Pelayanan Sebutir Gandum

Membaca Online
Antikristus

JADWAL TUHAN

BAB 4

Antikristus, buku oleh David W. Dyer

PUBLIKASI MINISTRIES “A GRAIN OF WHEAT”

Oleh David W. Dyer

Diterjemahkan oleh L. Yunnita

DAFTAR ISI

Bagian I - Babel

Bab 1: SI PELACUR

Bab 2: BABEL

Bab 3: DARAH PARA MARTIR

Bab 4: BABEL SAAT INI

Bab 5: KEHANCURAN BABEL

Bab 6: UMAT-KU PERGILAH DARI PADANYA

Bab 7: GEREJA KATOLIK ROMA

Bagian II - Antikristus

Bab 1, BAGIAN I: DOMBA DAN KAMBING

Bab 1, BAGIAN II: "NUBUAT SEJARAH"

Bab 1, BAGIAN III: EMPAT BINATANG BUAS

Bab 1, BAGIAN IV: GAMBARAN NEBUKADNEZAR

Bab 2: ANTIKRISTUS

Bab 3: SATU PEMERINTAHAN DUNIA

Bab 4: JADWAL TUHAN (Bab saat ini)

Bab 5: BABEL

Bab 6: PERANG MELAWAN ORANG-ORANG KUDUS

Bab 7: TANDA BINATANG BUAS

Bab 8: PENGANIAYAAN

Bab 9: TANDA-TANDA PENTING

Bab 10: LAYAK UNTUK MELARIKAN DIRI

Bagian III - Tanda Akhir Zaman

Bab 1: DUA SAKSI

Bab 2: EMPAT METERAI

Bab 3: SANG ANAK LAKI-LAKI

Bab 4: KEMURTADAN BESAR

Bab 5: KEHANCURAN TIBA-TIBA



4. JADWAL TUHAN

Tuhan punya jadwal. Dia tidak melakukan sesuatu secara sembarangan. Dia juga tidak asal berimprovisasi seiring berjalannya waktu — mengamati perkembangan lalu menyesuaikan rencana-Nya. Sebaliknya, sejak awal, Tuhan telah mengetahui dengan tepat kapan dan bagaimana setiap peristiwa akan terjadi.

Tidak seperti Tuhan yang tidak terbatas dan tidak terikat oleh waktu, kita manusia terbatas dan terikat waktu dan ruang. Kita tidak dapat mengetahui masa depan kecuali Tuhan mengungkapkannya untuk kita. Kita sepenuhnya bergantung pada-Nya.

Dalam diskusi mengenai akhir zaman atau akhir dari zaman ini, banyak spekulasi muncul selama bertahun-tahun. Ada banyak sekali ajaran, opini, prediksi, dan interpretasi dan masih ada hingga kini.

Saya tidak tahu bidang tafsiran Alkitab lain yang begitu sarat dengan kebingungan, perbedaan pendapat, dan kesalahan, sebagai topik nubuat tentang masa depan.

Banyak kesalahan di masa lalu terjadi karena orang menafsirkan kitab suci kenabian dari sudut pandang masa yang mereka alami. Mereka melihat Alkitab melalui lensa situasi sosial politik di masa mereka. Misalnya, banyak orang selama Perang Dunia II mengira Hitler adalah Antikristus. Ini bisa dimengerti. Pastinya dia adalah orang jahat yang menganiaya orang Yahudi.

Sementara ada orang lain yang telah meramalkan kedatangan Kristus untuk yang kedua kalinya. Mungkin sebagian pembaca ingat soal kehebohan singkat yang diciptakan oleh sebuah buku kecil yang mengklaim bahwa Yesus kembali di tahun 1988. Tidak satu pun dari hal-hal tersebut terbukti benar.

Namun, ide yang disajikan di sini memiliki tujuan yang baik. Itu menjadi bahan pemikiran. Jika manusia pendosa termanifestasi atau muncul di zaman kita, maka ada peristiwa-peristiwa tertentu yang harus terjadi untuk menggenapi kitab suci.

Buku ini lalu memberi arahan bagi orang beriman. Jika tidak ada yang terjadi seperti yang dibayangkan, itu baik adanya. Namun jika peristiwa tertentu atau mirip dengan apa yang telah kita diskusikan mulai terungkap, maka kita akan tahu bahwa waktunya telah tiba.

RUMUS ILAHI

Dengan demikian, Tuhan menyatakan kita sebagian jadwal-Nya kepada kita. Dia memang memberi semacam kronologi peristiwa untuk membimbing kita. Benar bahwa tidak ada yang tahu akan hari maupun saatnya kedatangan Yesus yang kedua (Mat. 25:13). Namun, meskipun tidak mungkin untuk menentukan tanggal pasti untuk peristiwa yang akan datang, ada beberapa pedoman umum. Tuhan tidak meninggalkan kita sepenuhnya dalam kegelapan. Yang saya sukai dari pedoman ini adalah penjelasan yang diberikan oleh Petrus.

Petrus adalah seorang nelayan. Dia bukan orang yang terpelajar. Namun, dia menjadi orang yang dekat dengan Tuhan dan dapat mendengar-Nya dengan jelas. Sambil mengajarkan mengenai akhir zaman dan kedatangan Yesus yang kedua kalinya kepada kita, dia berbicara mengenai masalah orang yang skeptis.

Dia berbicara kepada mereka yang, menjelang akhir zaman, akan dihadapkan dengan “hari-hari zaman akhir […] pengejek-pengejek” yang akan berkata, “Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu?” (2Ptr. 3:3, 4). Dia menegaskan bahwa mereka “sengaja tidak mau tahu” bagaimana Tuhan telah menghakimi bumi sebelumnya dan akan melakukannya lagi (2Ptr. 3:5-7).

Lalu dia mengimbau para pembacanya untuk mengingat satu hal. Ada satu fakta penting tentang topik ini yang ingin ia tekankan dan agar semua orang mengingatnya, yaitu: “[…] bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari” (2Ptr. 3:8). Di sini Petrus mengingatkan mengenai jadwal Tuhan. Itu adalah sesuatu yang telah Tuhan ungkapkan kepadanya dan bahwa Dia mendorong mereka (dan kita) untuk mengingatnya.

Banyak yang tampaknya mengira Petrus seperti berpuisi saja. Mereka membayangkan dia hanya mengatakan sesuatu seperti: “Oh, itu pasti waktu yang lama.” “Siapa yang tahu berapa lama.” Atau, “Anda tidak akan pernah tahu. Anda tidak akan pernah tahu jika menyangkut Tuhan, Dia jauh melampaui kita.”

Tetapi mungkinkah ini yang Petrus inginkan untuk kita ingat? Mungkinkah ini tanggapan yang diurapi darinya atas semua orang yang skeptis? Apakah ada hal yang begitu kabur dan plin-plan yang sebenarnya ingin dia sampaikan? Atau mungkinkah Petrus benar-benar menjelaskan hal konkret yang bisa kita pahami dan ingat?

Apa yang mungkin akan terjadi jika kita memahami kata-kata Petrus secara harfiah? Bagaimana jika dia memberi kita persamaan harfiah? Maka akan ada rumus sederhana yang diilhami secara ilahi untuk akhir zaman. Rumusnya adalah: satu hari setara dengan seribu tahun. Jika rumus ini diterapkan pada enam hari penciptaan dan hari ketujuh istirahat, maka sampailah pada gagasan berikut: sejak awal Tuhan telah merancang agar bumi ini ada selama 6.000 tahun ditambah 1.000 tahun Milenium. Maka totalnya 7.000 tahun, atau tujuh “hari”.

Menerapkan rumus seperti ini bukan berarti membawa tulisan suci ke luar konteksnya. Di sini Petrus sedang berbicara tentang “awal penciptaan” (ayat 4), langit dan bumi yang diciptakan dan penghakiman atau akhir dunia di masa depan. Jadi, sangat logis untuk menerapkan rumus tersebut seperti ini. Dengan demikian, maka kita mengharapkan kedatangan Kristus sekitar 6.000 tahun setelah penciptaan Adam.

Menurut berbagai kronolog Alkitab, saat ini kita hampir mendekati tanggal itu. Banyak saudara terpelajar telah menelusuri rangkaian tanggal yang sering kali tipis melalui Alkitab. Mereka menghitung kesimpulan berdasarkan usia individu, pemerintahan raja, dan angka lain yang diberikan di kitab suci. Walau sepertinya tidak ada yang benar-benar sepakat, mereka semua sampai pada kesimpulan yang kira-kira sama.

Yaitu: dari penciptaan Adam dan Hawa sampai perjanjian Tuhan dengan Abraham sekitar 2.000 tahun, dari Abraham sampai Kristus sekitar 2.000 tahun. Dari Kristus sampai saat ini sekitar 2.000 tahun. Angka terakhir ini mudah diketahui. Kita dapat dengan mudah melihat setiap kalender modern dan menemukan bahwa sekitar 2.000 tahun telah berlalu sejak kelahiran Kristus.

Jadi, rumus sederhana Petrus berhasil seperti yang kita harapkan. Dari enam hari penciptaan hingga saat ini, kurang lebih 6.000 tahun telah berlalu. Jadi, kita akan menghadapi akhir zaman kapan saja. Namun, harus diingat bahwa tanggal-tanggal ini tidaklah tepat.

Para ahli, misalnya, berdebat mengenai tanggal pasti kelahiran Yesus. Juga, beberapa kronolog Perjanjian Lama berbeda pendapat selama 85 tahun. Jadi, kita hanya bisa menyimpulkan saat ini kita sekitar 6.000 tahun dari permulaan.

Faktor lain yang mungkin patut dipertimbangkan adalah bahwa penyaliban Kristus merupakan peristiwa yang lebih penting dalam sejarah dunia dibandingkan kelahiran-Nya. Jadi, jika kita menghitung 2.000 tahun sejak penyaliban, bukan kelahiran (± 27–33 M), maka Yesus tidak akan datang kembali sebelum tahun 2027–2033 M.

Artinya, kedatangan-Nya yang kedua bisa terjadi sekitar 9 hingga 15 tahun dari sekarang.

Meskipun perhitungan ini belum sempurna dan tentu bukan menjadi dasar iman Anda, setidaknya ini memberikan gambaran tentang di mana kira-kira kita berada dalam kalender Tuhan.

DUA PERISTIWA PENTING

Satu hal lain yang kita ketahui dengan jelas dari tulisan suci adalah “hari” penampakan Tuhan tidak akan datang sampai ada dua peristiwa yang terjadi. Salah satunya disebut “murtad” besar (2Tes. 2:3). Secara harfiah, ini berarti “pembelotan” atau “pemberontakan”. Hebatnya, beberapa guru Alkitab telah mencoba membuat ini menjadi pengangkatan. Mereka mengajarkan bahwa kata ini dapat berarti “keberangkatan”. Berdasarkan ini, mereka berkeras bahwa Yesus tidak akan datang sampai gereja “berangkat”.

Menarik untuk dicatat bahwa kata dalam bahasa Yunani yang digunakan adalah “apostasia“, yang secara harfiah berarti “kemurtadan”. Artinya, kita menjadi satu-satunya generasi dalam sejarah gereja yang telah memutarbalikkan Kitab Suci hingga ke titik yang paling ekstrem. Kita telah berhasil mengubah kemurtadan terbesar sepanjang masa menjadi pengangkatan. Namun, kembali ke pemikiran awal, kemurtadan besar atau penyimpangan dari pengikut Yesus yang sejati harus terjadi terlebih dahulu.

Peristiwa kedua adalah bahwa “manusia durhaka” harus diungkapkan (2Tes. 2:3). Artinya Antikristus akan terlihat dan dikenal apa adanya sebelum hari kedatangan Yesus kembali. Dalam firman Tuhan tidak jelas kapan tepatnya Antikristus akan “diungkapkan”. Sebagian orang mengira itu akan terjadi di awal periode tujuh tahun yang dikenal sebagai kesengsaraan. Yang lain berspekulasi bahwa itu akan terjadi di tengah waktu ini, tiga setengah tahun sebelum akhir.

Tetapi tidak ada ayat yang menuntut salah satu dari dua interpretasi ini. Ada kemungkinan Binatang itu akan muncul dengan cara yang dapat dikenali bertahun-tahun sebelum peristiwa yang akan menandai awal penganiayaan. Kita mungkin bisa mengenali Antikristus dengan melihat keterlibatannya dalam peristiwa-peristiwa yang sudah dipelajari di buku ini. Hal-hal ini dapat terjadi beberapa tahun sebelum dia menyatukan kekuatannya atau memulai penganiayaannya atas orang-orang kudus.

Perhitungan kasar di atas memakan waktu 9 sampai 15 tahun hingga akhir zaman. Dikurangi 7 tahun masa penganiayaan sehingga menjadi 2 sampai 8 tahun dari sekarang. Namun, akan perlu waktu lama bagi Antikristus untuk membangun kerajaan dan mengonsolidasikan kekuatannya. Ini tidak akan terjadi dalam waktu satu malam.

Jadi, Antikristus dapat dikenali dalam beberapa tahun, katakanlah 3 – 5 tahun sebelum dimulainya penganiayaan. Ini dapat berarti bahwa sebentar lagi kita mungkin dapat mengenali seseorang yang mulai menggenapi nubuat atas sosok ini.

Namun, jadwal ini tidak dapat dianggap tepat, profetik, atau dapat diandalkan.

Hanya perjalanan waktu yang akan memastikan apakah pemikiran ini benar. Tetapi ide ini benar-benar memberi kita arahan. Ini referensi berguna untuk dibandingkan dengan kejadian terkini. Jadi, jika kita melihat hal-hal yang mulai terjadi dan masuk akal menurut kitab suci, maka bisa diketahui bahwa waktunya memang singkat.

“ANGKATAN INI”

Bagian lain yang turut berperan dalam pembahasan ini dapat ditemukan di Lukas pasal 21. Di sini Yesus sedang mengajar murid-murid-Nya mengenai tanda-tanda zaman dan akhir zaman. Sebagai bagian dari disertasi ini, Dia berkata: “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi” (Luk. 21:32).

Ayat ini telah menjadi subjek banyak perdebatan. Yang dimaksud Yesus dengan “angkatan ini” sering diperdebatkan. Namun, sepertinya jelas bahwa ini pasti mencakup angkatan yang melihat tanda-tanda tertentu. Di antara tandanya adalah: “[...] Yerusalem akan diinjak-injak oleh orang-orang bukan Yahudi [tetap dalam kepemilikan orang bukan Yahudi], sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu” (Luk. 21:24).

Pada 70 M, Jenderal Romawi Titus menaklukkan dan menghancurkan Yerusalem. Sejak saat itu hingga sekarang, Yerusalem telah dikuasai “non-Yahudi”, dan bukan dominasi Yahudi. Namun pada tahun 1967, bagian kota Yerusalem yang lebih tua dan bersejarah jatuh ke tangan orang Yahudi lagi, setelah hampir 2.000 tahun berlalu. Peristiwa ini mungkin merupakan penggenapan dari pernyataan Yesus yang disebutkan di atas.

Ini kemudian akan menyampaikan bahwa akhir zaman akan muncul dalam satu angkatan dari peristiwa ini. (Beberapa orang secara keliru memulai perhitungan sejak Israel menjadi sebuah bangsa, yaitu 1948. Tetapi ayat di sini secara khusus mengatakan “Yerusalem”, bukan Israel.) Tetapi apakah angkatan alkitabiah itu? Ada ayat yang menyebutkan angka 40 tahun. Ayat-ayat lain sepertinya menyebut 100 tahun. Karena dosa mereka, orang Israel mengembara di padang gurun sampai satu angkatan mati. Ini membutuhkan waktu 40 tahun.

Namun, kelompok ini semuanya berusia 20 tahun ke atas saat pemberontakan terjadi (Bil. 14:29). Jadi, sebagian dari “angkatan” yang mati ini bisa mencapai usia 60 tahun atau lebih, tergantung pada berapa usia mereka saat dikutuk.

Angka 40 tahun di Alkitab berarti bahwa dibutuhkan empat puluh tahun bagi satu angkatan untuk menurunkan atau mereproduksi angkatan lain. Ini bukan berarti satu angkatan dibatasi sampai 40 tahun. Kata-kata persisnya yang telah kita baca di Lukas adalah “angkatan ini tidak akan berlalu”. Jadi, “angkatan” yang telah melihat Yerusalem kembali menjadi milik Yahudi harus mati agar “berlalu”. Ini membutuhkan waktu sekitar 70-80 tahun dengan rata-rata masa hidup manusia modern.

Tetapi ingat bahwa angkatan ini tidak akan berlalu. Jadi, kita harus melihat periode tahun yang kurang dari ini, mungkin 65 tahun. Jika kita mengambil tahun 1967 dan menambahkan 65 tahun, maka akan menjadi 2032. Angka ini sangat cocok dengan perhitungan kita memakai rumus Petrus. Dikurangi 7 tahun masa penganiayaan menjadi 7 tahun dari sekarang.

Dapat terlihat bahwa ada banyak dugaan dalam perhitungan matematika ini. Angka-angka ini sama sekali tidak dapat dianggap tepat. Ini hanya memberikan gagasan tentang apa yang mungkin terjadi.

Jadi, satu-satunya sumber yang harus kita percayai adalah Yesus Kristus. Dia yang akan menunjukkan ke kita apakah peristiwa-peristiwa di zaman kita sesuai atau tidak dengan rencana-Nya. Hanya jika kita berjalan dekat dengan-Nya, hari itu tidak akan “dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat” (Luk. 21:34).

Akhir bab 4

Baca bab-bab lain secara online:

Bagian I - Babel

Bab 1: SI PELACUR

Bab 2: BABEL

Bab 3: DARAH PARA MARTIR

Bab 4: BABEL SAAT INI

Bab 5: KEHANCURAN BABEL

Bab 6: UMAT-KU PERGILAH DARI PADANYA

Bab 7: GEREJA KATOLIK ROMA

Bagian II - Antikristus

Bab 1, BAGIAN I: DOMBA DAN KAMBING

Bab 1, BAGIAN II: "NUBUAT SEJARAH"

Bab 1, BAGIAN III: EMPAT BINATANG BUAS

Bab 1, BAGIAN IV: GAMBARAN NEBUKADNEZAR

Bab 2: ANTIKRISTUS

Bab 3: SATU PEMERINTAHAN DUNIA

Bab 4: JADWAL TUHAN (Bab saat ini)

Bab 5: BABEL

Bab 6: PERANG MELAWAN ORANG-ORANG KUDUS

Bab 7: TANDA BINATANG BUAS

Bab 8: PENGANIAYAAN

Bab 9: TANDA-TANDA PENTING

Bab 10: LAYAK UNTUK MELARIKAN DIRI

Bagian III - Tanda Akhir Zaman

Bab 1: DUA SAKSI

Bab 2: EMPAT METERAI

Bab 3: SANG ANAK LAKI-LAKI

Bab 4: KEMURTADAN BESAR

Bab 5: KEHANCURAN TIBA-TIBA