PUBLIKASI MINISTRIES “A GRAIN OF WHEAT”
Oleh David W. Dyer
Diterjemahkan oleh L. Yunnita
Untuk membuka diskusi ini, saya ingin mengambil waktu sejenak dan kembali ke nubuat Daniel pasal 11. Anda mungkin ingat bahwa di ayat 21 sampai 35, kebanyakan ahli eksposisi Alkitab melihat deskripsi Antiokhos Epifanes dan perbuatan jahatnya. Lebih jauh, telah dinyatakan bagaimana Antiokhos berubah menjadi Antikristus di sepanjang bab ini. Lalu, setelah ayat 35, bagian ini tampaknya hanya berbicara mengenai Antikristus.
Yang ingin saya sampaikan adalah beberapa ayat sebelumnya, yaitu ayat 21 sampai 35, dapat dan mungkin menggambarkan keduanya, Antiokhos dan Antikristus. Sangat mungkin bahwa dua orang dapat menggenapi nubuat yang diucapkan di sini. Ayat-ayat ini dapat dengan mudah diterapkan ke Antikristus masa lalu dan masa depan. Sebagai bukti gagasan ini, mari perhatikan ayat 31. Di sini tertulis: “[...] mereka akan…menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan.”
Orang Yahudi sejak zaman Antiokhos menyebut peristiwa ini — di mana dia mengorbankan babi dan membuat patung di bait suci — sebagai “kekejian yang membinasakan”. Bahkan mungkin saat ini, mereka masih meyakininya sebagai penggenapan nubuat Daniel. Tentu saja orang Yahudi di zaman Yesus memegang kepercayaan ini.
Namun Yesus mengejutkan pikiran mereka. Dia mengguncang konsep mereka. Dia berkata: “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel [...]” (Mat. 24:15). Intinya Dia berkata: “Kamu berpikir bahwa kamu tahu apa kekejian ini.
Kamu pikir itu sudah terjadi. Tetapi yang Daniel bicarakan belum terjadi. Itu masih di masa depan!”
Kembali ke diskusi, Daniel 11:31 adalah bagian dari ayat-ayat yang secara historis membicarakan Antiokhos. Namun kita tahu dari kata-kata Yesus bahwa Antikristus di masa depanlah yang akan menjadi realisasi sejati atau final dari ayat ini. Jadi ayat ini sepertinya merujuk ke keduanya.
Jadi, tidak terlalu berlebihan untuk berpikir bahwa beberapa ayat lain dari bagian ini juga akan memiliki penggenapan ganda pada Antiokhos dan Antikristus. Dengan mengingat hal ini, sekarang kita akan melihat lebih dekat karakter dan kegiatan Antikristus.
Banyak orang beriman berharap Antikristus adalah seorang politisi terkenal di dunia, bayangan mereka adalah sosok yang sopan, populer, ramah, dan pandai berbasa-basi. Ada kemungkinan politikus ini tak bermoral, seperti Bill Clinton, yang mengambil alih PBB. Namun, pandangan ini tidak sesuai dengan gambaran yang terdapat dalam Alkitab.
Sebagai awalan, tulisan suci menyebut Antikristus “tanduk kecil” (Dan. 7:8, 8:9). Ini menunjukkan dia adalah sosok yang relatif tidak signifikan sampai mendapatkan kendali. Sebaliknya, tanduk yang mewakili Aleksander Agung digambarkan sebagai “terkenal” dan “besar” (Dan. 8:5, 8). Dia adalah seorang penakluk yang kuat, berkuasa, dan tenar di seluruh dunia. Tanduk-tanduk yang mewakili empat jenderal yang menggantikan Aleksander juga disebut “terkenal” (Dan. 8:8). Ini adalah orang-orang terkenal.
Namun, paling tidak pada awalnya, “tanduk” Antikristus itu “kecil”. Faktanya, dari semua “tanduk” yang muncul di nubuat Alkitab, dia adalah yang terkecil dan kurang mengesankan. Maka, dapat diketahui bahwa sebelum dia mengambil alih kekuasaan dunia, dia akan menjadi individu kecil yang dibenci yang tidak pernah dibayangkan oleh siapa pun bisa bangkit dan menjadi seperti dia pada akhirnya. Ini adalah fakta penting yang harus kita waspadai.
Dari ayat-ayat mengenai Antiokhos/Antikristus yang ada di Daniel pasal 11, kita mengetahui lebih banyak lagi. Kita dituntun untuk percaya bahwa dia pembohong (ayat 11:27). Dia akan bertindak “dengan penuh tipu daya” (ayat 11:23).
“Dan karena akalnya, penipuan yang dilakukannya akan berhasil” (Dan. 8:25). Dia naik ke tampuk kekuasaan secara licik, menggunakan pujian dan tipu daya (Dan. 11:21).
Jadi, salah satu hal yang dapat kita gunakan untuk mengenali Antikristus adalah kemampuan menipu orang lewat kata-katanya. Dia akan merusak banyak orang lewat “bujukan” (Dan. 11:32).
Faktanya, salah satu ciri antikristus yang paling mencolok adalah mulutnya. Tepat di tengah tanduk kecil ini ada mulut yang besar. Diperlihatkanlah “mulut, yang penuh kesombongan dan hujat (Why. 13:5).
Di Daniel juga ada tertulis mengenai “mulut yang menyombong” (Dan. 7:20) dan “pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong” (Dan. 7:8). Tanduk ini memiliki mata yang menonjol dan banyak bicara yang sombong. Anehnya, popularitas Antikristus tidak besar, karena dia akan “menjadi berkuasa, meskipun sedikit orang-orangnya” (Dan. 11:23). Mohon perhatikan hal ini. Tidak seperti yang banyak diyakini, dia tidak akan menjadi terkenal dan populer! Dia akan dipandang oleh banyak orang sebagai “orang yang keji” (ayat 21).
Tidak ada orang yang bersorak memahkotai dia sebagai raja. Mereka tidak memberinya “martabat raja” (ayat 21). Jadi, kita tidak seharusnya mencari orang yang disukai dan secara umum populer. Inilah kesalahan yang dilakukan banyak orang.
Awalnya, Antikristus tidak akan menjadi sosok yang luar biasa di panggung dunia. Bahkan, dia akan dibenci banyak orang. Manusia berdosa yang akan datang, pada awalnya, akan menjadi orang yang tidak terlalu dikenal dan tidak disukai yang suka membual mengenai apa yang akan dia lakukan.
MANUSIA DARI DOSA ITU
Banyak yang mengira karena Binatang itu disebut “manusia berdosa”, maka dia akan menjadi jenis manusia duniawi tak bermoral. Namun tidak ada tulisan suci yang mendukung ini.
Sementara para pemimpin dunia dan orang terkenal lainnya menjadi terkenal karena petualang seksual, kekasih, istri yang lain, dll., namun Antikristus tidak diungkapkan seperti ini. Dosanya adalah karena dia mengklaim dirinya sebagai dewa.
Baru-baru ini, dalam upaya menerjemahkan Perjanjian Baru, saya menemukan fakta menarik. Antikristus yang akan datang sebenarnya bukan “manusia berdosa”. Ini adalah terjemahan yang salah. Alih-alih, dia adalah “manusia dari dosa itu”.
Betul sekali. Ada kata sandang sebelum kata “dosa” di teks Yunani. Artinya bahwa alih-alih menjadi manusia yang penuh dengan segala macam dosa, yang tersirat dari terjemahan “manusia berdosa”, ini bukan yang dikatakan Alkitab. Hanya ada satu dosa khusus yang menjadikan dia musuh Tuhan.
Lalu apa “dosa” itu yang menjadikan dia musuh? Jelas tersebut di tulisan suci. Dia “yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah” (2Tes. 2:4). Inilah dosa itu yang menyebabkan konfrontasinya dengan Yang Mahatinggi.
ASKETISME KUAT
Jadi, kita melihat Antikristus mungkin bukan seorang pria hidung belang atau orang tak bermoral dari sudut pandang kenajisan seksual. Bahkan, mungkin dia akan mengkhotbahkan nilai moralnya sendiri. Ada tertulis bahwa dia tidak akan mengindahkan “[...] pujaan orang-orang perempuan” (Dan. 11:37). Ada kemungkinan bahwa dia akan sangat religius, membanggakan dirinya dengan agama ekstrem yang ia jalankan dan tegaskan agar diterima semua orang. Ketidakpeduliannya pada “pujaan orang-orang perempuan” tidak menuntut dia untuk tidak menikah. Sebaliknya, besar kemungkinan agama yang pada akhirnya ia ikuti akan memiliki posisi penolakan yang sangat kuat berkaitan dengan keterlibatan seksual laki-laki dengan perempuan.
Cukup banyak tafsir frasa “pujaan orang-orang perempuan” dari para ahli Alkitab. Banyak dan beragam pendapat diajukan. Beberapa telah melihat penolakan terhadap pemujaan berbagai dewi.
Yang lain bersatu menolak Kristus, berpikir bahwa “pujaan orang-orang perempuan” itu adalah Yesus. Lainnya berpendapat “pujaan orang-orang perempuan” adalah untuk memiliki anak dan Antikristus akan menentangnya. Namun, semua ini salah.
Sekarang setelah dengan jelas mengenali wilayah dunia dari mana Antikristus berasal, tidaklah sulit untuk membayangkan bahwa dia akan mendukung beberapa bentuk asketisme agama.
Bisa jadi dia akan terlibat dalam, atau memimpin, gerakan saat ini di antara beberapa Muslim radikal, penyangkalan diri agama. Bisa jadi sikapnya terhadap wanita dan hasrat alami manusia untuk ekspresi diri dan kepuasan adalah berat dan represif.
Kelompok ini kini bereaksi dengan kejam terhadap perempuan dan segala bentuk interaksi antara pria dan wanita. Wanita sering diperlakukan tidak manusiawi. Keinginan perempuan, termasuk keinginan untuk dilihat sebagai menarik, untuk dididik, dan untuk mendapat posisi penting dan tanggung jawab di masyarakat ditanggapi dengan sangat keras oleh Islam radikal.
Gagasan bahwa frasa ini merujuk ke kecenderungan agama yang sedemikian parah mendapatkan banyak dukungan saat kita ingat Antikristus dan sepuluh negaranyalah yang menghancurkan Babel. Mereka membencinya karena amoralitas, sensualitas, dan kesenangan diri sendiri yang merajalela (Why. 17:16, 17).
Kita akan mengeksplorasi ini lebih perinci nanti, namun untuk saat ini saya yakin bahwa ia akan menjadi pemimpin terkemuka di gerakan keagamaan anti-Kristen ekstrem. Agama ini mungkin akan menjadi salah satu bentuk Islam.
Beberapa mungkin berpendapat bahwa Islam bukan anti-Kristen. Namun tentu kita juga bisa sepakat bahwa Islam tidak pro-Kristen. Saya mendengar di setiap masjid ada tulisan: “Allah tidak memiliki seorang putra.” Tentu, karena ditulis dalam bahasa Arab, hanya beberapa orang luar dapat membacanya. Ini dapat dianggap sebagai anti-Kristen, karena fondasi gereja Kristen adalah Tuhan memang memiliki seorang Putra. Ini merupakan hal yang penting karena Yohanes begitu menekankan kebenaran ini dalam surat yang kita kenal sebagai 1 Yohanes. Di sini saya tidak mengajarkan kebencian terhadap Muslim. Tentunya sikap Tuhan dan juga sikap kita, adalah untuk mengasihi setiap orang. Namun, jelas bahwa prinsip dasar ajaran Muhammad dan Kekristenan sejati saling bertentangan. Tidak ada cara mendamaikan keduanya.
Walau para Muslim mengakui Yesus adalah nabi, namun mereka menyangkal Dia adalah Putra tunggal Allah. Ini lalu menempatkan mereka di posisi menentang kebenaran Perjanjian Baru yaitu bahwa Yesus jauh melebihi nabi lain. Dia adalah Putra Tuhan.
Konflik Islam dengan umat Tuhan — baik dengan Yahudi maupun Kristen — sudah lama terjadi. Tentu Islam adalah agama substitusi untuk ibadat sejati pada Tuhan yang benar. Seharusnya tidak mengejutkan mendapati bahwa agama palsu ini dapat berperan penting di kebangkitan dan pemerintahan Antikristus yang akan datang.
RAHASIA KEDURHAKAAN
Di 2 Tesalonika 2:7 tertulis sesuatu mengenai “rahasia kedurhakaan” atau “rahasia pelanggaran hukum”. Apakah itu? Kata Yunani “rahasia” di sini tidak merujuk ke sebuah misteri yang kita tahu — sesuatu yang benar-benar sulit dipahami — namun cenderung sebagai rahasia. “Rahasia” ini adalah rahasia yang hanya diketahui oleh beberapa orang dalam, seperti rahasia pondok persaudaraan, perkumpulan rahasia, atau sekte yang berbeda.
Dalam hal ini, inilah salah satu rahasia Setan. Dia punya rencana, rencana rahasia yang sudah lama ingin dia jalankan, namun ada yang merintanginya.
Keinginannya adalah untuk secara radikal melenyapkan semua pria dan wanita yang tidak sejalan dengan apa dan siapa dia dari bumi. Dia bahkan mungkin ingin menghancurkan semua manusia, tetapi dia tidak bisa. Tuhan tidak akan membiarkannya.
Iblis dibatasi oleh Tuhan. Ada hal-hal yang tidak akan Dia biarkan untuk dilakukan iblis. Misalnya, Setan tidak bisa langsung membunuh jutaan manusia. Tuhan tidak akan mengizinkannya untuk melakukan itu.
Namun ada “celah” dalam batasan Tuhan yang setan ketahui. Walau setan dibatasi Tuhan, manusia tidak begitu terbatas. Yang Mahatinggi tidak selalu dan segera menghentikan orang jahat dari menghancurkan orang lain. Adolf Hitler, Idi Amin, Muammar al-Gaddafi, Joseph Stalin dll., adalah contoh dari beberapa pria yang memusnahkan banyak orang.
Jadi, celahnya adalah jika Setan dapat mengendalikan seseorang, ia dapat bekerja melalui orang itu untuk melakukan banyak hal yang tidak boleh ia lakukan sendiri. Begitu dia mendominasi orang jahat, dia bisa bekerja melalui orang itu untuk melaksanakan rencananya.
“Misteri” atau rencana rahasia itu adalah iblis ingin mencari pria yang dapat dia kendalikan, lalu menggunakan kekuatannya untuk memberikan dominasi ke pria itu atas seluruh dunia. Kemudian, melalui pria itu, ia dapat bekerja untuk memusnahkan mereka yang menentangnya dalam skala global. Ini adalah “rencana rahasia (atau misteri) kedurhakaan”.
Namun, rencana rahasia ini telah dicegah. Ada sesuatu yang menahannya. “Sesuatu” ini adalah tangan Tuhan. Karena Dia mengerti apa yang ingin dilakukan Iblis, Dia tidak membiarkannya berhasil.
Namun, di akhir zaman ini, tangan Tuhan yang menahan ini akan disingkirkan. Ada tertulis: “[...] tetapi sekarang masih ada yang menahan. Jika yang menahannya itu telah disingkirkan” (2Tes. 2:7). Begitu yang menahannya disingkirkan, maka manusia berdosa akan mulai berperang melawan umat Tuhan, memusnahkan mereka sebanyak mungkin.
Di Daniel 11, ayat 38 kita temui perincian Antikristus yang menarik. Dia akan: “[...] menghormati dewa benteng-benteng: dewa yang tidak dikenal oleh nenek moyangnya akan dihormatinya dengan membawa emas dan perak dan permata dan barang-barang yang berharga”.
Mudah membayangkan seseorang, mungkin dari Timur Tengah, yang mengenali dewa semacam ini.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak kelompok di wilayah tersebut yang selalu berperang, melawan AS, melawan raja Suriah, sesamanya, dll. Tidak diragukan lagi, pemimpin kelompok semacam itu pasti akan sangat berterima kasih kepada roh yang mengurapi dia agar berhasil dan melindunginya.
Roh inilah yang memberinya kemenangan dan mencegahnya agar tidak terbunuh. Dia telah menemukan dewa, yang membimbing dan melindunginya dalam segala hal. Itulah “dewa bentengnya”. Dewa itu menjadi penolong dan bentengnya.
Terkait frasa, “yang tidak dikenal oleh nenek moyangnya”, kita hanya bisa berspekulasi. Jika hal ini dianggap berarti mereka yang mendahuluinya dalam nubuat Daniel — dengan kata lain mereka yang “menjadi nenek moyang” dari garis keturunan spiritualnya — maka tentu saja hal tersebut akan menjadi dewa “baru”. Hal tersebut akan menjadi sesuatu yang, sampai sejarah yang terkini, tidak diakui.
Antikristus, karena lokasi geografisnya, mungkin akan menyebut dewa “baru” ini sebagai Allah. Dia mungkin akan bersikeras bahwa orang yang memberi energi dan melindunginya adalah Allah yang “nyata” dan bahwa dia sendiri adalah semacam reinkarnasi dari “Nabi”.
Tetapi kebenarannya adalah allahnya ini adalah Setan sendiri. Iblis adalah allah Antikristus. Kita dapat mengonfirmasi ini dari ayat di Wahyu 13:2 yang menulis bahwa naga (dalam hal ini adalah Setan) “[...] memberikan kepadanya (Antikristus) kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar”.
Karena Antikristus memuja dewa ini, ia akan bersikeras bahwa semua orang juga harus memujanya. Ada tertulis: “Dan mereka [orang-orang di dunia] menyembah naga itu [Setan], karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu [...]” (Why. 13:4). Inilah dewa yang menjadi nyata, melindungi, dan memberdayakan manusia berdosa. Jelas, Setan melihat pria ini sebagai orang yang dapat ia gunakan di masa depan untuk melakukan kehendaknya di bumi.
Beberapa orang mungkin berpendapat Allah hanyalah nama lain untuk iblis. Yang lain berpikir bahwa para pengikut Muhammad memakainya sebagai nama untuk Tuhan yang benar, tetapi salah dalam kepercayaan mereka tentang Dia. Inilah pertanyaan yang berada di luar cakupan penelusuran kami. Yang kami ketahui dengan pasti adalah manusia berdosa yang akan datang berasal dari dan memiliki wilayah di Timur Tengah. Karena itu, besar kemungkinan bahwa nama untuk allahnya adalah Allah.
Omong-omong, beberapa orang telah mengambil ungkapan “para allah nenek moyangnya” dan bersikeras bahwa Antikristus yang akan datang pastilah seorang Yahudi yang menolak Tuhan. Yang lain melihatnya sebagai orang Kristen murtad.
Teks tersebut tidak bisa ditafsirkan seperti ini. Kata untuk “tuhan” di sini adalah “elohim”, yang bisa namun tidak selalu merujuk ke Tuhan di Alkitab. Ini adalah semacam kata Ibrani generik untuk “Tuhan”. Kata ini juga dapat diterjemahkan “dewa” bahkan “para allah” karena kata tersebut adalah kata jamak. Maka, kata ini dapat merujuk ke segala jenis dewa atau para allah, bahkan jika mereka adalah penyembah berhala.
Jika kata “Yehuwa” (Yahweh) atau “Tuhan” (Adonai) telah digunakan di ayat ini, maka akan menjadi identifikasi tertentu dari Tuhan yang benar. Namun karena kata yang digunakan adalah “elohim”, maka Antikristus tidak bisa ditafsirkan sebagai seorang Yahudi atau Kristen. (Sebelumnya disampaikan bahwa ada kemungkinan “dewa-dewa” diterjemahkan sebagai “para allah nenek moyangnya” yang merujuk ke dewa-dewa kuno Babel dan Asyur yang tidak akan disembah oleh Antikristus.)
Bukannya “para allah dari nenek moyangnya”, orang jahat ini malah mendorong penyembahan ke allahnya, yang dalam kenyataannya adalah iblis. Saya pikir sangat kecil kemungkinan bahwa dia akan memakai nama “Setan” atau “iblis” untuk menggambarkan allahnya. Dia mungkin akan menggunakan nama “Allah” untuk mengaburkan siapa allah ini sebenarnya.
Tetapi pada dasarnya allah yang ingin dia promosikan adalah ular tua, Setan. Dia akan mempopulerkan dewa ini dengan siapa dia bersekutu dan dukung untuk disembah. Dalam Daniel tertulis bahwa Antikristus akan menghormati “dewa benteng- benteng”, “mengakui”, dan “dilimpahi kehormatan” (Dan. 11:38, 39).
ANTIKRISTUS AKAN MENUNTUT PENYEMBAHAN
Tetapi Antikristus yang akan datang tidak hanya menyembah tuhan ini saja. Seiring kekuatan dan pengaruhnya tumbuh, kepalanya juga membesar secara proporsional. Kebanggaan dan egonya mulai naik ke tingkat yang hampir tidak pernah terjadi sebelumnya. Dia mulai membayangkan bahwa dia juga adalah tuhan. Dia juga ingin disembah.
Tampaknya pengurapan iblis makin kuat dalam hidupnya, kuasa ini ada di kepalanya. Mengalami kuasa Setan dan bahkan duduk di “singgasananya” memberinya gagasan yang sangat melambung tentang siapa dirinya.
Jadi, Antikristus akan mulai menuntut penyembahan bagi dirinya sendiri. Ada tertulis bahwa manusia berdosa “menentang dan meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah” (2Tes. 2:4).
Tidak diragukan bahwa pemuliaan diri berhubungan dengan “mulut, yang penuh kesombongan dan hujat” (Why. 13:5) dan “mulut yang menyombong” (Dan. 7:8). Antikristus akan, seiring waktu, menjadi sepenuhnya terbawa oleh keberhasilan dan pengikutnya.
Pada akhirnya, pendapat mengenai dirinya sendiri melambung tinggi sedemikian rupa sampai ia menghujat Tuhan Yang Mahatinggi, secara lisan merendahkannya dan menantang kuasa-Nya. “Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi” (Dan. 7:25). Dan: “Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Tuhan, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga” (Why. 13:6). Ini akan terbukti sebagai kesalahan besar.
AGAMA ISLAM
Kita telah membahas sedikit mengenai Islam dan bagaimana ini akan berperan dalam kedatangan agama Antikristus. Untuk memahaminya, kita harus tahu bahwa Islam saat ini bukanlah gerakan yang bersatu. Islam terbagi menjadi banyak sekte berbeda. Masing-masing memiliki penekanan, kepercayaan, dan pemimpin mereka sendiri.
Selama berabad-abad sejak didirikan, Islam telah berkali-kali diubah oleh berbagai pemimpin karismatik yang sesuai tujuannya sendiri, sehingga memunculkan berbagai faksi dan sistem kepercayaan.
Jadi, kemungkinan bahwa Antikristus memodifikasi dan membentuk Islam agar sesuai dengan agendanya sendiri tidaklah terlalu jauh. Itu bukanlah hal baru.
Saya menduga Binatang akan memakai Islam sebagai batu loncatan untuk mendapatkan pengikut, namun setelah ia mengambil posisi berkuasa dan kontrol yang besar, ia akan mengubahnya untuk memasukkan dirinya dan pelindungnya yang sebenarnya (Setan) sebagai objek pemujaan. Mungkin dia akan menjadi semacam agama Muslim mutan.
Bahkan, beberapa sekte Islam secara aktif mengharapkan semacam “penyelamat” untuk muncul dan membawa mereka kembali ke kesatuan dan kejayaan mereka sebelumnya. Ada jutaan umat Islam saat ini yang dengan bersemangat menunggu kedatangan seorang imam atau pemimpin yang diurapi secara semu dan supranatural.
Penulis Paul Williams menjelaskan bahwa, menurut beberapa Muslim: “’Mahdi’ adalah khalifah yang dibimbing oleh kebenaran dan akan muncul di hari-hari terakhir sejarah manusia. Kedatangannya dinubuatkan oleh Hadits, ajaran suci yang melengkapi Quran. Oleh Hadits, Mahdi digambarkan sebagai sosok yang memunculkan ‘Hari Islam’, saat semua orang di seluruh dunia — baik yang beriman maupun tidak — akan jatuh tunduk di hadapan takhta Allah.”
Tidak diragukan lagi, Antikristus akan dengan senang hati mengambil posisi ini untuk mereka. Sangat mungkin bahwa Antikristus akan muncul bagi komunitas Muslim sebagai penyelamat dan pemersatu. Sangat mungkin bahwa banyak orang akan menyambutnya sebagai penggenapan peran mesianis ini. Nantinya, ia akan membentuk agama ini sesuai kebutuhannya.
Banyak orang pasti akan berpendapat bahwa komunitas internasional tidak akan pernah mentolerir pemimpin militer Timur Tengah yang mengambil alih negara mana pun di wilayah itu. Mereka akan menggunakan kekuatan militer mereka yang besar kepadanya untuk mencoba menghancurkannya. Namun, saat ini di tahun 2014 hal itu terjadi dengan sedikit pertentangan internasional.
Ada kemungkinan “Barat” akan mencoba campur tangan di daerah itu lagi. Namun harus diingat siapa pelindung Antikristus itu. Dialah “dewa kekuatan {atau benteng}”. Makhluk roh ini, yang adalah “penguasa dunia ini” (Yoh. 14:30) akan, dengan segenap kekuatannya, melindungi Antikristus dari serangan. Dia akan menjadi bentengnya yang tak tertembus. Dengan perlindungan seperti ini, hampir tidak mungkin untuk membunuh siapa pun.
Sebagai contoh, ingat berapa kali AS berusaha membunuh Fidel Castro? Mereka juga berusaha menangkap Muammar Gaddafi, namun gagal. Banyak pemimpin seperti itu tampaknya memiliki bakat luar biasa untuk melarikan diri dan menghindari semua upaya dalam kehidupan mereka. Antikristus akan memiliki pengurapan setan yang sangat kuat di sekelilingnya.
Faktor lain yang harus dipertimbangkan pembaca adalah bahwa Tuhan sendiri berencana menggunakan Antikristus. Dia akan menggunakannya untuk berbagai tujuan, termasuk melaksanakan penghakiman ilahi pada Babel (Why. 17:17, 18).
Jadi, masuk akal kalau Allah juga akan melindungi Antikristus dari siapa pun yang mau menghancurkannya, sampai dia melaksanakan rencana-Nya. Dengan begitu banyak perlindungan supranatural, Antikristus akan sulit mati!
NABI PALSU
Untuk membantu dirinya naik ke kekuasaan dan memiliki status “kedewaan”, Antikristus tampaknya memiliki semacam penolong atau nabi. Sosok ini mungkin bertindak sebagai semacam wakil presiden. Ada kemungkinan bahwa Binatang itu sendiri terus berada di belakang dan membiarkan nabi palsu ini menghadapinya, terutama saat mengklaim sebagai dewa. Ada tertulis bahwa sosok ini “[...] menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama” (Why. 13:12).
Terus membantu nabi ini dalam menyatakan bahwa Binatang itu adalah Ilahi, adalah mukjizatnya. Dia diizinkan Tuhan dan diberi energi oleh Setan untuk melakukan mukjizat luar biasa. Binatang kedua ini “[...] mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang. Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang … itu” (Why. 13:13, 14).
Mungkin Anda sering berpikir bahwa binatang kedua atau nabi palsu ini hanya seorang individu. Namun secara alkitabiah, ia pasti lebih dari itu. Ia juga pasti menjadi penguasa negara. Ini ditunjukkan oleh fakta bahwa dia disebut “binatang”. Dalam nubuat Alkitab, baik di Daniel maupun Wahyu, setiap “binatang” yang muncul adalah selalu pemimpin kerajaan.
Pada semua penglihatan lainnya, seekor binatang mewakili kerajaan dan penguasanya. Maka, jika nabi palsu atau binatang kedua adalah individu sederhana tanpa suatu bangsa di belakangnya, maka itu tidak akan konsisten dengan tulisan suci. Nabi palsu pasti adalah penguasa di suatu negara. Ini pertanda penting.
Binatang kedua itu bukan hanya pemimpin nasional, tetapi tampaknya ia pasti adalah penguasa bersama dengan orang lain. Ada tertulis bahwa binatang kedua ini “bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga” (Why. 13:11).
Jika Anda ingat diskusi kita sebelumnya mengenai arti tanduk di nubuat Alkitab, yaitu bahwa dua tanduk pada binatang melambangkan dua penguasa yang simultan. Jadi, agar konsisten, binatang kedua ini pasti semacam penguasa bersama dari suatu bangsa. Walau mungkin terasa agak aneh bagi Anda, ada hal seperti ini di dunia kita sekarang. Iran, misalnya, tampaknya memiliki sistem pemerintahan ganda dengan dua penguasa. Mereka memiliki pemerintahan agama mereka dengan Ayatollah atau penguasa spiritualnya di samping pemerintahan sekuler dengan penguasa atau presidennya. Ini menjadi dua “tanduk”.
Mungkin tulisan suci menunjukkan pengaturan ini. Oleh karena itu, adalah bijaksana untuk terus mengawasi situasi yang sedang berkembang di Iran, baik pada kepemimpinannya dan pada program pengembangan nuklirnya.
Bisa jadi bangsa yang dipimpin nabi palsu akan menjadi bagian dari sepuluh yang akhirnya dipersatukan oleh Antikristus. Namun secara alkitabiah ini tidak perlu. Yang penting adalah keberadaannya dan salah satu penguasanya menjadi partisipan yang sangat aktif di kekuasaan Antikristus. Tampaknya sangat mungkin bahwa itu akan menjadi bangsa yang didominasi oleh Muslim radikal. Mungkin mereka akan melihat Antikristus sebagai seseorang yang dapat digunakan untuk melancarkan agenda mereka.
KEBANGKITAN ANTIKRISTUS
Faktor lain yang akan melancarkan penyembahan binatang yang akan datang adalah apa yang oleh beberapa orang disebut sebagai “kebangkitan palsu”. Jelas, Antikristus tidak populer di antara semua orang. Suatu saat, seseorang mencoba membunuhnya. Untuk sementara Antikristus akan kebal. Karena perlindungan supranatural, tidak ada yang akan bisa menangkapnya. Namun, pada akhirnya seseorang akan berhasil melukainya, mungkin fatal. Tampaknya ini mungkin sebuah luka di kepala. Ada tertulis: “Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya.”
Tetapi ini bukan akhir dirinya atau kerajaannya. Entah bagaimana, “luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh”. Hasil dari kembalinya dia dari maut ini adalah bahwa “seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu” (Why. 13:3).
Sangatlah mungkin bahwa penyembuhan ajaib ini adalah hasil dari kekuatan iblis. Mungkin Setan yang menyembuhkan Binatang ini. Tentu saja kebangkitan yang luar biasa dari kematian akan menyebabkan orang, terutama orang-orang Muslim yang mencari hal seperti itu, menjadi takjub.
Itu akan meningkatkan harga diri Antikristus di mata mereka dan menghilangkan keraguan yang mungkin mereka miliki. “Kebangkitan” dari kematian ini, apa pun caranya, akan sangat mendukung Binatang itu. Ini akan memberinya semacam aura kekuatan dan keampuhan supranatural.
Ini menimbulkan pemikiran lain. Setelah Antikristus terluka, ada kemungkinan iblis itu sendiri masuk ke dalam tubuhnya, sehingga menimbulkan semacam penyembuhan. Ini mungkin bertepatan dengan waktu ketika Setan akhirnya diusir dari surga ke bumi (Why. 12:9, 13). Mungkin inilah penyebab terjadinya kebangkitan palsu. Kemungkinan lain adalah bahwa pada saat ini roh Antiokhos Epifanes diambil dari mana pun ia berada dan menghuni tubuh ini. Apa pun yang sebenarnya terjadi, luka dan penyembuhan ini hanya berfungsi untuk melancarkan popularitas si Binatang.
Akhir bab 2
Baca bab-bab lain secara online: