PUBLIKASI MINISTRIES “A GRAIN OF WHEAT”
Oleh David W. Dyer
Diterjemahkan oleh L. Yunnita
10. LAYAK UNTUK MELARIKAN DIRI
Saya percaya adalah suatu hal yang salah jika berpikir bahwa tidak akan ada tempat perlindungan atau keamanan di mana orang beriman bisa melarikan diri sebelum atau selama masa penganiayaan. Pemikiran bahwa tidak ada yang bisa kita lakukan untuk bertahan dari apa yang akan datang adalah salah. Tentu saja, beberapa orang beriman berhasil melewati masa kesengsaraan ini.
Paulus menulis “[...] kita yang hidup, yang masih tinggal” (1Tes. 4:15) terkait dengan pengangkatan yang akan datang, hal ini menunjukkan bahwa pada kedatangan Yesus masih ada orang beriman yang hidup. Meskipun telah berusaha sebaik mungkin, Antikristus tetap tidak bisa mendapatkan semua orang.
Juga sejalan dengan ini, dalam Wahyu 12, ada tertulis tentang seorang wanita suci yang melahirkan anak laki-laki. Naga itu menganiaya wanita akhir zaman ini. Dia memuntahkan “air” seperti banjir dari mulutnya (ayat 15) mencoba menghancurkannya, tetapi bumi “menolong perempuan itu … dan menelan sungai yang disemburkan naga itu” (ayat 16).
Ini mungkin berarti bahwa Antikristus berusaha keras untuk memadamkan gereja. Dia akan berupaya keras. Tetapi bumi begitu besar sehingga Antikristus tidak bisa menjangkau semua penjuru dan membunuh semua orang. Upaya terbesarnya tidak cukup untuk menjangkau dunia. Besarnya ukuran bumi “menelan” usahanya. Terlalu banyak masalah lain yang harus dia tangani dan terlalu banyak hal lain yang ada di pikirannya.
Oleh karena itu, mungkin masuk akal untuk menyimpulkan bahwa ada beberapa negara atau tempat di bumi di mana orang Kristen akan cukup aman. Mungkin ada tempat di mana kekuatan dan pengaruh Antikristus akan berkurang. Saya tidak sedang berbicara tentang semacam kekebalan total dari penganiayaan, tetapi tentang tempat-tempat yang tidak akan terpengaruh oleh agenda Antikristus.
Menurut Alkitab, pasti “disediakan suatu tempat baginya oleh Allah” di mana wanita ini bisa melarikan diri (ayat 6). Kitab suci mengatakan bahwa tempat ini satu, namun pada praktiknya bisa ada banyak tempat di seluruh dunia. Atau, bisa jadi sebuah benua atau wilayah yang lebih luas yang mencakup banyak negara. (“Sayap burung nasar besar” di ayat 14 mungkin bisa merujuk pada pesawat terbang.)
Logikanya, tempat-tempat ini berada di negara-negara yang swasembada energi. Tempat-tempat ini adalah tempat-tempat yang tidak bergantung pada minyak asing. Tempat-tempat ini dapat menghasilkan cukup minyak sendiri atau punya alternatif lain yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Ada kemungkinan, tempat-tempat ini berada di daerah dengan populasi Kristen yang besar yang dapat mengatasi tekanan terhadap pembunuhan orang beriman dan Yahudi. Letaknya jauh terisolasi dari belahan dunia lain.
Ada kemungkinan, tempat-tempat ini merupakan negara-negara yang tidak dianggap sebagai “kunci” dalam ekonomi global. Di samping itu, tempat-tempat ini mungkin juga memiliki sistem moneter atau perbankan yang tidak sepenuhnya bergantung pada dunia luar. Juga ada kemungkinan besar bahwa negara-negara ini kurang berkembang. Bisa jadi ini adalah tempat-tempat (atau “tempat”) yang saat ini sedang disiapkan oleh Tuhan untuk melindungi sebagian dari milik-Nya dari apa yang akan datang.
Negara atau wilayah yang aman seperti itu mungkin memiliki banyak pertanian lokal. Selain itu, mungkin juga memiliki sistem produksi dan distribusi pangan yang tidak terlalu bergantung pada transportasi jarak jauh. Ada kemungkinan besar tempat-tempat ini dapat menghasilkan listrik sendiri.
Singkatnya, tempat-tempat ini adalah tempat-tempat yang tidak terlalu bergantung pada dunia luar untuk kelangsungan hidup sehari-hari mereka. Tempat-tempat ini mungkin akan menjadi tempat yang bagus untuk melarikan diri.
Salah satu bagian dunia yang menurut sejarah pernah menjadi daerah perlindungan adalah Amerika Tengah dan Selatan. Beberapa dari negara ini menghasilkan minyak. Banyak yang menanam makanan dan memproduksi sebagian besar barang kebutuhan lainnya sendiri. Kawasan ini bukan pusat perekonomian dunia dan agak terisolasi dari segi jarak. Secara politik dan militer, hal tersebut tidak penting bagi tatanan dunia saat ini. Saya tentu tidak bermaksud menyinggung warga negara-negara ini dengan perkataan ini. Hanya saja mungkin inilah tempat yang baik untuk bahan pertimbangan bagi orang beriman jika mereka harus melarikan diri.
Menariknya, lokasi yang relatif aman yang disebutkan dalam Wahyu, adalah tempat yang “disiapkan oleh Tuhan”. Ini berarti bahwa Dia telah mengatur segalanya dalam hal posisi geografis, swasembada minyak, produksi pangan, dll. Untuk melindungi umat-Nya yang akan mengungsi ke sana.
Keseluruhan strategi ini bukanlah sesuatu yang direncanakan oleh seseorang atau sekelompok orang. Ini juga bukan hasil dari gerakan Kristen baru. Melainkan tempat yang telah disediakan Tuhan. Ini bukanlah hasil dari persiapan manusia seperti menimbun makanan, atau membeli tanah, tetapi suatu tempat yang telah diatur oleh Tuhan kita. Saya percaya adalah sangatlah tidak bijaksana untuk memikirkan bahwa tempat perlindungan itu adalah suatu lokasi di Amerika Serikat. Hal ini sudah menjadi fokus kebencian bagi negara-negara Timur Tengah. Menurut penalaran yang ada di buku sebelumnya dari seri ini yang berjudul Babel, tempat seperti itu mungkin akan diserang oleh senjata nuklir dan sebagian besar dihancurkan.
Akibat dari serangan semacam itu dapat mengakibatkan kematian yang ditimbulkan oleh kehancuran, kelaparan, dan pelanggaran hukum serta kebingungan yang berkembang luas. Negara tersebut tidak akan aman sehingga tidak dapat dianggap sebagai “tempat yang disiapkan oleh Tuhan”.
Selain itu, ada kemungkinan besar setelah serangan nuklir seperti itu, negara-negara lain yang berambisi untuk memiliki tanah dapat memanfaatkan situasi ini untuk menginvasi AS. Beberapa negara, seperti Tiongkok, bahkan mungkin tidak terlalu mempertimbangkan keselamatan pasukan mereka yang mungkin akan terkena dampak dari sisa radiasi, tetapi hanya berambisi untuk merampas sebidang besar tanah subur. Selain itu, Tiongkok dan negara lainnya yang sedang mengalami kekurangan wilayah pertanian dapat memutuskan untuk memanfaatkan situasi tersebut.
Hal ini mungkin terdengar tidak masuk akal bagi Anda saat ini, tetapi sangat mungkin terjadi jika AS kalah maka berbagai negara lain, termasuk Meksiko, Rusia, Tiongkok, dan negara lainnya dapat mengirim pasukan untuk melahap tanah atau untuk “memulihkan ketertiban”.
Pikirkanlah hal ini. Jika bencana seperti ini terjadi di negara lain, apakah AS akan mengirim pasukan untuk “membantu” atau “memulihkan ketertiban”? Pasti mereka akan melakukannya. Oleh karena itu, negara lain juga akan melakukannya. Banyak orang Amerika yang masih bertahan hidup mungkin menganggap pasukan ini sebagai “penjajah”.
Situasi seperti itu akan memicu lebih banyak kebingungan dan mungkin perang gerilya. Hal ini akan terjadi jika negara-negara lain tersebut berada di bawah pengaruh Antikristus dan berkomitmen untuk membantunya melaksanakan agendanya dalam membasmi orang-orang beriman. Sudah pasti ini bukan tempat berlindung yang “disiapkan oleh Tuhan”.
ORANG YANG SEPERTI APA?
Apa yang telah kita diskusikan sangat menenangkan, tetapi juga menakutkan. Melalui buku ini kita diperingatkan. Kita melihat bahwa waktu kita singkat. Oleh karena itu, “[...] betapa suci dan salehnya kamu [kita] harus hidup”? (2Ptr. 3:11). Karena Tuhan kita akan kembali ke bumi di “angkatan ini”, jadi bagaimana hal ini dapat memengaruhi kehidupan kita?
Saya yakin hal ini akan sangat berharga bagi kita semua agar kita bersedia meluangkan waktu sejenak dan mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan berikut. Apa yang menjadi prioritas kita? Apa tujuan kita? Apa yang kita kejar dengan waktu, tenaga, dan uang kita? Bagaimana kita menggunakan karunia yang telah Tuhan berikan kepada kita?
Apakah kita, sebagai hamba yang setia, telah menjalani hidup dengan cara yang menyenangkan Tuan kita ketika Dia datang? Apakah kita sedang membangun kerajaan-Nya? Apakah kita melayani tubuh-Nya? Apakah hidup kita telah menjadi suatu kesaksian tentang kemurnian dan kasih yang rendah hati? Atau apakah kita hanya melayani diri kita sendiri dan mengejar kepentingan kita sendiri dan menempatkan pencarian dan pelayanan kepada Tuhan di tempat kedua dalam hidup kita?
Jika kita tidak dapat dengan jujur mengatakan bahwa Tuhan adalah prioritas nomor satu kita, maka inilah waktunya untuk bertobat – kerajaan-Nya sudah dekat. Tidak lama lagi, iman dan komitmen kita kepada-Nya dan umat-Nya akan diuji secara berat. Ujian ini akan didasarkan pada cinta kita kepada Tuhan dan cinta kita kepada satu sama lain. Hal ini akan menunjukkan apakah kita bersedia mati untuk Dia atau untuk orang beriman, saudara, dan saudari kita lainnya di dalam Kristus.
Akankah kita menyangkal Yesus dan mengkhianati saudara dan saudari kita atau akankah kita setia bahkan sampai mati? Akankah kita tunduk pada agenda Antikristus untuk mempertahankan gaya hidup kita saat ini? Akankah kita menyerahkan orang lain untuk menyelamatkan diri kita sendiri? Akankah kita rela menderita dan bahkan mati?
Akan jauh lebih baik jika Anda menyelesaikan masalah ini dalam hati Anda saat ini. Penulis yakin bahwa masa depan tidak akan menyenangkan atau mudah. Mungkin kita hanya memiliki tahun kedamaian yang hanya beberapa tahun lagi untuk membuat hati kita benar di hadapan Tuhan, untuk melakukan kehendak-Nya, dan untuk mencapai tujuan yang Dia ciptakan untuk kita.
Sama sekali tidak ada waktu untuk disia-siakan! Mungkin kita telah menyia-nyiakan sebagian waktu Tuhan yang berharga. Mungkin kita telah menjadi “jemu berbuat baik” (Gal. 6:9), patah semangat oleh sikap apatis orang lain, kurangnya “keberhasilan”, atau banyaknya kesulitan yang kita hadapi.
Tuhan pasti akan mengampuni kita untuk semua yang kita lakukan di masa lalu, namun masa depan ada di hadapan kita. Tentunya, inilah waktunya: “[...] kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh” (Ibr. 12:12, 13).
Satu hal yang harus segera dilakukan adalah menghentikan keterlibatan kita dengan apa pun dan semua yang kita tahu yang bukan kehendak Tuhan. Anda tidak perlu diberitahu itu apa saja. Anda sudah pasti tahu di dalam hati hal-hal apa dalam hidup Anda yang tidak menyenangkan Dia. Anda tahu apa yang akan membuat Anda malu jika Dia datang hari ini. Ketika Anda bertobat dari hal-hal ini, Anda akan menemukan pengampunan-Nya.
Hal berikutnya yang harus dilakukan adalah menyerahkan kembali hidup Anda kepada-Nya. Putuskan dengan tegas dan kemudian nyatakan kepada-Nya bahwa Anda akan memberikan sisa hidup Anda kepada-Nya dan melakukan kehendak-Nya. Belum terlambat. Sementara masih disebut “hari ini” (Ibr. 3:7), lakukan apa yang harus Anda lakukan untuk memperbarui hubungan dengan-Nya dan mulai dari hari ini dan seterusnya untuk melakukan kehendak-Nya.
Hari ini masih ada waktu. Ada waktu untuk melayani Yesus dengan menyerahkan hidup kita untuk melayani orang lain dalam nama-Nya. Masih cukup siang untuk mengerjakan pekerjaan Tuhan (Yoh. 9:4). Manfaatkanlah sepenuhnya! Ketika penganiayaan dimulai, akan sangat sulit untuk bepergian, berkhotbah, mengajar, dan menginjili. Pekerjaan Tuhan akan diperumit oleh banyak rintangan dan kesulitan. Peperangan dan kekacauan akan membuat sangat sulit untuk menyelesaikan apa yang Tuhan telah berikan untuk Anda lakukan.
Jadi, bertindaklah sekarang! Gunakanlah waktu yang masih tersedia untuk kita dan manfaatkanlah semaksimal mungkin! Mulailah hari ini untuk mengesampingkan hal-hal yang telah menghalangi Anda dari melakukan pekerjaan Tuhan yang telah ditentukan oleh Dia untuk Anda lakukan. Jangan menundanya lagi. Kita harus “pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah [dan akan menjadi lebih] jahat” (Ef. 5:16).
KITA TIDAK HARUS BERJALAN DALAM KEGELAPAN
Tuhan tidak ingin anak-anak-Nya berada dalam kegelapan. Paulus mengajarkan kita bahwa “[...] kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri” (1Tes. 5:4). Oleh karena itu, orang beriman yang dekat dengan Yesus akan melihat apa yang akan terjadi. Dia akan menunjukkannya kepada kita. Dan seharusnya ini bukanlah suatu hal yang mengherankan bagi setiap orang beriman.
Anak-anak Allah hendaknya tidak dibebani oleh “kepentingan-kepentingan duniawi”, dan menghadapi hari yang “[...] dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu [mereka] secara tidak terduga” (Luk. 21:34). Melainkan, kita harus berjalan dalam keintiman dengan-Nya dan mengenali tanda-tanda zaman yang sedang berlangsung di hadapan kita (Mat. 16:3). Ketika kita memiliki pemahaman tentang waktu, kita kemudian dapat menyesuaikan hidup agar lebih sesuai dengan kehendak Tuhan di hari-hari terakhir ini. Dengan berjalan dalam keintiman dengan-Nya, kita bisa siap untuk apa yang akan datang.
Kita tidak seharusnya menjadi putus asa menghadapi peristiwa yang akan datang di bumi, tetapi menerima hal tersebut sebagai penyemangat. Yesus, setelah mengajar murid-murid-Nya tentang tanda-tanda zaman dan akhir zaman yang akan datang berkata: “Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat” (Luk. 21:28).
Hal-hal ini harus menjadi penyemangat bagi kita agar kita tahu bahwa hidup kita yang penuh dengan perjuangan dan kesusahan, kerja keras, kekecewaan, dan rasa sakit akan segera berakhir. Sama seperti pelari jarak jauh yang meningkatkan kecepatannya saat mendekati garis akhir agar dapat menyelesaikan dengan segera, jadi kita juga memiliki kesempatan untuk melihat akhir zaman yang datang dan melakukan upaya terakhir untuk mencapai tujuan.
Tentu saja, tidak ada seorang pun yang mau menderita. Ini merupakan kecenderungan manusiawi yang ingin menghindari setiap rasa sakit dan kesulitan jika bisa. Bapa surgawi kita juga tidak suka melihat anak-anak-Nya menderita. Namun bagi Tuhan “masa-masa sulit” yang akan datang di bumi ini punya dua tujuan.
Tujuan pertama adalah menghakimi orang-orang fasik agar hal ini dapat membantu beberapa dari mereka untuk berpaling kepada-Nya karena penderitaan mereka.
Bukti bahwa kasih-Nya masih ada bagi orang fasik adalah bahwa di tengah penghakiman-Nya di atas bumi, Dia akan mengutus seorang malaikat untuk memberitakan Injil dari tengah-tengah surga (Why. 14:6).
Tujuan kedua adalah untuk memurnikan anak-anak-Nya sendiri dengan membiarkan mereka menderita penganiayaan. Menyedihkan, tetapi memang benar bahwa gereja pada zaman kita tidaklah sempurna. Gereja bukannya “tanpa cacat atau kerut” (Ef. 5:27). Nyatanya, situasinya sangat menyedihkan. Anda akan melihat semakin banyak masalah.
Jumlah orang beriman yang hanya memikirkan diri sendiri dan melakukan dosa tidak terhitung. Jadi, Tuhan akan menggunakan waktu pencobaan yang akan datang untuk menguji, menyempurnakan, dan memurnikan putra dan putri-Nya.
Ini akan menjadi masa pencobaan yang akan menguntungkan orang-orang beriman yang mengembalikan hati mereka kepada Tuhan. Melalui tungku penderitaan, orang beriman akan dimurnikan selama masa kesengsaraan.
Ini merupakan kesempatan bagi mereka yang tidak mencari Tuhan sebelumnya. Setiap orang beriman yang tidak memanfaatkan waktu untuk menjadi lebih seperti Yesus perlu merasakan sedikit panas dan tekanan untuk menyuling mereka hingga sempurna.
Masa tribulasi yang akan datang akan menjadi salah satu cara Tuhan untuk mencapai tujuan-Nya bagi umat-Nya. Dia akan menggunakan semua hal ini untuk kebaikan kita dan untuk melaksanakan rencana kekal-Nya sewaktu kita berpaling kepada-Nya di saat-saat pencobaan.
Harap diingat kembali bahwa kata “tribulasi” dalam Perjanjian Baru tidak mengacu pada penghakiman Tuhan atas dunia, tetapi pada penganiayaan orang beriman dan Yahudi oleh Antikristus.
LAYAK UNTUK MELARIKAN DIRI
Tetapi mungkin saja pemurnian yang hebat ini tidak akan sama bagi semua orang Kristen. Intensitas penganiayaan ini mungkin berbeda berdasarkan di mana orang beriman tinggal dan hubungan mereka dengan Yesus. Bahkan beberapa orang masih menganggap masih ada jalan keluar.
Kami menemukan petunjuk tentang ini dalam Injil Lukas di mana tertulis: “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia” (Luk. 21:36). “Pelarian” ini dapat dilakukan dengan beberapa cara berbeda.
Sepertinya ada beberapa orang yang hidupnya menyenangkan Tuhan dan tidak perlu mengalami ujian dan pemurnian yang akan datang. Beberapa sudah hidup benar. Hidup mereka sudah dimurnikan dan siap. Oleh karena itu, Tuhan tidak perlu membiarkan mereka melalui masa pencobaan. Jika Anda telah siap untuk bertemu dengan mempelai laki-laki, memiliki jubah yang bersih dan putih, maka Anda mungkin tidak perlu mengalami cobaan dan ujian yang berapi-api.
Satu ayat yang mendukung ide ini ditemukan dalam Wahyu 3:10. Di sini Yesus berkata kepada beberapa orang beriman yang setia: “Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.”
Jadi, satu cara yang baik untuk menghindari masa penganiayaan dan kesengsaraan yang akan datang adalah dengan mengizinkan Tuhan memurnikan hidup Anda hari ini. Jika Tuhan menganggap Anda sudah matang dan hidup Anda sepenuhnya sudah menyenangkan Dia maka Anda memiliki janji-Nya bahwa Dia akan melindungi Anda dari apa yang akan datang. Dia akan “menjauhkan Anda dari saat pencobaan”.
Apakah ini berarti akan ada pengangkatan sebagian sebelum masa kesengsaraan? Saya tidak dapat mengatakan hal ini. Namun, “pengangkatan” seperti itu tidak terlalu diperlukan untuk menggenapi ayat ini. Jelas terlihat bahwa Tuhan akan menemukan cara untuk menyingkirkan atau melindungi pengikut setia-Nya dari bahaya. Bagaimana Dia akan melakukan ini tidak dijelaskan.
Salah satu kemungkinannya adalah melalui kematian. Meskipun banyak yang takut akan kematian dan memandangnya secara negatif, namun ini bukanlah sudut pandang Tuhan. Ada tertulis: “Orang benar binasa, dan tidak ada seorang pun yang memperhatikannya; orang-orang saleh tercabut nyawanya, dan tidak ada seorang pun yang mengindahkannya; sungguh, karena merajalelanya kejahatan [yang akan datang], tercabutlah nyawa orang benar” (Yes. 57:1). Tuhan dapat dan akan mengatur kepulangan beberapa anak-Nya sebelum kejadian di masa depan bertambah hebat. Ada juga kemungkinan lain. Bisa jadi beberapa orang benar memiliki pandangan jauh ke depan dan hikmat untuk melarikan diri ke “tempat” perlindungan yang telah Tuhan persiapkan sebelum hal-hal menjadi benar-benar buruk. Ini adalah “tempat” yang telah kita bicarakan sebelumnya, suatu tempat yang Tuhan atur untuk tujuan ini.
Satu terjemahan Lukas 21:36 yang dikutip di atas, mengisyaratkan kemungkinan seperti itu. Alih-alih “dianggap layak” untuk melarikan diri, ada beberapa teks Alkitab kuno yang berbunyi: “mungkin memiliki kekuatan untuk melarikan diri”. Terjemahan ini mengisyaratkan kemungkinan bahwa ada beberapa orang yang akan memiliki pandangan spiritual ke depan dan bimbingan ilahi untuk keluar dari bahaya.
Pemahaman ini juga sesuai dengan ayat-ayat dalam Amsal yang berbunyi: “Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka” (Ams. 22:3, 27:12). Bagian ini mengungkapkan kemungkinan Tuhan membimbing hamba-Nya di hari-hari terakhir untuk mengambil langkah-langkah yang akan melindungi diri mereka sendiri dan keluarga mereka dari penganiayaan terburuk yang akan datang. Ini akan menunjukkan bahwa orang itu “bijaksana”.
Bagaimanapun, jalan Tuhan selalu jauh di atas kita dan sulit untuk membayangkan bagaimana Dia memimpin anak-anak-Nya. Sangat mungkin bahwa Dia menggunakan semua cara di atas (bersama dengan orang lain yang tidak pernah kita bayangkan) untuk melindungi mereka yang sangat mengasihi-Nya dari hari-hari jahat yang akan datang.
Buku ini tidak dimaksudkan sebagai disertasi lengkap tentang nubuat akhir zaman. Tujuan kita adalah untuk melihat lebih dekat pada Antikristus, peristiwa-peristiwa yang mengarah pada kemunculannya dan hal-hal yang dapat terjadi setelahnya.
Mengetahui apa yang akan datang akan membantu kita semua untuk melihat ke arah yang benar sehingga kita tidak akan dibutakan oleh masa depan. Dengan berjalan dalam terang Tuhan, kita dapat melihat bagaimana segala sesuatunya berkembang dan kemudian mengambil langkah persiapan yang diperlukan yang mungkin Dia tunjukkan kepada kita. Semoga Tuhan menambahkan urapan dan berkat-Nya kepada Anda saat Anda merenungkan hal-hal ini.
Akhir Bab 10
Baca bab-bab lain secara online: