W. Dyer

Diterjemahkan oleh L. Yunnita

DAFTAR ISI

Bagian I - Babel

Bab 1: SI PELACUR

Bab 2: BABEL

Bab 3: DARAH PARA MARTIR

Bab 4: BABEL SAAT INI

Bab 5: KEHANCURAN BABEL

Bab 6: UMAT-KU PERGILAH DARI PADANYA

Bab 7: GEREJA KATOLIK ROMA

Bagian II - Antikristus

Bab 1, BAGIAN I: DOMBA DAN KAMBING

Bab 1, BAGIAN II: "NUBUAT SEJARAH"

Bab 1, BAGIAN III: EMPAT BINATANG BUAS

Bab 1, BAGIAN IV: GAMBARAN NEBUKADNEZAR

Bab 2: ANTIKRISTUS

Bab 3: SATU PEMERINTAHAN DUNIA

Bab 4: JADWAL TUHAN

Bab 5: BABEL

Bab 6: PERANG MELAWAN ORANG-ORANG KUDUS

Bab 7: TANDA BINATANG BUAS

Bab 8: PENGANIAYAAN

Bab 9: TANDA-TANDA PENTING

Bab 10: LAYAK UNTUK MELARIKAN DIRI

Bagian III - Tanda Akhir Zaman

Bab 1: DUASAKSI

Bab 2: EMPAT METERAI (Bab saat ini)

Bab 3: SANG ANAK LAKI-LAKI

Bab 4: KEMURTADAN BESAR

Bab 5: KEHANCURAN TIBA-TIBA



2. EMPAT METERAI

Pesan berikut tentang pembukaan empat meterai pertama diambil dari kitab Wahyu pasal 5 dan 6. Anda mungkin ingat bahwa dalam penglihatan ini, Rasul Yohanes melihat sebuah gulungan kitab dengan tulisan di kedua sisinya dan disegel dengan tujuh meterai. Rasul Yohanes mulai menangis karena tidak ada seorang pun baik di surga maupun di bumi yang dapat membuka gulungan kitab tersebut atau melihat isinya.

Kemudian, dia melihat seekor Anak Domba seperti yang telah disembelih. Dia adalah Pribadi yang dinyatakan layak untuk menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya.

Dalam penglihatan ini, Yesus Anak Domba Allah mulai membuka meterai itu satu per satu. Ketika meterai pertama ini dibuka, ada seekor kuda dan penunggangnya datang untuk melakukan sesuatu di bumi. Mari kita membacanya bersama dari kitab Wahyu pasal 6 tentang keempat penunggang kuda ini, dimulai dengan ayat 1.

“Lalu aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh, ‘Mari!’ Aku melihat: Sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

Ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kedua, aku mendengar makhluk yang kedua berkata, ‘Mari!’ Lalu majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah seperti nyala api dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar.

Ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata, ‘Mari!’ Aku melihat: Sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya. Aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata, ‘Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah merusak minyak dan anggur itu.’

Ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keempat, aku mendengar suara makhluk yang keempat berkata, ‘Mari!’ Aku melihat: Sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi.” (Why. 6:1-8).

Ini benar-benar penglihatan yang menakutkan karena berisi tentang hal-hal yang Tuhan katakan akan terjadi pada akhir zaman ini. Dibukanya keempat meterai pertama ini berarti akhir zaman telah dimulai, maka sangat penting untuk mempelajari maknanya.

PENJELASAN UMUM

Sejak saya menjadi seorang Kristen, saya telah bertemu dengan berbagai guru Alkitab yang menjelaskan tentang ayat-ayat ini. Banyak penafsir masa kini memiliki pandangan yang sama. Beberapa ajaran mengatakan bahwa penunggang kuda pertama yang menunggang kuda putih melambangkan Yesus atau Injil. Penunggang kedua melambangkan perang, penunggang ketiga melambangkan kelaparan, dan penunggang kuda keempat melambangkan kematian.

Entah bagaimana, tidak ada satu pun dari penjelasan ini yang benar-benar memuaskan saya. Saya merasa apa yang mereka sampaikan tidak memiliki wahyu atau makna yang sesungguhnya. Tidak ada sesuatu yang baru, berbeda, atau penting yang disajikan.

Sebagai contoh, penunggang kuda pertama seharusnya ditafsirkan sebagai Yesus atau Injil. Penafsiran ini didasarkan pada kuda yang berwarna putih dan penunggangnya yang memiliki mahkota. Mungkin penafsiran ini dibuat karena di kemudian hari dalam Wahyu, Yesus juga digambarkan menunggang kuda putih (Why. 19:11-16). Dalam gambaran itu, Dia memiliki “banyak mahkota” dan, bukannya busur, namun pedang yang keluar dari mulut-Nya.

Tetapi apakah kuda putih dan penunggangnya yang memiliki mahkota benar-benar wahyu? Bagaimana mungkin “Injil” akan diberitakan pada akhir zaman? Injil telah diberitakan selama hampir dua ribu tahun. Apakah menafsirkan penunggang ini sebagai Yesus atau “Injil” benar-benar menunjukkan kepada kita sesuatu yang baru, penting, atau relevan? Penjelasan ini sepertinya hanya pengulangan dari sejarah kuno. Bagaimana ini bisa menjadi penafsiran dari penglihatan yang begitu penting?

Selanjutnya, sebagian besar tafsiran mengatakan bahwa kuda merah dan penunggangnya melambangkan perang. Wahyu macam apakah ini? Peperangan telah terjadi di berbagai belahan dunia selama ribuan tahun, baik sebelum maupun sesudah kedatangan Kristus. Jadi, mengapa terjadinya peperangan di akhir zaman dianggap sebagai sesuatu yang baru atau berbeda? Apakah penafsiran ini menawarkan pemahaman yang baru atau berharga? Sepertinya tidak.

Kemudian, kita sampai pada meterai ketiga. Penjelasan populer untuk penunggang kuda ini tampaknya sangat tidak akurat. Seperti yang telah disebutkan, sebagian besar tafsiran menyatakan bahwa meterai ini melambangkan kelaparan, namun bagian-bagian yang berbeda dari ayat-ayat itu tampaknya tidak sesuai dengan gagasan ini.

Kita bisa berargumentasi bahwa kelaparan biasanya terjadi karena faktor-faktor seperti kekeringan, perang, atau gangguan dalam produksi atau transportasi makanan. Namun, faktor-faktor ini tidak hanya berdampak pada kelangkaan gandum dan jelai, seperti yang disebutkan dalam nubuat, tetapi juga berdampak pada barang-barang seperti minyak dan anggur, yang berasal dari pohon zaitun dan kebun anggur.

Namun demikian, kita mendengar suara yang berkata, “[...] dan jangan merusak minyak dan anggur.” Dalam hal ini, “merusak” berarti mengurangi pasokan atau produksi minyak dan anggur. Tentu saja, kelaparan atau penyebab serupa lainnya akan menyebabkan berkurangnya pasokan minyak dan anggur. Saya tidak dapat membayangkan skenario di mana pasokan gandum dan jelai berkurang, tetapi penduduk masih memiliki persediaan minyak dan anggur yang normal.

Tidak puas dengan penjelasan yang saya terima, saya mulai mendekatkan diri kepada Tuhan untuk memahami hal-hal ini. Apa yang akan saya bagikan kepada Anda adalah hasil dari doa dan pencarian saya yang sungguh-sungguh untuk menemukan makna yang sebenarnya dari ayat-ayat dalam kitab Wahyu ini.

Penjelasan yang akan Anda baca ini tidak diterima melalui penglihatan atau wahyu yang luar biasa. Namun, saya percaya bahwa semua itu berasal dari Tuhan. Terlepas dari keakuratannya, pesan ini masih menyimpan kebenaran penting yang dapat diterapkan dalam kehidupan setiap orang beriman. Jadi, marilah kita bersama-sama membuka Alkitab, membuka hati kita kepada Tuhan, dan mencari tahu apa yang Dia sampaikan kepada kita melalui penjelasan ini.

KUDA ZAKHARIA

Anda mungkin ingat bahwa sesuatu yang sangat mirip dengan keempat penunggang kuda ini juga disampaikan dalam kitab Zakharia, meskipun dalam bentuk yang agak berbeda. Dalam Zakharia pasal 6, ayat 1-8, kita menemukan gambaran tentang empat kereta yang ditarik oleh sekelompok kuda dengan warna yang berbeda yang muncul dari balik gunung yang terbuat dari tembaga.

Logam kuningan sering melambangkan penghakiman dalam kitab suci. Para penunggang kuda ini akan muncul tepat sebelum hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu tiba.

Penjelasan berikut diberikan kepada nabi Zakharia ketika dia melihat kereta-kereta dengan kuda-kuda yang berbeda warna ini. Malaikat itu berkata, “Semuanya ini keluar ke empat penjuru langit sesudah mereka menghadap Tuhan seluruh bumi” (Zak. 6:5). Ini merupakan petunjuk penting untuk memahami nubuat dalam kitab Wahyu. Keempat kuda ini kemungkinan besar mewakili empat roh, mirip dengan kuda dan kereta yang ada dalam Zakharia.

Roh memiliki kekuatan supranatural dan kemampuan untuk memengaruhi pikiran manusia, bahkan membentuk jalannya dunia. Tampaknya keempat roh ini datang dari hadirat Tuhan untuk memengaruhi situasi dan peristiwa dalam persiapan untuk akhir zaman.

Dalam kitab Wahyu, ada tiga roh najis yang menyerupai katak keluar dari mulut binatang, nabi palsu dan naga. Roh-roh ini memiliki kemampuan untuk memengaruhi manusia dan bangsa-bangsa untuk bersatu dan berperang melawan Anak Domba (Why. 16:13-16). Roh-roh ini memiliki kemampuan untuk memengaruhi pikiran dan tindakan manusia dan bangsa-bangsa, mendorong mereka bergabung untuk melakukan peperangan.

Jadi, kita dapat menyimpulkan bahwa keempat penunggang kuda yang disebutkan dalam kitab Wahyu ini juga merupakan roh-roh yang diutus Tuhan untuk mencapai tujuan tertentu di bumi. Saya percaya bahwa tujuan ini adalah untuk membuka jalan bagi “akhir zaman”. Masing-masing penunggang kuda ini terlibat dalam tugas-tugas yang berbeda yang bertujuan untuk mempersiapkan bumi dalam menghadapi peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di akhir zaman.

Sebelum kita melihat ayat-ayat ini, penting untuk dicatat bahwa meterai-meterai ini tidak harus melambangkan penghakiman atau bencana. Meskipun banyak yang berpikir meterai itu menandakan bencana, namun kitab suci tidak secara eksplisit mengatakan demikian. Sebenarnya, meterai-meterai ini adalah makhluk-makhluk rohani yang diutus Tuhan untuk memenuhi tujuan-Nya di bumi. Tujuan-tujuan ini mungkin atau mungkin tidak melibatkan bencana.

Hal penting lainnya yang perlu dipertimbangkan bahwa peristiwa-peristiwa dalam kitab Wahyu ini diibaratkan seperti “sakit bersalin” (1Tes. 5:3). Mirip dengan sakit persalinan pada wanita hamil yang akan meningkat secara bertahap. Namun, seiring dengan berjalannya proses persalinan, rasa sakit tersebut menjadi lebih sering dan intens. Pola ini terus berlanjut hingga rasa sakit terjadi hampir terus menerus, mencapai intensitas dan rasa sakit yang tak tertahankan, yang pada akhirnya berpuncak pada kelahiran bayi.

Ini memberikan gambaran yang jelas dan tepat tentang bagaimana peristiwa-peristiwa di akhir zaman akan terjadi. Kejadian-kejadian awal mungkin berjarak beberapa tahun, tetapi seiring berjalannya waktu, kejadian-kejadian selanjutnya akan lebih sering terjadi dan lebih intens.

METERAI PERTAMA DIBUKA

Meterai pertama digambarkan sebagai seorang penunggang kuda yang pergi “menaklukkan dan untuk menaklukkan”. Menurut pendapat saya, meterai pertama ini telah dibuka, sekitar lima ratus tahun yang lalu. Pada saat itu, ada bumi mulai mengalami suatu perubahan besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Peradaban “Barat” seperti yang kita kenal sekarang, mulai bergerak “maju” menaklukkan dan untuk menaklukkan dari asalnya di Eropa. Mulai saat ini sampai beberapa abad kemudian, semangat “menaklukkan” ini menyebar di antara banyak negara Eropa.

Para penjelajah, “penakluk” dan berbagai petualang memulai misi untuk menaklukkan wilayah baru. Sepertinya ada kekuatan atau semangat yang mendorong mereka untuk terus menjelajah ke tempat yang tidak diketahui untuk mengejar petualangan dan kekayaan. Dalam rentang waktu yang relatif singkat, seluruh dunia dijajah dan “ditaklukkan” oleh bangsa-bangsa Eropa, termasuk Spanyol, Prancis, Italia, Portugal, Belanda, dan Inggris selama beberapa ratus tahun.

Sebagai contoh, pengaruh “semangat” untuk menjelajah dan menaklukkan ini sangat kuat di benua Amerika Utara. Selama ekspansi ke arah barat di benua itu, banyak orang yang melakukan hal-hal yang tampak bodoh atau tidak masuk akal.

Banyak orang yang meninggalkan rumah, keamanan, keluarga, lingkungan mereka untuk memulai perjalanan yang sangat berbahaya melalui medan yang tidak bersahabat untuk mencapai tujuan yang sama sekali tidak diketahui. Kebanyakan dari mereka hanya memiliki sedikit informasi mengenai tujuan mereka, sebagian besar hanya mengandalkan informasi dari mulut ke mulut. Mereka melakukan tindakan yang tampaknya tidak logis dan rasional ini karena didorong oleh kekuatan roh.

Ekspansi dan penjajahan di seluruh dunia ini adalah menyebabkan peradaban Eropa tersebar ke seluruh dunia. Belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah dunia, perpindahan dan penyebaran manusia yang begitu luas, kecuali mungkin setelah air bah. Memang, upaya penjelajahan dan penaklukan yang luar biasa, berkepanjangan, dan luas ini ada.

Tampaknya hal ini diperlukan untuk mempersiapkan peristiwa-peristiwa yang akan datang. Mungkin Tuhan memang sudah merencanakan untuk menyebarkan umat manusia dengan cara ini.

Tentu saja saya menyadari bahwa sudah ada penduduk asli di wilayah-wilayah tersebut ketika para penjajah ini datang. Namun, yang ingin saya sampaikan adalah bahwa orang-orang Eropa menjelajah seluruh dunia untuk menaklukkan dan memperluas kerajaan mereka. Ini merupakan satu periode ekspansi dan “penaklukan” yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mungkin tidak akan terulang lagi.

Bangsa-bangsa ini tidak hanya memperluas wilayah mereka, tetapi yang lebih penting lagi, bangsa-bangsa ini turut menyebarkan Injil Yesus Kristus sampai ke ujung bumi. Penaklukan dan penjelajahan ini membuka jalan bagi banyak orang untuk melakukan hal yang sama. Tak lama setelah “penaklukan” ini, banyak misionaris mulai mengikuti jejak mereka.

Inilah yang menjadi tujuan roh pertama atau penunggang kuda, yaitu memotivasi orang-orang Eropa untuk menjelajah dan menaklukkan seluruh dunia, sehingga Injil yang pada saat itu hanya terbatas di Eropa, dapat tersebar hingga pelosok dunia.

Para imam sering dibawa dalam misi penaklukan yang sebagian besar dilakukan oleh negara-negara Katolik Roma, tetapi banyak misionaris Protestan yang juga turut serta di dalamnya. Selama lebih dari lima ratus tahun yang lalu, gereja Kristen telah menyebar secara signifikan di daerah-daerah yang ditaklukkan ini. Tentunya, ekspansi ini sangat penting untuk apa yang akan terjadi di akhir zaman.

METERAI KEDUA

Penunggang kuda meterai kedua mungkin agak lebih mudah dikenali. Dia mengendarai kuda merah dan mengenakan pedang yang besar. Dia diberikan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga manusia saling membunuh.

Sebagian dari pembaca mungkin masih ingat tentang perang dunia pertama dan kedua. Meskipun perang telah menjadi bagian dari sejarah manusia selama ribuan tahun, namun perang yang melibatkan seluruh penduduk dunia seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Ayat tersebut berbunyi, “Dan kepadanya diberikan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi”.

Hampir setiap negara di seluruh dunia pernah terlibat dalam Perang Dunia I dan II. Pasti ada satu kekuatan roh yang bekerja di Jerman dan negara-negara lain pada masa itu. Kekuatan roh tersebut juga bekerja dalam diri Adolf Hitler dan orang-orang di sekitarnya. Pada masa Adolf Hitler, seluruh bangsa Jerman dikerahkan untuk melakukan perang, yang mengakibatkan jutaan korban jiwa. “Dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar.”

Dilihat dari sudut pandang kenabian, dua perang dunia dan kekejaman yang dilakukan di Jerman terhadap orang-orang Yahudi membawa dampak yang cukup mengejutkan. Dampak ini tidak pernah diduga sebelumnya, yaitu berkumpulnya kembali orang-orang Yahudi di tanah mereka sendiri. Dunia, terutama Amerika Serikat dan Inggris, tergerak oleh peristiwa ini sehingga terjadi sesuatu yang oleh banyak ahli Alkitab dianggap mustahil, yaitu berdirinya kembali Israel sebagai sebuah bangsa.

Setelah tersebar ke seluruh dunia selama hampir dua ribu tahun, orang-orang Yahudi kini kembali ke negerinya sendiri. Penggenapan nubuat ini sangat penting dalam mempersiapkan kedatangan Yesus yang kedua kali. Ketika Yesus datang kembali, Dia kembali ke tanah Israel. Kedatangan-Nya akan terjadi di Bukit Zaitun (Zak. 14:4). Dia akan kembali sekali lagi kepada umat-Nya dari Perjanjian Lama.

Meskipun dampak dari kedua perang dunia ini tidak biasa dan tidak terduga, tetapi ini adalah sesuatu yang sudah dirancang Tuhan untuk menggenapi tujuan dan rencana-Nya. Hal ini merupakan fakta sejarah dan juga sangat penting bagi penggenapan pekerjaan Tuhan di akhir zaman.

METERAI KETIGA

Sekarang, mari kita membahas meterai ketiga secara mendetail. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, beberapa ahli Alkitab mengatakan bahwa meterai ini melambangkan kelaparan. Namun, saya ingin menunjukkan bagian lain dalam kitab suci yang menyajikan perspektif yang berbeda. Seperti yang Anda ketahui, salah satu cara terbaik untuk menafsirkan kitab suci adalah dengan melihat ayat-ayat lain tentang topik yang sama atau serupa. Memahami kitab suci dengan menggunakan kitab suci lain adalah salah satu cara yang dapat diandalkan untuk menemukan kebenaran, karena mengandalkan tebakan atau imajinasi saja tidak cukup.

Dalam Wahyu ada tertulis bahwa satu takaran gandum dijual sedinar dan tiga takaran jelai dijual sedinar.

Dalam kitab 2 Raja-raja, kita menemukan ayat-ayat yang sangat mirip dengan ayat ini. Bahkan, nubuat Wahyu hampir merupakan kutipan kata demi kata dari 2 Raja-raja 6:24 dan 7:20. Dalam 2 Raja-raja ada tertulis tentang kelaparan yang benar-benar terjadi.

Saat itu kota Samaria sedang dikepung oleh tentara Siria dalam waktu yang cukup lama. Sebagai akibatnya, makanan menjadi sangat langka, kepala keledai pun dijual seharga 80 keping perak dan “seperempat kab kotoran burung merpati” dijual seharga lima keping perak.

Saya tidak tahu seberapa besar “kab” itu, tetapi saya dapat membayangkan bahwa jika Anda bersedia membayar lima keping perak untuk kotoran merpati, Anda pasti sangat lapar. Ini adalah kelaparan yang sangat parah. Ada beberapa upaya untuk tidak mengakui kenyataan bahwa orang-orang ini benar-benar sangat lapar sehingga mereka bersedia memakan kotoran itu dengan mengatakan bahwa kotoran ini akan digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak.

Namun, makanan macam apa yang bisa mereka masak? Jelas bahwa kotoran ini tidak hanya dibeli oleh sejumlah kecil orang yang terpaksa untuk memasak dan memakan anak-anak mereka sendiri karena kelaparan yang ekstrem (2Raj. 6:28, 29).

Dalam keadaan yang sangat memprihatinkan ini, nabi Elisa menyampaikan pesan berikut: “Besok kira-kira waktu ini satu seah tepung terbaik berharga satu syikal dan dua seah jelai berharga satu syikal di pintu gerbang Samaria” (2Raj. 7:1). Ayat-ayat ini paralel dengan ayat yang ada dalam kitab Wahyu. Dalam hal ini, hamba Tuhan ini menubuatkan kelimpahan, meyakinkan mereka bahwa keesokan harinya akan ada kelimpahan yang luar biasa dan ada cukup untuk semua orang dengan harga yang terjangkau.

Namun, pelayan pribadi raja tidak percaya pada nubuat Elisa, dan berkata: “Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, bagaimana mungkin hal itu terjadi?” Elisa sedang berbicara tentang kemakmuran yang begitu besar sehingga pelayan pribadi raja ini tidak dapat membayangkannya. Dia membayangkan hal itu hanya bisa terjadi jika tingkap-tingkap di langit terbuka dan makanan dicurahkan dari sana.

Anda mungkin ingat kelanjutan ceritanya. Malam itu empat orang kusta yang sedang duduk di luar gerbang kota memutuskan untuk pergi ke perkemahan orang Siria. Mereka berpikir, “Jika kita tetap duduk di sini, kita akan mati kelaparan, tetapi jika kita pergi ke tentara musuh, mungkin mereka akan mengasihani kita dan memberi kita makan”.

Namun, ketika sampai di sana, mereka menemukan perkemahan itu kosong. Pasukan musuh itu telah ditakut-takuti oleh malaikat Tuhan. Akibatnya, keesokan paginya, gerbang kota dibuka, dan semua orang bergegas keluar untuk mengumpulkan makanan dan melakukan jual beli dengan bebas.

Bacaan ini mendorong kita untuk merenungkan kembali ayat-ayat dalam Wahyu tentang penunggang kuda hitam. Karena kemiripannya dengan ayat-ayat dalam 2 Raja-raja sehingga hampir merupakan pengulangan dari nubuat Elisa, tetapi tampaknya kelaparan atau kelangkaan makanan tidak ditunjukkan sama sekali. Sebaliknya, hal ini itu tampaknya menggambarkan masa kelimpahan.

Mendukung penafsiran ini adalah bagian yang kami sebutkan sebelumnya yang mengatakan, “Tetapi janganlah merusak minyak dan anggur itu” (Why. 6:6). Pada masa itu, minyak dan anggur dianggap sebagai hal-hal yang dimiliki dan dinikmati orang pada masa kemakmuran. Memiliki cukup minyak dan anggur dianggap sebagai perwujudan berkat Tuhan kepada umat-Nya yang taat (lihat Ul. 7:13). Oleh karena itu, kita dapat menyimpulkan bahwa, ayat-ayat ini bukan berbicara tentang kelaparan, tetapi sedang memperkirakan tentang masa kelimpahan dan kemakmuran.

Meskipun beberapa orang berpendapat bahwa meterai- meterai ini pasti melambangkan bencana, tidak ada satu pun ayat dalam kitab ini yang menuntun ke penafsiran seperti itu. Oleh karena itu, mungkin inilah saat yang tepat untuk mempertimbangkan kembali pandangan kita tentang hal-hal ini.

Selain itu, mungkin ada pendapat yang menyatakan bahwa “dinar” sama dengan upah sehari dan satu cupak gandum hanya dapat menghidupi seseorang untuk satu hari, tetapi sangat penting untuk mempertimbangkan beberapa hal. Pertama, nubuat tersebut mengatakan bahwa jumlah yang sama dapat membeli tiga cupak jelai. Meskipun jelai adalah biji-bijian yang kurang diminati, tetapi dapat memenuhi kebutuhan satu orang tiga kali lipat, jika memang perhitungan ini akurat.

Kedua, pada masa Perjanjian Baru, hanya dengan memiliki makanan yang cukup setiap hari saja sudah dianggap sebagai kemakmuran. Pada masa itu, bahkan kebutuhan dasar seperti pakaian ganti atau persediaan makanan yang cukup sudah dianggap sebagai berkat yang sangat besar. Sebagian besar, mungkin mayoritas penduduk, tidak memiliki cukup makanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berat badan yang berlebihan hanya dialami oleh orang yang sangat kaya saja.

Ketiga, persediaan minyak dan anggur yang melimpah atau tidak terputus hanya dapat terjadi pada masa kemakmuran. Keempat, nubuat ini sangat mirip dengan nubuat lain dalam Perjanjian Lama yang dengan jelas menubuatkan masa kemakmuran.

Saya percaya bahwa saat ini kita sedang hidup di zaman meterai ketiga, yang juga sudah dibuka. Kelimpahan, yang dilambangkan dengan dampak dari penunggang kuda ketiga, telah kita alami selama beberapa waktu dan mungkin akan segera berakhir. Saat ini kita hidup dalam era yang ditandai dengan kemakmuran dan kelimpahan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Belum pernah dalam sejarah ada begitu banyak orang di dunia ini yang memiliki kelimpahan seperti ini.

Banyak wilayah di seluruh dunia yang sedang mengalami masa kemakmuran yang luar biasa. Sebagian besar penduduk dunia memiliki mobil, televisi, akses listrik, pakaian yang cukup, dan makanan yang berlimpah. Indikasi langsung dari kemakmuran ini adalah meningkatnya masalah obesitas di banyak negara.

Di era sekarang, sebagian besar populasi dunia hidup pada tingkat kenyamanan dan kelimpahan yang sebelumnya hanya dinikmati oleh raja. Menariknya, banyak raja-raja kuno yang tidak memiliki sedikit pun harta benda dan kenyamanan yang sekarang kita anggap lumrah dalam kehidupan sehari-hari. Fasilitas seperti air panas dan dingin, pemanas dan pendingin sentral, serta akses ke berbagai macam makanan dan minuman, yang kita anggap “biasa”, tidak pernah terpikirkan seabad lalu, bahkan oleh orang terkaya sekalipun.

Meskipun tidak dapat disangkal lagi bahwa masih banyak kemiskinan dan kesengsaraan di dunia saat ini, tetapi kenyataannya sebagian besar penduduk dunia mengalami tingkat kemakmuran dan kenyamanan yang belum pernah terjadi hingga saat ini. Banyak orang yang hidup dalam kondisi kemakmuran yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah dunia.

Meskipun keadaan ini mungkin dianggap “biasa” bagi mereka yang tumbuh di lingkungan yang makmur ini, tetapi pada kenyataannya ini adalah anomali besar dalam sejarah dunia ini. Jika dibandingkan dengan 6.000 tahun yang lalu, kondisi kemakmuran ini tidak normal.

Banyak orang di dunia sekarang ini hidup dalam kemewahan dan kemegahan, meskipun mereka mungkin tidak merasakannya karena mereka sudah terbiasa dengan hal tersebut. Di beberapa negara tertentu, suhu rumah dapat diatur sesuai keinginan dengan cara mendinginkan atau memanaskannya hanya dengan satu sentuhan tombol.

Kendaraan mereka juga dilengkapi dengan pengatur suhu, memberikan pengalaman yang mewah dan nyaman. Ketika mereka mengunjungi toko bahan makanan, pilihan makanan dan minuman tersedia sangat banyak. Perabotan mereka, termasuk sofa dan kursi, mewah dan nyaman. Daftar fasilitas dan kenyamanan yang mereka nikmati bisa terus bertambah.

Mereka juga melakukan perjalanan dengan pesawat terbang, mobil, dan kapal pesiar dengan kenyamanan dan keanggunan, mencapai tujuan mereka sering kali hanya dalam waktu beberapa jam. Satu abad lalu, perjalanan yang sama akan membutuhkan waktu berbulan-bulan dalam perjalanan yang sulit dan berbahaya (istilah yang berhubungan erat dengan “kesusahan”).

Mereka berkomunikasi dengan keluarga dan teman sesuai keinginan mereka melalui telepon. Mereka memiliki kebebasan untuk memilih dari ribuan pilihan hiburan kapan pun mereka mau. Restoran dari semua jenis yang bisa dibayangkan tersedia untuk memenuhi keinginan dan preferensi mereka akan makanan dan minuman.

Namun, kita sering mengabaikan fakta bahwa semua ini relatif baru, sebuah perkembangan yang baru saja terjadi. Dunia belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya! Hanya 150 tahun yang lalu, tidak ada seorang pun yang memiliki mobil, telepon, komputer, bepergian dengan pesawat terbang, atau memiliki akses ke berbagai macam kemewahan yang saat ini kita anggap biasa.

Masyarakat yang dimanjakan saat ini merasa sangat sulit untuk membayangkan tidur di atas tanah, sering mengalami kelaparan, hanya memiliki sedikit pakaian ganti, bepergian dengan berjalan kaki atau menunggang kuda, tidak memiliki cukup air panas atau air minum yang bersih, dan menanggung berbagai ketidaknyamanan yang terkait dengan gaya hidup yang lebih primitif.

Banyak orang saat ini yang jarang merenungkan seperti apa kehidupan seratus tahun yang lalu. Kita tidak dapat membayangkan untuk bertahan dalam “kesulitan” yang dialami oleh sebagian besar penduduk dunia selama hampir 6.000 tahun tanpa henti.

KECANDUAN DUNIA

Dunia kini terjerat dalam kecanduan, khususnya terhadap kemakmuran. Kita terpikat pada kenyamanan dan kemakmuran yang ada di sekitar kita. Kita percaya bahwa hidup dengan standar kemakmuran yang kita nikmati hari ini adalah hak kita. Kondisi kemakmuran ini telah begitu mendarah daging sehingga tidak ada yang membayangkan kemungkinan terjadinya perubahan yang tiba-tiba.

Selama tahun 1930-an, Amerika Serikat mengalami depresi ekonomi. Banyak orang yang kehilangan pekerjaan, tidak ada kesempatan untuk mencari penghasilan atau cara lain untuk menghidupi keluarga mereka.

Sementara beberapa orang memilih untuk bunuh diri, sebagian besar bertahan dengan mengerahkan usaha ekstra. Mereka menjual barang-barang seperti apel atau pensil di jalanan, menerima pekerjaan sederhana dan bergaji renda, dan bekerja keras untuk mengatasi bencana keuangan yang menimpa mereka.

Namun, saat ini keruntuhan finansial akan mendatangkan hasil yang sama sekali berbeda. Sebagian besar populasi dunia terbiasa dengan kehidupanan yang memanjakan, nyaman, dan berkelimpahan. Mereka sangat menikmati kemakmuran mereka. Jika terjadi krisis keuangan sekarang, orang-orang akan merespons dengan cara yang sama sekali berbeda, cenderung membuat kerusuhan, bahkan melakukan penjarahan, perampokan, membakar barang-barang, dan protes keras. Mereka akan menuntut agar pemerintah secepatnya mengambil tindakan untuk memulihkan kenyamanan dan kesenangan mereka.

Jika seorang menjadi pecandu, perilakunya akan menyimpang dari perilaku orang pada umumnya. Kuatnya ketergantungan mereka pada apa yang membuat mereka kecanduan mendorong mereka untuk melakukan tindakan yang tidak akan dipertimbangkan orang lain. Saat ini, sebagian besar di dunia sangat kecanduan pada kemakmuran dan kesenangan. Sangat penting untuk diperhatikan bahwa ketika ketergantungan ini terancam atau direngut, orang akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya kembali.

Hal ini membawa kita pada pengamatan yang menarik. Dasar dari kemakmuran ini bergantung pada satu substansi. Ada satu produk utama yang menopang kemewahan yang sedang berlangsung, yaitu minyak. Tanpa minyak, semua kekayaan dan kenyamanan modern yang dinikmati banyak orang ini akan lenyap seketika. Kita bergantung pada minyak untuk berbagai kegiatan seperti menanam, memanen, transportasi, tenaga kerja, melakukan perjalanan, pada dasarnya, hampir semua aktivitas yang dilakukan manusia modern.

Masyarakat modern tidak hanya kecanduan akan kemakmuran, tetapi juga substansi esensial yang memungkinkannya yaitu minyak. Perekonomian dunia saat ini, beserta kemewahan dan kenyamanannya, sepenuhnya bergantung pada “emas hitam” ini. Belum pernah terjadi dalam sejarah, dunia menjadi sangat bergantung pada satu produk.

BINATANG YANG AKAN DATANG

Dalam buku sebelumnya dari seri ini, Antikristus, kita telah mempelajari tentang Binatang yang akan datang untuk membangun kerajaannya di Timur Tengah, di mana dia akan menyatukan sepuluh negara di sekitarnya.

Jika tidak semua, sebagian besar dari negara-negara ini kemungkinan besar akan menjadi negara produsen minyak. Meskipun ia mungkin tidak akan mengendalikan seluruh pasokan minyak dunia, tampaknya jelas bahwa dia akan memiliki pengaruh yang cukup besar. Hal ini akan memberinya banyak pengaruh dan kekuatan untuk mengendalikan situasi keuangan dunia.

Siapa pun yang menguasai sebagian besar minyak bumi dapat dengan cepat membuat negara-negara tersebut mengalami kehancuran finansial. Bahkan ancaman sederhana untuk mengurangi, misalnya 30% dari pasokan minyak dunia akan menyebabkan bencana ekonomi bagi semua negara “maju”.

Harga bensin dan solar akan melambung, menyebabkan terhentinya transportasi dan perjalanan. Harga semua barang dan jasa akan melonjak ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang akan memengaruhi semua orang secara signifikan.

Seabad yang lalu, tindakan seperti itu hampir tidak memberikan dampak apa pun terhadap ekonomi dunia karena minyak bukanlah komoditas yang penting. Namun, saat ini, dunia sangat bergantung pada minyak. Dunia membutuhkan pasokan minyak yang terus menerus untuk mempertahankan kemakmuran dan membuat warganya puas. Ini juga merupakan bagian dari rencana Tuhan.

Oleh karena itu, jelaslah bahwa semangat kemakmuran yang berasal dari Tuhan ini memainkan peran penting dalam skenario akhir zaman. Sangat penting bagi dunia untuk mencapai tahap ini agar seorang diktator Timur Tengah dapat menegaskan tuntutannya dan memastikan tuntutannya terpenuhi.

Ketergantungan dunia pada kemakmuran dan minyak, merupakan elemen penting bagi penggenapan rencana Tuhan. Oleh karena itu, roh kelimpahan, kemakmuran, dan kelimpahan ini telah memancar dari-Nya untuk mempersiapkan bumi bagi akhir zaman. Ketika dan jika pasokan minyak yang menopang kemakmuran ini terancam atau terputus, banyak pemerintah dan rakyatnya akan dengan mudah menyetujui tindakan apa pun untuk memulihkan “aliran” yang diperlukan untuk mempertahankan ketergantungan mereka terhadap dunia dan isinya.

Dalam hal manusia berdosa di masa depan, dia akan menuntut bangsa-bangsa untuk menjalankan hal-hal yang berkaitan dengan agamanya. Agar dapat membeli dan menjual seperti biasa, bangsa-bangsa tersebut harus menerima sebagian atau seluruh keyakinan agamanya. Penerimaan ini tidak perlu sepenuh hati atau secara mendalam, penerimaan sekedarnya saja sudah cukup.

Negara-negara yang mengandalkan pasokan minyak dan kemakmuran hanya perlu melakukan sedikit penyesuaian. Mereka hanya perlu memaksa warga negaranya untuk menerima “tanda”, setelah itu mereka dapat melanjutkan gaya hidup yang memanjakan diri tanpa hambatan.

Meskipun tampaknya sulit untuk mengubah seluruh dunia dengan cepat, tetapi pengaruh ketergantungan tidak dapat diremehkan. Kekuatan uang memainkan peran penting. Jika orang lain mendapatkan kendali atas keuangan seseorang, banyak yang akan bersedia melakukan apa saja untuk mendapatkannya kembali. Mereka yang memiliki komitmen moral rendah kepada Tuhan atau orang lain, akan mudah terpengaruhi. Hanya sedikit yang siap untuk kehilangan segalanya, termasuk kebutuhan seperti makanan dan tempat tinggal, dan bahkan mempertaruhkan nyawa mereka untuk tetap setia kepada Yesus.

KETIKA METERAI KEEMPAT DIBUKA

Pembukaan meterai ini sangat mengkhawatirkan. Penunggang kuda yang disebut “kematian” disertai dengan “hades” atau “neraka”. Dia diberikan kuasa atas seperempat bagian bumi untuk membunuh dengan pedang, kelaparan, kematian, dan binatang-binatang buas yang di bumi (Why. 6:7, 8).

Pembukaan meterai ini menandai sebuah periode yang ditandai dengan kedamaian dan kemakmuran. Tepat ketika orang-orang mengatakan “damai dan aman”, bencana terjadi. Tentu saja, ini hanyalah tahap awal dari berbagai penderitaan dan masalah berat yang akan menimpa umat manusia. Ketika meterai keempat dibuka, keadaan nyaman yang kita alami sekarang akan berakhir!

Harap perhatikan baik-baik hal ini. Kemudahan, kenyamanan dan kemakmuran saat ini bersifat sementara dan tidak abadi. Menurut firman Tuhan, keadaan ini akan berakhir dengan tiba-tiba, menyebabkan penderitaan dan berlangsung secara dramatis. Begitu meterai keempat dibuka, serangkaian peristiwa yang makin sering terjadi dan sangat mengerikan akan terjadi di bumi. Waspadalah dan bersiaplah, jangan sampai Anda lengah dan tidak siap!

Sekarang mari kita pertimbangkan ayat-ayat ini dengan saksama. Kemungkinan apa yang terjadi yang bisa menyebabkan dua puluh lima persen bumi binasa? Tidak jelas apakah yang dimaksud dengan “seperempat dari bumi” ini adalah seperempat dari luas wilayah atau seperempat dari populasi.

Jika yang dimaksud dengan “seperempat” ini adalah seperempat penduduk dunia, itu berarti akan terjadi kematian lebih dari satu miliar manusia. Kematian massal seperti itu hanya bisa disebabkan oleh suatu peristiwa besar dan tragis. Jika yang dimaksud dengan “seperempat” adalah wilayah daratan, berarti akan ada kehancuran yang luar biasa atas kehidupan manusia.

Dengan mempelajari penyebab kematian yang disampaikan di atas, kita dapat menemukan beberapa petunjuk tentang kemungkinan peristiwa penyebabnya. Misalnya jika ada manusia yang terbunuh oleh hewan liar dalam jumlah besar, kita dapat menyimpulkan bahwa sesuatu yang luar biasa telah terjadi.

Biasanya, makhluk liar takut pada manusia. Meskipun singa, beruang besar, dan beberapa hewan lain mungkin sesekali membunuh manusia, tetapi bukan sesuatu yang normal jika hal ini terjadi pada jutaan atau pun miliaran orang. Mungkin ada sesuatu yang bisa dipelajari dari pengamatan ini.

Serangan hewan liar dalam skala besar menunjukkan bahwa korban berada dalam kondisi yang sangat lemah. Kemungkinan karena penyakit, kelaparan, atau faktor lain sehingga mereka tidak dapat mempertahankan diri. Mereka pasti mengalami sesuatu sehingga kondisi fisik mereka lemah.

Kemungkinan lain adalah orang-orang ini tidak memiliki tempat berlindung. Orang yang sakit dan lemah sekalipun tinggal di dalam rumahnya, akan aman dan tidak akan diserang oleh binatang buas.

Tidak banyak binatang buas di dunia yang mampu menyerang dan membunuh orang yang sehat. Namun, jika mereka berada di luar ruangan tanpa perlindungan dan dalam kondisi lemah karena sakit, kelaparan, dan sebagainya, ada kemungkinan terancam oleh berbagai hewan pemakan daging seperti beruang, anjing, anjing hutan, rubah, rakun, gagak, alap-alap, semut, atau banyak hewan lainnya. Hewan peliharaan pun, jika kelaparan akan berbalik dan memangsa pemiliknya yang tidak dapat mempertahankan diri. Petunjuk lain yang kita miliki mengenai makna penunggang kuda ini adalah bahwa masa kelaparan atau paceklik ini adalah bagian dari strateginya. Umumnya, masa paceklik disebabkan oleh kekeringan atau gangguan pasokan makanan lainnya.

Walaupun situasi semacam itu mungkin terjadi, tetapi mungkin sulit untuk membayangkan ada kekeringan yang akan memengaruhi dua puluh lima persen dunia tanpa adanya bantuan dari penduduk dunia lainnya. Oleh karena itu, terlihat masuk akal untuk menganggap bahwa paceklik ini mungkin disebabkan oleh gangguan transportasi atau pasokan makanan.

Sementara pembunuhan dengan “pedang” tampaknya cukup mudah untuk dipahami karena hal ini pasti merujuk pada semacam perang.

Selanjutnya, ada beberapa orang yang dibunuh melalui “kematian”. Karena semua orang pada akhirnya nanti akan mati, mengapa Alkitab mengatakan bahwa mereka akan dibunuh oleh “kematian”? Mungkin ini merujuk ke suatu kematian yang tidak dikenal pada masa itu. Mungkin ada penyebab “kematian” di sini yang bukan disebabkan oleh penyakit, perang, atau paceklik.

Dengan menggabungkan semua petunjuk ini, timbullah satu pemikiran baru. Mungkin semua ini dapat terjadi akibat ledakan nuklir. Ada beberapa jenis serangan nuklir yang bisa menyebabkan dampak seperti ini.

Memang banyak orang yang dapat terbunuh seketika oleh ledakan semacam itu. Namun, lebih banyak lagi “orang yang selamat” yang akan menderita efek sampingan. Efek ini adalah “kematian” perlahan-lahan dan menyakitkan karena dampak radiasi. Selain itu, banyak yang secara fisik menjadi lemah dan rentan terhadap binatang buas, yang tampaknya lebih tahan terhadap radiasi. Masalah lain adalah kurangnya tempat tinggal dan makanan. Pasokan makanan akan terganggu karena tidak ada yang mau mendekati daerah di mana ledakan ini terjadi karena takut akan radiasi. Hal ini kemudian akan menyebabkan kelaparan.

Jadi, di sini kita memiliki perkiraan penjelasan terkait dengan penunggang kuda keempat. Pengeboman atau serangan nuklir, dan kontaminasi radiasi akan menimbulkan “pedang”, “kelaparan”, “kematian”, dan membuat orang-orang menjadi rentan terhadap binatang buas. Penunggang kuda ini benar-benar layak diberi nama “kematian” dan neraka atau “hades”.

(Tentu saja skenario yang disebutkan di atas hanyalah dugaan semata dan tidak boleh dianggap sebagai satu-satunya penjelasan yang mungkin dari bencana semacam itu.)

KEMUNGKINAN PENYEBAB

Meskipun memprediksi masa depan tanpa wahyu langsung dari Tuhan adalah hal yang mustahil, tetapi ada beberapa skenario yang dapat mengarah pada peledakan sejumlah senjata nuklir. Yang paling jelas adalah perang antar negara yang saat ini memiliki senjata tersebut. Pertukaran senjata nuklir dalam skala besar akan menimbulkan akibat yang telah disebutkan di atas.

Kemungkinan lain yang makin mendekati kenyataan adalah keberadaan terorisme nuklir di dunia. Lambat laut, kemungkinan ini makin menjadi karena ada beberapa kelompok teroris yang bisa memiliki senjata nuklir dan sarana untuk menggunakannya.

Saat ini, Iran yang sering dituduh mendukung terorisme, sedang mengembangkan senjata semacam itu, termasuk rudal. Menurut beberapa artikel berita baru-baru ini, Iran juga menempatkan beberapa rudalnya di kapal kargo. Perkembangan lainnya adalah Iran sedang mengerahkan sangat banyak kapal selam mini sebagai kendaraan penyerang.

Pakistan, yang telah memiliki 50 hingga 100 bom nuklir dan misil untuk dikirim, saat ini sedang berada dalam keadaan politik yang sangat genting. Dapat dibayangkan bahwa dengan berjalannya waktu ada kemungkinan beberapa faksi teroris dapat menguasai dan menggunakan senjata semacam itu.

Dari kitab Wahyu, kita dapat menyimpulkan bahwa ada roh yang berada di balik kematian dan kehancuran seperempat dunia ini. Roh ini dikirim Tuhan untuk melakukan sesuatu dalam rangka mempersiapkan dunia untuk menuju akhir zaman. Pasti ada roh yang juga mendorong maraknya terorisme belakangan ini. Roh seperti itu juga pasti bisa menggerakkan beberapa negara adidaya dunia untuk saling menyerang.

Apa pun yang menyebabkan penggunaan senjata nuklir, hasilnya akan tetap sama. Setiap serangan skala besar atau pertukaran perangkat nuklir akan memusnahkan dua puluh lima persen populasi bumi dan akan mengubah struktur kekuatan dunia. Keseimbangan kekuatan akan bergeser.

Hal ini benar terutama jika negara-negara yang terkena dampak perang ini adalah bagian dari “dunia pertama”. Ada kemungkinan negara-negara yang saat ini kuat dan berpengaruh akan sangat berkurang populasi dan kekuatan militer atau politiknya.

Hanya serangan “skala besar” yang bisa memusnahkan seperempat penduduk dunia atau memberikan dampak pada seperempat dunia, oleh karena itu kita dapat berasumsi bahwa hal ini akan terjadi dalam skala luas dan drastis.

Sudah pasti jika dua puluh lima persen bagian dunia mengalami bencana seperti itu akan berdampak signifikan pada negara-negara yang kehilangan banyak penduduknya. Kerugian ini tidak hanya mencakup kehilangan penduduk, tetapi juga hancurnya infrastruktur, termasuk komunikasi, energi, transportasi, dan sebagainya.

TATANAN DUNIA BARU

Sejak menjadi orang beriman lebih dari 40 tahun yang lalu, saya sering mendengar orang Kristen yang khawatir tentang “sebuah tatanan dunia baru”. Ada berbagai teori yang muncul berkaitan dengan ketakutan ini, antara lain bahwa ada satu atau beberapa konspirasi yang melibatkan orang-orang kuat dan kaya yang mengendalikan (atau sedang mencoba mengendalikan) dunia.

Yang sering dibicarakan adalah nama-nama seperti Bilderbergs, Dewan Hubungan Luar Negeri, Illuminati, Klub Tengkorak dan Tulang, Klub Roma, dan banyak lagi. Banyak orang yang percaya dengan hal-hal ini secara membabi buta dan religius. Mereka sangat yakin bahwa orang-orang ini telah bersekutu dengan Iblis dan yang pada akhirnya akan membawa manusia berdosa yang akan datang.

Dalam kitab Wahyu ini ada tertulis bahwa memang sebentar lagi akan ada tatanan dunia baru. Namun, bukan tatanan baru yang diharapkan dan diberitakan banyak orang. Ada atau tidaknya kelompok kuat seperti itu yang mencoba mengendalikan dunia atau tidak, tak akan ada bedanya. Tuhan sendiri yang akan segera mengirimkan roh yang memiliki kekuatan untuk memengaruhi dan mengubah dunia sesuai dengan rencana-Nya. Roh inilah yang akan melahirkan “tatanan dunia baru” yang telah ditetapkan Tuhan.

Orang kaya dan berkuasa tidak akan bisa menghentikan atau menghalangi roh ini. Besar kemungkinan bahwa peristiwa meterai keempat akan memusnahkan kekayaan, basis kekuatan, bahkan kehidupan mereka.

Jika beberapa orang bersikeras berpendapat bahwa mereka telah berkomplot dan berencana untuk mengendalikan dunia, upaya tersebut akan berakhir dengan sia-sia.
Tidak ada gunanya bagi siapa pun yang beriman untuk memusingkan diri dengan memikirkan atau “menyelidiki” hal tersebut.

Ada kemungkinan bahwa kehancuran dua puluh lima persen bumi yang akan datang ini akan melibatkan negara-negara yang disebut “dunia pertama”, yaitu negara-negara “barat” yang kaya dan bangga. Jika demikian, maka hal ini tentu akan menyebabkan penataan kembali yang besar di antara kekuatan dan negara di dunia ini, terutama jika hal ini berdampak sangat signifikan pada “dunia pertama”.

Negara-negara yang menderita banyak kerusakan jelas akan mengalami akan mengalami penurunan ekonomi dan kestabilan. Sementara negara-negara yang tidak terkena dampak dan masih memiliki banyak sumber daya pasti akan bangkit. Hal ini akan menghasilkan “tatanan dunia baru” Tuhan, yang menyiapkan fondasi untuk rencana-Nya di akhir zaman.

Ada satu petunjuk alkitabiah yang menyampaikan bahwa negara-negara yang dihancurkan oleh pembukaan meterai keempat kemungkinan adalah negara-negara “barat”, sementara “raja-raja dari timur” (mungkin India dan Cina) tidak dihancurkan. Kekuatan tentara mereka tetap tidak berkurang bahkan di kemudian hari. Hal ini dapat kita ketahui dari Wahyu 16:12, yang mungkin berhubungan dengan tentara dan peristiwa-peristiwa yang ada dalam Wahyu 9:16.

Lalu bagaimana hal ini akan memengaruhi “akhir zaman” yang telah kita pelajari sebelumnya? Dugaan saya adalah bahwa hal tersebut akan mempersiapkan jalan bagi kebangkitan Binatang yang akan datang.

Mungkin negara-negara yang sangat menentang berkuasanya Binatang tersebut akan dibuat lemah atau dimusnahkan oleh peristiwa-peristiwa ini. Kekosongan kekuatan secara tiba-tiba akibat kehancuran dahsyat di “barat” ini akan membuka pintu untuk terjadinya banyak hal yang tak terduga.

Sudah pasti perubahan dunia yang drastis ini akan memenuhi kepentingan Iblis dan orang-orang yang akan menjadi pionnya dalam permainan akhir, yang akan dimainkan pada akhir zaman ini.

Jadi, kita dapat mempertimbangkan kemungkinan bahwa penunggang kuda atau roh keempat yang muncul menjelang akhir zaman ini akan menyebabkan bencana besar yang mengarah pada restrukturisasi kekuatan dunia. Hal ini dapat membuka jalan bagi kebangkitan kekuasaan atau konsolidasi kekuasaan manusia berdosa yang akan datang.

PERDAMAIAN DAN KEAMANAN

Saudara-saudari, terlepas dari apakah penafsiran saya tentang meterai ini benar atau tidak, yang penting untuk diingat adalah bahwa saat ini kita berada di dalam masa damai dan kemakmuran. Namun, perlu diingat bahwa suatu hari nanti, mungkin tidak lama lagi, masa-masa ini akan berakhir. Kedatangan Tuhan yang kedua kali akan didahului oleh masa penganiayaan, kehancuran, dan kesengsaraan yang hebat dan untuk hal-hal inilah kita harus bersiap-siap.

Hal ini sangat sesuai dengan apa yang dikatakan kitab suci tentang situasi di akhir zaman nanti. 1 Tesalonika 5:3 menyatakan: “Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman — maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin — mereka pasti tidak akan luput.” Harap dicatat bahwa kehancuran di masa depan ini akan terjadi “tiba-tiba” dan tidak dapat dihindari.

Ayat-ayat ini mengungkapkan bahwa ketika keadaan mulai memburuk, tidak ada yang dapat menduga peristiwa-peristiwa apa yang memicunya. Kata “tiba-tiba” di sini sangat penting. Hal ini menunjukkan bahwa situasi dunia tidak akan menjadi memburuk perlahan-lahan, tetapi akan mengalami “kehancuran” secara dramatis dan sangat cepat. Perubahan dunia yang terjadi hampir seketika inilah yang akan mengakibatkan kehancuran yang sangat besar.

Tidak akan ada peringatan atau pemberitahuan, selain beberapa nabi yang Tuhan pakai saat ini. Mereka yang tidak berjalan dekat dengan Tuhan tidak akan punya pandangan ke depan dan pengetahuan dini untuk menyiapkan diri agar dapat menghindari atau bertahan dari peristiwa ini.

Tidak akan ada pemulihan dari kehancuran ini. Sejak saat itu, segalanya hanya akan menjadi lebih buruk dan bertambah buruk. Dibukanya meterai keempat hanya merupakan awal dari penghakiman yang akan terjadi di akhir zaman. Apa yang akan terjadi selanjutnya hanya akan makin menakutkan. “Sakit bersalin” akan menjadi lebih parah dan frekuensinya lebih sering.

BAGAIMANA HIDUP KITA SAAT INI?

Saat ini banyak orang yang memiliki hampir semua yang mereka inginkan. Mereka kaya dalam segala hal. Makanan, pakaian, dan hal-hal materi yang diperlukan dalam hidup tersedia bagi banyak orang dalam jumlah besar. Namun, kita sedang mendekati waktu meterai keempat. Dan ketika meterai ini dibuka, bumi tiba-tiba akan mulai mengalami pergolakan dan kehancuran yang luar biasa.

Oleh karena itu, marilah kita tidak membiarkan diri kita terbuai oleh kemudahan dan kenyamanan kita saat ini. Hari Tuhan akan segera datang dan kita diminta untuk mempersiapkan diri.

Siapa pun yang mendahulukan hal-hal duniawi demi keamanan dan menghabiskan waktunya untuk urusan kehidupan ini akan terkejut. Jika kita menghabiskan waktu kita untuk bersenang-senang dan memuaskan diri, kita tidak akan siap ketika hal-hal ini mulai terjadi.

Sekarang kita punya kesempatan besar untuk menggunakan situasi saat ini untuk memberitakan Injil sampai ke ujung bumi. Karena Tuhan telah memberi kita begitu banyak, bukankah seharusnya kita menggunakannya untuk melayani Dia? Betapa besar kebutuhan rohani yang ada di dunia kita! Bagaimana kita menggunakan apa yang telah Dia berikan kepada kita untuk memenuhi kebutuhan mereka?

Ini mungkin kesempatan besar terakhir Kekristenan untuk melayani Yesus dengan tidak terlalu banyak larangan. Pembaca yang budiman, saya menantang Anda di hadapan Tuhan untuk memanfaatkan keadaan yang relatif nyaman saat ini untuk memberitakan kerajaan Tuhan sebelum terlambat. Suatu saat, mungkin segera, “[...] akan datang malam di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja” (Yoh. 9:4). Begitu penghakiman dimulai, Anda hanya bisa melayani Tuhan di lingkungan terdekat Anda.

Kita cenderung berpikir bahwa keadaan hari ini akan terus berlangsung selamanya. Seolah-olah tidak akan ada yang berubah. Namun, Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa kenyataannya tidak demikian. Suatu hari nanti, perubahan besar akan terjadi secara tiba-tiba dan drastis. Pada saat itu, banyak orang akan dihadapkan pada pilihan-pilihan penting yang seharusnya sudah mereka ambil jauh sebelumnya.

Mereka akan dipaksa untuk memutuskan apakah akan mengikuti Yesus atau melakukan segala cara untuk mempertahankan keamanan mereka. Mereka akan diminta untuk memutuskan apakah akan menerima tanda dari binatang itu, mempertahankan banyak kesenangan materi yang telah menjadi hal yang biasa bagi mereka, atau memercayai Tuhan untuk menyediakan apa yang mereka perlukan. Pada saat ini sangat banyak yang bahkan harus mati demi kesaksian Yesus.

Saya khawatir karena kenyamanan saat ini, banyak orang Kristen yang tertidur secara rohani. Mereka tidak sadar akan pentingnya, baik untuk mereka sendiri maupun untuk orang-orang di seluruh dunia, untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Yesus. Saat-saat yang akan segera datang akan menjadi saat-saat yang buruk dan mengerikan. Kita harus menyiapkan waktu kita sekarang untuk bersiap-siap.

Oleh karena itu, marilah kita melepaskan diri dari urusan kehidupan ini. Janganlah kita menghabiskan waktu dalam kemudahan dan kesenangan, tetapi marilah kita lebih mendekatkan diri kepada Tuhan selama Dia dapat ditemukan. Belajarlah untuk taat dan percaya kepada-Nya, dan manfaatkan waktu kita untuk melayani Dia. Dengan demikian, ketika masa kehancuran tiba, kita akan siap menghadapinya.

Akhir bab 2

Baca bab-bab lain secara online:

Bagian I - Babel

Bab 1: SI PELACUR

Bab 2: BABEL

Bab 3: DARAH PARA MARTIR

Bab 4: BABEL SAAT INI

Bab 5: KEHANCURAN BABEL

Bab 6: UMAT-KU PERGILAH DARI PADANYA

Bab 7: GEREJA KATOLIK ROMA

Bagian II - Antikristus

Bab 1, BAGIAN I: DOMBA DAN KAMBING

Bab 1, BAGIAN II: "NUBUAT SEJARAH"

Bab 1, BAGIAN III: EMPAT BINATANG BUAS

Bab 1, BAGIAN IV: GAMBARAN NEBUKADNEZAR

Bab 2: ANTIKRISTUS

Bab 3: SATU PEMERINTAHAN DUNIA

Bab 4: JADWAL TUHAN

Bab 5: BABEL

Bab 6: PERANG MELAWAN ORANG-ORANG KUDUS

Bab 7: TANDA BINATANG BUAS

Bab 8: PENGANIAYAAN

Bab 9: TANDA-TANDA PENTING

Bab 10: LAYAK UNTUK MELARIKAN DIRI

Bagian III - Tanda Akhir Zaman

Bab 1: DUASAKSI

Bab 2: EMPAT METERAI (Bab saat ini)

Bab 3: SANG ANAK LAKI-LAKI

Bab 4: KEMURTADAN BESAR

Bab 5: KEHANCURAN TIBA-TIBA

We are always looking to offer books in more languages.


Want to help us by translating or proofreading books?

How to volunteer