Pelayanan Sebutir Gandum

Membaca Secara Daring
Babel

SI PELACUR

Bab 1

Babel, buku oleh David W. Dyer

PUBLIKASI MINISTRIES “A GRAIN OF WHEAT”

Oleh David W. Dyer

Diterjemahkan oleh L. Yunnita

DAFTAR ISI

Bagian I - Babel

Bab 1: SI PELACUR (Bab saat ini)

Bab 2: BABEL

Bab 3: DARAH PARA MARTIR

Bab 4: BABEL SAAT INI

Bab 5: KEHANCURAN BABEL

Bab 6: UMAT-KU PERGILAH DARI PADANYA

Bab 7: GEREJA KATOLIK ROMA

Bagian II - Antikristus

Bab 1, BAGIAN I: DOMBA DAN KAMBING

Bab 1, BAGIAN II: "NUBUAT SEJARAH"

Bab 1, BAGIAN III: EMPAT BINATANG BUAS

Bab 1, BAGIAN IV: GAMBARAN NEBUKADNEZAR

Bab 2: ANTIKRISTUS

Bab 3: SATU PEMERINTAHAN DUNIA

Bab 4: JADWAL TUHAN

Bab 5: BABEL

Bab 6: PERANG MELAWAN ORANG-ORANG KUDUS

Bab 7: TANDA BINATANG BUAS

Bab 8: PENGANIAYAAN

Bab 9: TANDA-TANDA PENTING

Bab 10: LAYAK UNTUK MELARIKAN DIRI

Bagian III - Tanda Akhir Zaman

Bab 1: DUA SAKSI

Bab 2: EMPAT METERAI

Bab 3: SANG ANAK LAKI-LAKI

Bab 4: KEMURTADAN BESAR

Bab 5: KEHANCURAN TIBA-TIBA




KATA PENGANTAR

Memang mudah untuk mengkritik orang lain tetapi menganggap diri kita sendiri baik! Melihat kekurangan orang lain tanpa menyadari kesalahan dan kegagalan kita sendiri menjadi sesuatu hal yang alami bagi kita,. Sebenarnya, menganggap diri kita tidak seburuk, sesesat, atau sekeliru “orang lain” adalah suatu hal yang biasa.

Tetapi, seperti yang sudah Anda ketahui, mereka yang berpikir seperti ini hanya memperlihatkan hati mereka sendiri serta kebanggaan dan egoisme yang ada di dalam diri mereka. Mereka tidak bisa memahami hakikat sejati dari jiwa mereka sendiri.

Yang sebenarnya adalah bahwa di lubuk hati kita yang terdalam, tidak ada orang yang lebih baik daripada yang lain. Kita semua adalah orang berdosa yang paling buruk.

Diskusi kecil ini ada hubungannya dengan topik kita saat ini. Misalnya, seumur hidup, saya tak pernah mendengar seseorang menyatakan, “Saya mengambil bagian dalam Babel”, atau, “Saya terlibat dalam perzinaan rohani”. Sebaliknya, yang salah selalu “orang lain”, tidak pernah “aku” atau “kita”.

Belakangan ini, tidak sulit untuk menemukan seseorang yang bersikeras bahwa, “gereja itu adalah bagian dari Babel” atau, “sistem keagamaan itu adalah Babel”. Mereka yang membuat pernyataan ini sering melakukannya untuk membuat diri mereka merasa lebih baik atau lebih unggul, agar yang mendengarkannya tahu, bahwa mereka tidak salah, dan karenanya jauh lebih baik daripada orang-orang yang mereka nilai salah.

Bagaimanapun, Tuhan ingin mengubah kebiasaan ini. Dia ingin mengakhiri kebiasaan yang umum dilakukan manusia ini. Tujuan Allah bukan, dan tidak pernah, ingin mengungkapkan dosa-dosa orang lain kepada kita, sehingga kita merasa lebih baik tentang diri kita sendiri.

Namun, Dia selalu berusaha untuk mengungkapkan kondisi hati kita yang sebenarnya, sehingga kita dapat bertobat dan mengalami lebih banyak lagi keselamatan yang Dia berikan untuk kita.

Dengan mempertimbangkan semua ini, saya ingin meminta bantuan semua pembaca untuk beberapa saat mengesampingkan semua pemikiran yang sudah terbentuk sebelumnya tentang topik ini. Beri kesempatan untuk membuka hati dan pikiran Anda terhadap sesuatu yang mungkin berbeda dari apa yang sudah Anda yakini sebelumnya.

Bukalah hati Anda kepada Tuhan dan meminta agar terang-Nya bercahaya sehingga Anda bisa menerima pemahaman baru, wahyu baru yang akan mengubah hidup Anda.

Wahyu Alkitab tentang Babel — si pelacur dari hari-hari terakhir ini — sangat penting untuk dipahami oleh semua anak Allah.

Doa saya adalah agar buku kecil ini dapat digunakan Allah untuk menerangi dan memberkati semua pembaca, mempersiapkan mereka untuk kedatangan Tuhan Yesus Kristus kita yang kedua kalinya.

D.W.D.

“Oleh karena, ya sungguh karena mereka menyesatkan umat-Ku dengan mengatakan: ‘Damai sejahtera!, padahal sama sekali tidak ada damai sejahtera [...]” (Yeh. 13:10).

“Lalu aku berkata, ‘Aduh, Tuhan Allah! Bukankah para nabi telah berkata kepada mereka: Kamu tidak akan mengalami perang, dan kelaparan tidak akan menimpa kamu, tetapi Aku akan memberikan kepada kamu damai sejahtera yang mantap di tempat ini.’

Jawab Tuhan kepadaku: ‘Para nabi itu bernubuat palsu demi nama-Ku! Aku tidak mengutus mereka, tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada mereka. Mereka menubuatkan kepadamu penglihatan bohong, ramalan kosong dan tipu rekaan hatinya sendiri’” (Yer. 14:13, 14).

“Mereka mengobati luka umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!’ tetapi tidak ada damai sejahtera” (Yer. 6:14).

1. SI PELACUR

Tuhan itu tidak terbatas, kekal, dan Maha Kuasa. Dia adalah pencipta segala sesuatu. Dia tidak membutuhkan apa-apa. Oleh karena itu, hanya sangat sedikit yang bisa manusia tawarkan kepada-Nya. Dia tidak membutuhkan kecerdasan kita. Dia tidak menginginkan uang kita. Dia tidak membutuhkan bantuan kita, bahkan semua bantuan atas nama “Kristen”. Dengan kata lain, Dia mampu melakukan pekerjaan-Nya sendiri tanpa bantuan, pelayanan, karunia, dan kemampuan khusus kita. Jika perlu, Dia dapat dengan mudah menjadikan “anak-anak bagi Abraham” dari batu-batu di sepanjang jalan (Luk. 3:8).

Namun, ada satu hal yang Tuhan inginkan dari kita. Dia menginginkan hati kita, dan ini adalah satu hal yang dapat kita berikan kepada Tuhan yang menyenangkan Dia. Jika dan ketika hati kita sepenuhnya menjadi milik-Nya, maka segala pekerjaan-Nya dapat dilakukan di dalam kita dan melalui kita dengan kekuatan, kecepatan, dan efisien.

Setiap kekurangan dalam hal kecerdasan, karunia, atau kemampuan kita akan dilengkapi dengan kuasa dan kasih karunia-Nya. Ketika hati kita benar-benar dan sepenuhnya menjadi milik-Nya, maka semua hal lahiriah seperti kebutuhan pribadi dan pelayanan kita bagi-Nya dapat ditangani dengan mudah. Ketika hati kita menjadi milik-Nya, maka tidak ada hambatan yang terlalu besar untuk kita karena semua kendali ada di tangan Guru kita yang penuh kasih. Tentu saja Anda pasti ingat perintah pertama yang diberikan Tuhan kepada kita. Perintah itu berbunyi, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” (Mat. 22:37). Jelas sekali, karena ini merupakan perintah yang pertama dan paling utama, ini berarti Tuhan sedang memberi tahu kita tentang sesuatu yang sangat penting, yaitu bagaimana hubungan kita dengan-Nya yang seharusnya.

Dia berkata lagi dalam Amsal: “Hai anakku, berikanlah hatimu kepadaku …” (Ams. 23:26). Ayat ini adalah inti dari semua yang benar-benar diinginkan atau diminta Tuhan dari anak-anak-Nya. Dia menginginkan hati kita. Dia merindukan kepasrahan dan penyerahan total dari manusia batiniah kita kepada-Nya. Keinginan-Nya adalah agar kita memberikan diri kita sepenuhnya dan seutuhnya kepada-Nya. Ini adalah kebenaran utama dan mendasar yang harus disadari oleh semua anak-anak-Nya.

PEKERJAAN IBLIS

Namun Tuhan memiliki musuh, yaitu si Iblis. Musuh ini tidak bodoh. Dia mengerti apa yang Tuhan inginkan dari manusia, mungkin jauh lebih mengerti daripada diri kita sendiri. Jadi, Iblis bekerja untuk mengalihkan hati manusia dari Tuhan. Dia bekerja keras untuk mencegah agar setiap pria dan wanita tidak memiliki atau mempertahankan kedekatan dengan Tuhan.

Jadi, mohon berhati-hatilah dengan hal ini. Salah satu pekerjaan dan tujuan utama Setan adalah untuk menjauhkan hati manusia dari Sang Pencipta dan mengarahkannya pada hal-hal lain. Jika dan ketika dia berhasil melakukan ini, manusia kemudian menjadi tidak berdaya dan tidak berguna bagi Kerajaan Allah, serta tidak bisa melaksanakan rencana-Nya di dunia. Begitu hati mereka dibelenggu oleh hal-hal lain atau begitu cinta dan kasih sayang mereka diberikan kepada sesuatu yang lain, maka pekerjaan Allah di dalam dan melalui mereka akan menjadi terhalangi.

Iblis adalah “penguasa (atau pangeran) dunia ini” (Yoh. 14:30). Pada saat dia mencobai Yesus, dia mengklaim bahwa semua kerajaan dunia dan “kemuliaan” dunia adalah miliknya dan bahwa dia dapat memberikannya kepada orang lain sesuka hatinya.

Ada tertulis: “Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. Kata Iblis kepada-Nya, ‘Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki’” (Luk. 4:5, 6). Yesus tidak membantah pernyataan ini.

Sekarang, Iblis punya banyak hal menarik untuk ditawarkan bagi manusia di kerajaannya di dunia. Dia punya banyak pencobaan-pencobaan dan semua pencobaan itu sangat menarik. Dia memiliki kekayaan untuk diberikan, juga berbagai kesenangan untuk ditawarkan. Ini termasuk seks, narkoba, hiburan, berbagai jenis makanan, ketenaran, uang, rekreasi, dan olahraga, namun tidak terbatas hanya itu saja.

Jika Anda senang dengan hal-hal yang berkaitan dengan intelektual maka dia bisa menawarkan pendidikan, penelitian, atau bahkan permainan teka-teki atau trivia. Jika Anda suka bepergian, dia dapat menawarkan dunia yang sarat dengan berbagai tujuan, pemandangan, suara, dan hiburan masing-masing. Jika Anda lebih menyukai ketenaran dan popularitas, dia akan membantu Anda mengejarnya, bahkan ketenaran dan popularitas yang ada di dalam gereja. Jika Anda ingin berkuasa atas orang lain, ini juga dapat dia sediakan di ranah bisnis, politik, agama, dll. Bagaimana dengan status atau kesuksesan? Apakah ini menarik hati Anda? Apakah Anda merasa senang ketika orang lain melihat Anda dengan iri karena rumah, mobil, rekening bank, atau jumlah barang yang Anda miliki?

Iblis memiliki banyak kenikmatan dan pengejaran duniawi yang luar biasa yang ingin dia tawarkan untuk menarik dan kemudian merebut hati setiap pria dan wanita. Yang disampaikan di atas sama sekali belum lengkap. Semua itu hanya semacam dasar sehingga pembaca dapat mulai memahami kekuatan dan daya tarik kerajaan Iblis.

Iblis tidak hanya bekerja untuk mengalihkan perhatian orang yang tidak mengenal Allah, tetapi dia secara khusus menyasar orang-orang Kristen dan merebut hati mereka dengan menawarkan kepuasan, kegembiraan, dan kesenangan duniawi. Saat dan jika orang beriman membiarkan diri mereka tergoda oleh daya tarik dan kesenangan duniawi ini, Allah menyebut ini sebagai “perzinaan”.

Dalam Yakobus 4:4 tertulis: “Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi, barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.” Ketika kita memberikan hati kita pada daya tarik dan kesenangan dunia ini, kita telah melakukan perzinaan terhadap Tuhan kita.

Ketika hati kita mengasihi sesuatu selain Dia, kita mengkhianati Dia dengan cara yang sama seperti seorang pezina mengkhianati kesetiaannya kepada suaminya. Dengan demikian, kita menjadi musuh Tuhan. Kitab Amsal mencantumkan banyak peringatan agar kita tidak tergoda untuk melakukan perzinaan. Khususnya pasal 7, yang berisi tentang instruksi dan peringatan keras yang berlaku di setiap masa.

Ayat-ayat ini bukan hanya berlaku untuk perzinaan fisik, tetapi nasihat-nasihatnya juga berlaku dalam perjalanan kita dengan Yesus. Saya rasa penting bagi semua pembaca untuk mengulas pasal tersebut.

“Hai anak-Ku, berpeganglah pada perkataan-Ku, dan simpanlah perintah-Ku dalam hatimu. Berpeganglah pada perintah-Ku, dan engkau akan hidup, simpanlah ajaran-Ku seperti biji matamu. Tambatkanlah semuanya itu pada jarimu; dan tulislah itu pada loh hatimu. Katakanlah kepada hikmat: ‘Engkaulah saudaraku’, dan sebutkanlah pengertian itu sanakmu, supaya engkau dilindunginya terhadap perempuan jalang, terhadap perempuan asing, yang licin perkataannya.

Karena ketika suatu waktu aku melihat-lihat, dari kisi-kisiku, dari jendela rumahku, kulihat di antara yang tak berpengalaman, kudapati di antara anak-anak muda seorang teruna yang tidak berakal budi, yang menyeberang dekat sudut jalan, lalu melangkah menuju rumah perempuan semacam itu, pada waktu senja, pada petang hari, di malam yang gelap.

Maka datanglah menyongsong dia seorang perempuan, berpakaian sundal dengan hati licik. Cerewet dan liat perempuan ini, kakinya tak dapat tenang di rumah. Sebentar ia di jalan dan sebentar di lapangan, dekat setiap tikungan ia menghadang. Lalu dipegangnyalah orang teruna itu dan diciumnya; dengan muka tanpa malu berkatalah ia kepadanya: ‘Aku harus mempersembahkan korban keselamatan, dan pada hari ini telah kubayar nazarku itu. Itulah sebabnya aku keluar menyongsong engkau, untuk mencari engkau dan sekarang kudapatkan engkau.

Telah kubentangkan permadani di atas tempat tidurku, kain lenan beraneka warna dari Mesir. Pembaringanku telah kutaburi dengan mur, gaharu, dan kayu manis. Marilah kita memuaskan berahi hingga pagi hari; dan bersama-sama menikmati asmara. Karena suamiku tidak di rumah; ia sedang dalam perjalanan jauh; sekantong uang dibawanya, ia baru pulang menjelang bulan purnama.’

Ia merayu orang muda itu dengan berbagai-bagai bujukan, dengan kelicinan bibir ia menggodanya. Maka tiba-tiba orang muda itu mengikuti dia seperti lembu yang dibawa ke pejagalan, dan seperti orang bodoh yang terbelenggu untuk dihukum, sampai anak panah menembus hatinya. Seperti burung dengan cepat menuju perangkap, dengan tidak sadar, bahwa hidupnya terancam.

Oleh sebab itu, hai anak-anak; dengarkanlah aku, perhatikanlah perkataan mulutku. Janganlah hatimu membelok ke jalan-jalan perempuan itu. Dan janganlah menyesatkan dirimu di jalan-jalannya; karena banyaklah orang yang gugur ditewaskannya, sangat besarlah jumlah orang yang dibunuhnya. Rumahnya adalah jalan ke dunia orang mati, yang menurun ke ruangan-ruangan maut” (Ams. 7:1-27).

Jelas pelacur dalam Amsal ini bukan seorang perempuan lajang. Dia memiliki “pria” dalam hidupnya (ayat 19). Namun, dia juga merayu umat Tuhan yang tidak waspada.

Demikian juga halnya dengan Iblis yang juga memiliki “perempuan” atau pelacur. Perempuan ini sangat cantik dan menarik. Dia sangat menggoda. Dia disebut “dunia” dan “semua hal yang ada di dunia”. Dia menarik hati manusia dengan hal-hal ini agar mereka menjauh dari Allah, menjerat mereka agar masuk ke dalam jaring kenikmatan dan mau mengejar duniawi, dengan demikian melakukan perzinaan rohani terhadap Allah.

PEREMPUAN IBLIS

Tolong jangan lewatkan kebenaran ini. Pelacur Iblis yang bisa dikatakan “perempuan” miliknya, bukanlah seorang perempuan yang jelek. Sebaliknya, dia sangat cantik. Hal-hal yang dia tawarkan kepada pria dan wanita, untuk mengalihkan dan merebut hati mereka, adalah hal-hal yang paling menarik dan memikat hati yang ada di seluruh dunia ini.

Meskipun hal-hal ini adalah tipuan belaka, karena pada akhirnya tidak ada satu hal pun yang bisa memuaskan hati manusia, namun apa yang ditampilkan oleh hal-hal ini merupakan hal-hal dan kesenangan paling menarik yang diinginkan manusia.

Iblis sangat bermurah hati dengan perempuan, pelacurnya itu. Dia dengan senang hati akan membagi perempuan itu dan semua kesenangannya dengan siapa pun yang tertarik padanya. Dia dengan murah hati menawarkan kepada Yesus semua kerajaan dunia ini beserta kemuliaannya (Luk. 4:5, 6). Jadi, saat ini, dia bersedia untuk membagikan “kesenangan” yang ditawarkan kerajaannya kepada semua orang yang akan membuka hati kepadanya.

Penting untuk diingat bahwa tidak semua yang ditawarkan Iblis tersebut adalah dosa. Mencari uang bukanlah dosa. Membeli barang bukanlah dosa. Meluangkan waktu untuk hiburan atau bersantai bukanlah dosa.

Namun, jika kita tidak berhati-hati, hal ini dan banyak hal lain yang ditawarkan dunia ini dapat mulai menarik hati kita. Hal-hal tersebut mulai merayu kita, mengambil waktu, perhatian, dan kasih sayang kita. Hal-hal tersebut mulai mengisi tempat di hati kita yang seharusnya disediakan untuk hanya Tuhan saja.

Ada tertulis: “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu” (1Yoh. 2:15).

Tuhan kita adalah Tuhan yang cemburu. Dia sangat menginginkan kasih sayang kita. Dia ingin menjadi satu-satunya Tuhan yang memenuhi hati kita. Dialah yang harus kita rindukan dan Dia harus menjadi fokus dari semua keinginan kita. Dia tidak hanya mencari ini saja, tetapi ini juga merupakan satu-satunya hal yang benar-benar akan memuaskan hati manusia.

Kita diciptakan untuk berada dalam hubungan kasih semacam ini dengan Pencipta kita. Oleh karena itu, hanya jika kita menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Nya, kita dapat menemukan kepuasan. Hanya saat itulah kita menjadi lengkap dan puas. Kegembiraan, pengejaran, dan tujuan yang ditawarkan dunia tidak akan pernah menggantikan hal-hal tersebut.

Bahkan jika kita berhasil mencapainya, hal-hal tersebut tidak akan pernah benar-benar memberikan kepuasan sejati. Ketika kita mengejar kesenangan duniawi atau pencapaian yang ditawarkan Iblis, kita tidak akan pernah merasa damai dan benar-benar menemukan kepuasan yang kita cari. Kita diciptakan oleh Tuhan dan untuk Tuhan. Maka dari itu, hanya ketika kita menemukan semua diri kita di dalam Dia, kita juga akan merasa puas dan damai.

Akhir bab 1

Baca bab-bab lain secara online:

Bagian I - Babel

Bab 1: SI PELACUR (Bab saat ini)

Bab 2: BABEL

Bab 3: DARAH PARA MARTIR

Bab 4: BABEL SAAT INI

Bab 5: KEHANCURAN BABEL

Bab 6: UMAT-KU PERGILAH DARI PADANYA

Bab 7: GEREJA KATOLIK ROMA

Bagian II - Antikristus

Bab 1, BAGIAN I: DOMBA DAN KAMBING

Bab 1, BAGIAN II: "NUBUAT SEJARAH"

Bab 1, BAGIAN III: EMPAT BINATANG BUAS

Bab 1, BAGIAN IV: GAMBARAN NEBUKADNEZAR

Bab 2: ANTIKRISTUS

Bab 3: SATU PEMERINTAHAN DUNIA

Bab 4: JADWAL TUHAN

Bab 5: BABEL

Bab 6: PERANG MELAWAN ORANG-ORANG KUDUS

Bab 7: TANDA BINATANG BUAS

Bab 8: PENGANIAYAAN

Bab 9: TANDA-TANDA PENTING

Bab 10: LAYAK UNTUK MELARIKAN DIRI

Bagian III - Tanda Akhir Zaman

Bab 1: DUA SAKSI

Bab 2: EMPAT METERAI

Bab 3: SANG ANAK LAKI-LAKI

Bab 4: KEMURTADAN BESAR

Bab 5: KEHANCURAN TIBA-TIBA