PUBLIKASI MINISTRIES “A GRAIN OF WHEAT”
Oleh David W. Dyer
Diterjemahkan oleh L. Yunnita
Mungkin Anda ingat skandal “program minyak untuk pangan” yang dibuat untuk Saddam Hussein dan dikelola oleh PBB. Nah, bisa jadi Antikristus akan memulai hal serupa. Saya menyebutnya “program minyak untuk orang Kristen”.
Dia mungkin mengatakan sesuatu seperti ini kepada bangsa-bangsa: “Serahkan orang yang tidak mau menyembah dan kalian akan mendapatkan kuota minyak bulanan. Jika kalian tidak menyerahkan mereka atau kepala mereka kepadaku, kalian tidak mendapatkan minyak.”
Hal ini yang kemudian akan mendorong pemerintah masing-masing negara untuk bertanggung jawab dalam mengumpulkan dan menyerahkan sampai mati siapa saja yang menentang keyakinan baru ini. Tentu saja banyak dari mereka adalah orang Kristen.
Antikristus tidak perlu menyerang negara Anda. Dia tidak perlu mengirim pasukannya untuk datang dan mengambil Anda di tempat tinggal Anda. Dia akan dapat dengan mudah menekan pemerintah Anda untuk melakukannya untuknya. Mereka kemudian harus menggunakan segala cara untuk menuruti keinginannya sehingga mereka bisa mendapatkan minyak dan terus melakukan aktivitas mereka.
Tentunya semakin maju suatu negara, semakin baik para pejabat dalam melacak dan menyerahkan Anda. Terlebih negara-negara “dunia pertama” yang akan memiliki banyak peralatan dan teknik canggih untuk melakukan pekerjaan ini.
Mungkin sebagai bagian dari program ini, dia dapat menetapkan kuota ke berbagai pemerintah. Ini merupakan metode yang dipakai Adolph Hitler dahulu. Dia menetapkan jumlah orang Yahudi yang harus dikumpulkan oleh setiap daerah yang ditaklukkannya dan yang berada di bawah kendalinya. Dia akan memberi pemerintah daerah batas waktu untuk mencari dan menyerahkan kuota itu. Tentu saja dia memiliki beberapa informan atau pejabat yang akan memberinya gambaran tentang berapa seharusnya kuota itu. Sistem ini bisa bekerja sangat baik untuk Antikristus.
MEMBANGKITKAN KEBENCIAN
Mungkin pada awalnya di negara-negara yang memiliki banyak orang Kristen, mereka akan dengan tegas menolak tindakan tersebut. Mereka mungkin sangat menonjol dan dengan berani menyatakan pendapatnya , berbaris serta memprotes agama dan program Antikristus, menentang pembuatan konsesi dan, tentu saja, akhirnya menolak dipertukarkan untuk minyak.
Namun, tanpa minyak bumi, ekonomi negara-negara ini akan mulai menderita. Orang-orang yang tidak beriman akan segera merasakan dampaknya.
Ketika kekurangan bahan bakar mulai menyentuh kehidupan, seperti pekerjaan, kesejahteraan, dan bahkan makanan untuk keluarga mereka, maka mereka akan mulai membenci siapa pun yang tampaknya menghalangi mereka. Mereka juga akan mulai membuat kerusuhan dan protes. Mereka akan bersikeras supaya pemerintah mereka melakukan segala cara yang diperlukan untuk memulihkan status quo.
Jika ada beberapa orang Kristen vokal yang menentang penyerahan pemerintah, maka mereka akan disalahkan atas kekurangan minyak. Ketika orang-orang di dunia mulai menderita karena beberapa orang Kristen tidak mau mengikuti program ini, maka orang-orang beriman akan menjadi sasaran murka. Siapa pun yang menghalangi orang untuk melanjutkan gaya hidup mereka yang biasa dan makmur akan disisihkan..
Tentu saja agar dapat berkembang, sentimen ini membutuhkan waktu. Hal-hal ini tidak akan terjadi dalam semalam. Tetapi, ketika pilihan hanya tinggal antara kelangsungan hidup individu dan “fanatik agama” yang terlalu keras kepala untuk menyesuaikan atau menyerah, yah [...] siapa tahu?
Lebih lanjut, penguasa dunia ini, Setan, akan mengerahkan semua kekuatannya di belakang skema ini. Jadi, ketika tekanan semakin bertambah karena ekonomi yang runtuh, pengangguran, dan bahkan kelaparan, pikiran dan perasaan banyak orang akan berubah. Mereka akan berbalik melawan orang-orang yang menghalangi mereka dari apa yang mereka inginkan dan butuhkan. Sifat mereka yang tidak kudus dan berdosa akan mulai terlihat.
Pada saat itu, pengkhianatan akan menjadi suatu hal yang biasa. Orang-orang akan mulai melaporkan orang lain yang mereka curigai tidak bersedia bekerja sama. Tidak lama kemudian, mereka juga akan menyerahkan teman-teman, bahkan keluarga mereka kepada pemerintah.
Ada tertulis: “Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku. Dan kemudian banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci” (Mat. 24:9, 10). Juga: “Seorang saudara akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah terhadap anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku” (Mrk. 13:12, 13a).
Pada masa ini, siapa pun yang menghalangi orang yang akan menerima minyak (yang adalah kelangsungan hidup dan kenyamanan mereka) akan dibenci, dianiaya, dan dikhianati. Mereka akan disiksa dan dibunuh. Kebencian terhadap Tuhan yang ada dalam diri mereka dan disembunyikan oleh banyak orang di dunia akan ditujukan kepada Anda.
Mereka akan membunuh Anda jika Anda menghalangi apa yang mereka inginkan dan perlukan. Teman-teman Anda akan menyerahkan Anda. Bahkan orang Kristen lainnya tidak dapat diandalkan.
Ini merupakan saat pencobaan bagi banyak orang Kristen. Ada kemungkinan jutaan orang akan terbunuh. Roh Kudus yang saat ini sedang menahan arus kejahatan ini akan disingkirkan (2Tes. 2:7). Perlindungan Tuhan yang saat ini sedang kita alami juga akan jauh berkurang. Antikristus “[...] diperkenankan [oleh Allah] untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka” (Why. 13:7). Ini adalah cara Tuhan kita untuk menguji dan memurnikan banyak orang beriman yang saat ini sedang setengah hati dan tidak terlalu memiliki komitmen kepada-Nya atau pekerjaan-Nya. Ini merupakan waktu pengambilan keputusan, yang mengungkapkan apakah kita benar-benar mencintai Yesus atau tidak.
Ini merupakan “masa-masa sulit”. Hal ini membuat waktu di mana peristiwa Nazi di Jerman dan Komunis di Uni Soviet jadi terlihat seperti gladi bersih. Ini juga akan menjadi periode kekacauan dan kebingungan yang luar biasa dalam skala global. Banyak orang tidak tahu ke mana harus berpaling.
Mereka akan berada di bawah tekanan yang luar biasa. Akan ada tekanan untuk berubah menyesuaikan diri, tekanan untuk memberi makan keluarga mereka, tekanan untuk mengikuti apa yang dilakukan (atau yang tidak dilakukan) orang Kristen lainnya. Tekanan-tekanan ini akan menimbulkan banyak pikiran, emosi, pendapat, dan arah yang saling bertentangan. Sudah pasti, orang lain yang juga berada dalam kebingungan akan turut memberikan wawasan dan gagasan mereka.
Tidak mungkin memprediksi atau membayangkan semua hal yang akan terjadi. Apa yang akan Antikristus lakukan, bagaimana orang-orang akan bereaksi, bagaimana setiap bangsa mungkin mencoba melaksanakan tuntutannya, semua hal ini jauh di luar perkiraan kita saat ini.
Yang telah ditulis di sini hanyalah upaya kecil untuk memberikan gambaran tentang seperti apa masa itu akan terjadi nantinya. Namun, kita mengetahui beberapa hal dengan pasti. Pada masa itu akan terjadi “penganiayaan besar“, kebingungan, dan kesulitan. Itu akan menjadi waktu ujian bagi semua orang beriman. Setiap orang Kristen harus memiliki hubungan yang dekat dengan Yesus — demi diri mereka sendiri—dan belajar untuk mengikuti Dia.
Mohon jangan salah mengira bahwa kata “penganiayaan” di sini berarti penghakiman Tuhan yang akan Dia curahkan ke atas dunia. Ini bukanlah arti alkitabiah dari kata tersebut. Sebaliknya, hal ini mengacu pada apa yang akan terjadi pada orang beriman. Sebenarnya, terjemahan yang lebih baik dari kata Yunani-nya adalah “penyiksaan”, bukannya penganiayaan.
Ingatlah, ada tertulis bahwa “[...] kamu akan diserahkan supaya disiksa {penganiayaan} dan kamu akan dibunuh” (Mat. 24:9). Oleh karena itu, “penghakiman” adalah untuk orang-orang yang tidak percaya, tetapi kata “penganiayaan” atau “penyiksaan” adalah apa yang akan terjadi pada orang-orang Kristen karena apa yang dilakukan oleh Antikristus dan orang-orang di dunia. Jika pada masa ini Anda masih hidup, Anda akan mengalami penganiayaan ini.
NABI PALSU, KRISTUS PALSU
Pada saat kritis inilah, ketika segala sesuatu dalam keadaan bergejolak dan kacau, banyak orang akan bangkit mengklaim memiliki firman dari Tuhan. Merekalah yang dikatakan Yesus sebagai “nabi palsu” (Mat. 24:24). Dan luar biasanya, mereka dapat menunjukkan “tanda dan keajaiban besar” untuk membuktikan bahwa pesan yang mereka sampaikan berasal dari Tuhan. Ada kemungkinan banyak dari mereka yang mengklaim bahwa mereka adalah manifestasi dari nabi-nabi kuno atau abdi Allah yang terkenal.
Apa yang dikatakan dan ditekankan oleh nabi palsu mungkin berbeda satu sama lain, tetapi semuanya memiliki satu kesamaan. Mereka akan mencoba meninggikan diri mereka sendiri. Mereka akan menjadi orang-orang yang pada akhirnya diuntungkan dari “wahyu” mereka. Bisa jadi mereka akan mendapatkan gengsi, pengikut, uang, atau hal lainnya. Tetapi motif mereka bukanlah pelayanan yang rendah hati kepada Tuhan dan orang lain. Malah sebaliknya, mereka hanya ingin melayani diri mereka sendiri.
Selain itu, pada saat yang genting ini, banyak bermunculan kristus palsu. Karena adanya tekanan pada orang beriman untuk menemukan jawaban atas dilema mereka, maka kedatangan Yesus yang kedua kali tampaknya akan menjadi solusi terakhir. Jadi, banyak kristus akan muncul di berbagai belahan dunia.
Rumor mengenai kemunculan mereka akan menyebar cepat seperti api. Di mana mereka muncul dan siapa mereka akan menjadi topik perbincangan di kalangan umat Kristen. Banyak yang sedang berada dalam keputusasaan akan membuang waktu dan uang mereka untuk berkumpul dengan mesias palsu ini, serta untuk mencari bantuan dan arahan.
Ada tertulis: “Pada waktu itu [tepatnya selama masa kesusahan itu] jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu. Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu percaya. Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia” (Mat. 24:23-27).
Jadi, pada saat ini akan banyak suara yang saling bertentangan. Banyak yang mengaku memiliki atau bahkan menjadi jawabannya. Bagaimana orang Kristen tahu apa yang harus dilakukan pada saat seperti itu? Jawabannya adalah kita harus membina kedekatan kita dengan Yesus mulai dari hari ini.
Jangan tunggu sampai nanti. Jangan membuat keputusan dengan menaruh kepercayaan Anda kepada pemimpin manusia. Setiap orang beriman sekarang ini harus mengenal Juru Selamatnya secara pribadi dan dekat. Hanya dengan mengikuti perintah-Nya kita akan selamat dari apa yang akan datang atau memuliakan Dia dalam kematian kita.
PENGANGKATAN
Tentunya banyak orang Kristen yang membaca buku ini akan berpikir: “Tetapi bagaimana dengan pengangkatan? Semua kengerian ini tidak mungkin terjadi pada orang Kristen. Mereka pasti sudah terangkat pada saat semua hal ini terjadi. Oleh karena itu, kita tidak perlu mengkhawatirkannya.”
Yah, Tuhan memberkati Anda, Saudara-Saudari, semoga itu terjadi seperti yang Anda katakan. Tetapi jika tidak, Anda mungkin akan berada dalam situasi yang sangat sulit tanpa ada persiapan sama sekali.
Sebenarnya, Alkitab sangat spesifik tentang waktu dari apa yang disebut “pengangkatan”. Benar-benar tidak ada misteri. Tulisan suci memberi sedikit saja kemungkinan untuk keraguan. Rahasianya berkaitan dengan sangkakala yang sangat spesifik yang disebut “sangkakala terakhir”. Ketika sangkakala (nafiri) terakhir ini berbunyi, “[...] orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah” (1Kor. 15:52).
Sangkakala yang sama ini ditemukan lagi dalam 1 Tesalonika 4:16, 17 di mana ada tertulis: “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa.”
Jadi, “sangkakala terakhir” ini adalah tanda pengangkatan (1Kor. 15:52). Ini mudah dipahami: tanpa sangkakala terakhir, tidak akan ada pengangkatan. Namun, kapan tepatnya sangkakala terakhir itu? Menurut definisi, yang dimaksud harus merujuk pada salah satu dari dua kemungkinan: (1) sangkakala ketujuh yang berbunyi sangat dekat dengan akhir zaman (Why. 10:7); atau (2) “sangkakala terakhir” yang ternyata tidak pernah disebutkan lagi dalam kitab Wahyu.
Untuk mendukung gagasan bahwa sangkakala “terakhir” adalah setelah penganiayaan, ada tertulis: “Segera sesudah siksaan pada masa itu [...] Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain” (Mat. 24:29-31). Agar kata “terakhir” memiliki suatu arti, maka hal itu tidak mungkin sebelum sangkakala penganiayaan lain. Itu pasti yang “terakhir”. Oleh karena itu, pengangkatan harus datang secara harfiah “setelah kesengsaraan” seperti yang dikatakan tulisan suci.
Beberapa guru Alkitab yang terlibat dalam beberapa diskusi teologis yang agak fantastis mencoba melawan kebenaran pasti ini. Tiba-tiba, bagi mereka, orang-orang “pilihan” yang disebutkan di atas bukan lagi orang yang beriman karena mereka ada di bagian lain dari Perjanjian Baru (Mat. 24:24; Luk. 18:7; Rm. 8:33; Kol. 3:12; Tit. 1:1; 1Ptr. 1:2), tetapi Yahudi – sebuah interpretasi yang tidak memiliki ayat-ayat pendukung.
Selanjutnya, sangkakala ini hanya akan menjadi bagian dari suatu pesta Israel dan dipisahkan dari sangkakala lain dari Injil dan Wahyu, sehingga membatalkan ayat-ayat “sangkakala” lain yang berlaku. Argumen ini rumit dan berbelit-belit. Tentu saja, mereka hanya akan meyakinkan yang ingin diyakinkan.
Salah satu argumen utama yang digunakan beberapa guru untuk membantah kemungkinan bahwa orang Kristen mengalami penganiayaan adalah seperti ini. “Selama masa penganiayaan, Tuhan mencurahkan murka-Nya. Tetapi Dia tidak akan pernah mencurahkan murka-Nya atas anak-anak-Nya sendiri.”
Baiklah, mari kita pikirkan sejenak. Tidak bisakah Tuhan menghakimi orang yang tidak benar sambil melindungi umat-Nya sendiri, bahkan jika mereka masih di bumi?
Ketika penghakiman Tuhan terjadi di tanah Mesir, Tuhan tetap melindungi umat-Nya yang tinggal di sana dari beberapa tulah (Kel. 8:22). Sebelum meterai ketujuh dibuka, ketika penghakiman Tuhan mulai dijatuhkan di bumi, beberapa hamba Tuhan dimeteraikan di dahi mereka (Why. 7:3).
Jelas dari konteksnya bahwa mereka dimeteraikan sehingga penghakiman yang datang atas orang lain tidak jatuh ke atas mereka.
Apakah para pelayan ini hanya orang Yahudi atau simbol dari orang Kristen, itu tidaklah terlalu penting. Faktanya adalah bahwa Tuhan mampu dan melindungi umat-Nya di tengah-tengah penghakiman-Nya. Oleh karena itu, Dia tidak perlu membawa anak-anak-Nya dari bumi sebelum penghakiman-Nya datang.
Sebagai seorang pemuda Kristen, saya ingat pernah menonton film tentang akhir zaman. Itu adalah film tentang penganiayaan. Pada awal film, sebelum aksi yang sebenarnya dimulai, seorang guru Alkitab muncul di layar untuk menjelaskan bahwa tidak ada orang Kristen yang akan mengalami penganiayaan karena Tuhan tidak akan membiarkan anak-anak-Nya menderita.
Kemudian mereka memutar film tentang beberapa anak Tuhan yang menderita dalam penganiayaan.
Satu-satunya perbedaan antara mereka yang menderita dan yang tidak adalah bahwa mereka yang menderita tidak cukup beruntung untuk menerima Kristus setelah pengangkatan. Terbukti, seseorang berpikir bahwa Tuhan akan tidak terlalu mencintai anak-anak itu dan membiarkan mereka mengalami penderitaan yang tidak dialami orang lain.
Pemikiran seperti ini sama sekali tidak logis. Misalnya, tidak mungkin bagi setiap orang beriman mengalami penderitaan di masa depan yang jauh lebih berat dari penderitaan yang dialami banyak orang Kristen di bawah tangan musuh mereka.
Banyak orang beriman telah disiksa dengan segala cara sejak awal permulaan gereja sampai sekarang. Tuhan membiarkan mereka menderita dan sangat menderita. Namun Anda dapat yakin bahwa Tuhan memang mengasihi orang-orang ini. Mohon jangan tertipu oleh mereka yang memberitakan “perdamaian dan keamanan” (1Tes. 5:3).
Kesan saya adalah banyak orang Kristen tidak benar-benar ingin mendengar pesan ini. Mereka tidak ingin mendengar apa pun yang mungkin mengganggu kemakmuran dan kehidupan mudah mereka. Mereka ingin menutup mata dan telinga agar tidak ada yang masuk yang dapat menantang mereka untuk mengubah hubungan mereka dengan Tuhan, gaya hidup, atau tempat tinggal mereka.
Yang paling dikhawatirkan hanyalah kedamaian dan keamanan. Apa pun yang mengganggu hal ini akan ditolak dan dibuang. Namun, justru pada saat yang tampaknya damai dan amanlah semua hal ini akan mulai terjadi. Lebih lanjut, semua itu akan terjadi secara tiba-tiba (1Tes. 5:3). Jika kita diperingatkan, maka kita juga bisa siap. Kesiapan ini mungkin melibatkan persiapan rohani dan jasmani.
Akhir bab 8
Baca bab-bab lain secara online: