PUBLIKASI MINISTRIES “A GRAIN OF WHEAT”
Oleh David W. Dyer
Diterjemahkan oleh L. Yunnita
Dalam dua pasal Daniel yang akan kita pelajari, Tuhan menyatakan secara rinci di mana tempat asal Antikristus. Dia menelusuri suatu garis keturunan, yang dimulai lagi dengan Media dan Persia dan Aleksander, melalui penerus mereka, dan akhirnya sampai kepada Antikristus. Sekali lagi, hal-hal ini cukup sederhana untuk dipahami. Akan melihat ketepatan luar biasa yang dengannya Tuhan menubuatkan masa depan.
Penglihatan yang ada dalam pasal 10 dan 11 kitab Daniel dibawa oleh malaikat yang mulia sebagai jawaban atas doa Daniel (Dan. 10:5, 6). Dia berpuasa dan berdoa untuk lebih memahami apa yang akan terjadi di masa depan. Tuhan mendengar doanya dan mengirimkan malaikat untuk memberinya pencerahan. Tetapi utusan ini ditunda oleh malaikat jahat “tiga minggu penuh” (Dan. 10:2) atau “dua puluh satu hari” (Dan. 10:12, 13).
Mungkin juga saat ini ada banyak orang yang belum mengerti sepenuhnya mengenai penglihatan ini. Tetapi saya percaya bahwa ketika akhir zaman semakin dekat, Tuhan sedang membuka pemahaman akan tulisan suci dan menginginkan agar anak-anak-Nya memahami apa yang akan terjadi pada kita.
Dalam penglihatan ini, Tuhan memusatkan perhatian kita pada kemunculan Antikristus secara lebih spesifik. Itu dimulai dengan apa yang sekarang bagi kita adalah sejarah kuno.
Cukup dengan mengulangi penglihatan terakhir yang dimulai dengan pengungkapan tentang masa depan Kekaisaran Media-Persia. Di sanalah Daniel hidup pada waktu itu. Kemudian ada juga penyampaian tentang Aleksander Agung (Dan. 11:3) dan empat jenderalnya yang membagi kerajaannya (Dan. 11:4).
PTOLEMY DAN SELEUKOS
Kemudian penglihatan tersebut memfokuskan perhatian pada dua dari empat jenderal itu. Bagian tentang dua jenderal ini merupakan hal yang baru, jadi silakan ikuti dengan cermat. Seorang jenderal disebut “Raja Negeri Selatan” (Dan. 11:5). Secara historis, raja ini adalah seorang jenderal bernama Ptolemy yang mengambil alih Mesir setelah kematian Aleksander. Karena Mesir berada di bagian selatan Israel, maka masuk akal bagi orang Israel seperti Daniel jika memanggilnya “Raja Negeri Selatan”.
Raja lainnya adalah “Raja Negeri Utara” (Dan. 11:6). Jenderal yang mengambil kendali atas wilayah utara Mesir adalah seseorang bernama Seleukos. Dia mengambil kendali atas wilayah yang sekarang dikenal sebagai Timur Tengah.
Selanjutnya, akan terlihat dengan jelas bahwa Antikristus berasal dari wilayah salah satu dari dua jenderal ini. Oleh karena itu, area yang perlu kita telusuri menjadi lebih sempit. Sekarang kita tidak lagi melihat empat tanduk tetapi hanya dua tanduk. Nantinya akan menjadi jelas mana dari kedua tanduk ini yang akan menjadi Antikristus.
Bagian-bagian selanjutnya dari bab ini akan membahas hubungan antara kedua raja ini dan penerusnya. Ini adalah sejarah yang mencakup beberapa ratus tahun dan melibatkan berbagai penguasa yang datang setelah “Raja Negeri Utara” dan “Raja Negeri Selatan”. Ketika membaca bagian ini, akan melihat serangkaian perang, intrik, pernikahan, dan interaksi antara kedua kerajaan ini. Ini adalah peristiwa sejarah yang diprediksi oleh Tuhan sebelumnya dan telah terjadi sampai ayat 35.

Di atas ini ada grafik dua jenderal Aleksander dan penerusnya. Grafik ini akan membantu pembaca untuk mendapatkan gambaran yang lebih visual dari nubuat ini. Daftar singkat ini akan memberikan gambaran tentang bagaimana dan kapan semua peristiwa itu terjadi. Raja-raja ini diwakili oleh dua dari empat “tanduk” dalam Daniel 8:8.
Tidaklah penting untuk mengingat semua raja dan perbuatan mereka yang tercantum dalam dua kolom tersebut. Hal yang penting adalah menyadari bahwa pihak yang disebut sebagai pihak “Raja Negeri Utara” yang akhirnya memunculkan Antikristus. Hal ini membawa kita ke arah yang sangat spesifik dan jelas.
Jika Anda tertarik untuk mempelajari subjek ini lebih dalam, saya ingin merekomendasikan sebuah buku berjudul Daniel: Kunci Nubuat Wahyu karya John F. Walvoord, yang diterbitkan oleh Moody Press. Menurut John Walvoord, penglihatan Daniel yang tercatat dalam pasal 11 hingga ayat 35 mencakup 135 pernyataan yang telah digenapi secara harfiah.
ANTIOKHOS IV EPIFANES
Penelusuran dilanjutkan dengan memusatkan perhatian pada seseorang yang bernama Antiokhos Epifanes. Dia adalah penguasa sejarah terakhir dalam daftar “Raja Negeri Utara”. Dia adalah penerus terakhir dari salah satu jenderal Aleksander yang disebutkan dalam Alkitab. Menurut Walvoord, gelar Epifanes yang berarti ‘mulia’ merupakan gelar yang diberikan Antiokhos kepada dirinya sendiri, sesuai dengan keinginannya untuk dianggap sebagai dewa.”
Penguasa ini disebut “orang yang keji” (Dan. 11:21). Dia bukan pewaris sah takhta kerajaan Suriah. Tetapi tampaknya dia adalah pelaksana yang sangat cerdik. Dia berhasil mengambil kendali kerajaan melalui “intrik”. Mungkin karena itu dia tidak diberi “kehormatan keluarga raja” (Dan. 11:21). Tampaknya Antiokhos haus akan kekuatan, licik, dan kejam. “Keji” adalah deskripsi yang sangat akurat tentang dirinya.
Setelah memperkuat kekuasaannya, dia mulai melakukan penganiayaan terhadap orang-orang Yahudi. Dia berupaya memaksa mereka untuk mengubah hukum mereka, termasuk menghentikan pengorbanan. Dia dilaporkan telah melakukan pengorbanan seekor babi betina di altar bait suci mereka, bahkan juga mendirikan berhala di sana. Ini merupakan tindakan penodaan. Orang-orang Yahudi menganggap babi sebagai hewan yang najis. Selain itu, orang-orang Yahudi selaku melakukan pengorbanan dengan menggunakan hewan jantan. Oleh karena itu, pengorbanan babi betina merupakan usaha untuk mencemari dan menghina agama Yahudi.
Ini adalah peristiwa yang oleh orang Yahudi pada waktu itu disebut “kekejian kebinasaan”. Tampaknya Antiokhos Epifanes sangat benci terhadap orang Yahudi. Dia berusaha melakukan segala yang dia bisa untuk menghancurkan agama mereka, termasuk mendukung siapa pun yang akan melanggar hukum dan bekerja sama dengannya untuk menajiskan bangsa Yahudi.
ANTIOKHOS – ANTIKRISTUS
Antiokhos memiliki peran yang penting dalam pembahasan ini karena alasan berikut. Seiring dengan perkembangan nubuat dalam pasal 11 kitab Daniel, Antiokhos mengalami transformasi atau berubah menjadi Antikristus. Hingga titik tertentu, ramalan ini sangat mudah diverifikasi secara historis. Segala tindakan, perang, dan sebagainya yang telah diprediksi Tuhan melalui Daniel, benar-benar terjadi.
Namun, di sekitar ayat 35, terjadi sesuatu yang luar biasa. Nubuat itu tidak lagi mencerminkan sejarah apa pun. Seolah-olah tulisan suci mengambil lompatan besar melalui sejarah, dari Antiokhos Epifanes ke Antikristus. Seolah-olah Antiokhos “menjadi” Antikristus (dalam pengertian tertentu) selama berlangsungnya nubuat tersebut.
Tampaknya sangat jelas bahwa Tuhan menunjukkan kepada kita sesuatu yang penting. Tuhan menunjukkan kepada kita lokasi yang tepat dari mana Antikristus akan datang. “Lompatan sejarah” ini bukan hanya semacam insiden kenabian. Sebaliknya itu adalah cara Tuhan untuk mengungkapkan kepada kita asal mula musuh masa depan umat-Nya. Penglihatan kenabian ini merupakan contoh yang luar biasa tentang bagaimana Tuhan menunjukkan kepada para hamba-Nya mengenai peristiwa masa depan sehingga mereka dapat dipersiapkan.
Tidak ada alasan logis lain bagi Tuhan untuk menghabiskan begitu banyak waktu untuk menjelaskan kepada kita tentang “Raja-Raja Negeri Utara” dan kegiatan mereka dengan begitu rinci. Jika kerajaan ini tidak memiliki kaitan penting bagi pemahaman kita tentang asal-usul Antikristus yang akan datang, mengapa Tuhan tetap mempertahankan tema ini? Mengapa Antiokhos dan Antikristus dihubungkan dalam tulisan suci dengan cara ini?
Tuhan dengan jelas menyampaikan kepada kita dari bagian dunia mana Antikristus akan muncul. Dimulai dengan Kekaisaran Babilonia, melalui masa pemerintahan Media-Persia, Aleksander Agung, empat jenderalnya dan para penerusnya sampai ke Antiokhos, Alkitab memberikan fokus pada titik asal Antikristus. Meskipun ini adalah sejarah kuno, sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dipahami.
BINATANG YANG
“TELAH ADA, NAMUN TIDAK ADA”
Dalam kitab Wahyu juga terdapat catatan tentang Antikristus, atau yang disebut “Binatang”. Namun, ada fakta misterius yang disebutkan, menunjukkan kemungkinan bahwa tokoh antikristus ini telah ada di bumi sebelumnya.
Selama akhir zaman, binatang ini tampaknya dibangkitkan dari jurang maut. Ada tertulis: “Adapun binatang yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada, ia akan muncul dari jurang maut, dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi {atau, akan hadir}” (Why. 17:8).
Ada kemungkinan bahwa binatang yang muncul kembali adalah Antiokhos Epifanes. Namun, kemungkinan itu tidak berarti secara harfiah bahwa itu adalah orang yang sama. Tetapi sama seperti Yohanes Pembaptis datang dalam “roh dan kuasa Elia” (Luk. 1:17), demikian juga roh “orang jahat” ini muncul kembali untuk menganiaya umat Tuhan.
Tentu saja sikap kebencian dan penganiayaan terhadap umat Tuhan yang terlihat dalam diri Antiokhos akan terlihat pada Binatang pada akhir zaman. Hal ini akan sangat sejalan dengan apa yang terungkap dalam nubuat Daniel tentang Antiokhos yang kemudian “berubah menjadi” Antikristus.
Jadi sekarang sudah jelaslah asal usul Antikristus. Dia akan muncul dari Kekaisaran Seleukia dan dari wilayah yang dikuasai Antiokhos Epifanes. Dia akan berasal dari dan memerintah Timur Tengah. Hingga saat ini, dua penglihatan kenabian telah mengungkapkan ini. Sekarang kita akan selidiki lagi wahyu lain yang mengatakan hal yang sama.
Akhir bab 1, bagian 2
Baca bab-bab lain secara online: