PUBLIKASI MINISTRIES “A GRAIN OF WHEAT”
Oleh David W. Dyer
Diterjemahkan oleh L. Yunnita
Kita telah membicarakan tentang kembali berkuasanya Antikristus, tetapi tanda-tanda apa yang harus kita perhatikan? Bagaimana kita bisa mengetahui orang seperti itu ketika dia tiba di kancah dunia? Salah satu petunjuk utama adalah bahwa dia akan mengambil alih tiga negara. Ketika “tanduk kecil” muncul, tiga dari sepuluh tanduk lainnya tercabut (Dan. 7:8).
Sekarang kita tahu dengan jelas dari bagian dunia manakah Antikristus akan muncul. Juga telah ditunjukkan di mana letak kesepuluh negaranya berada. Jadi, yang harus kita cari adalah seorang individu yang tidak begitu penting yang bangkit untuk merebut kekuasaan di tiga negara di kawasan itu. Ini pertanda yang sangat penting. Perhatikanlah baik-baik!
Selanjutnya ada tujuh negara lain yang akan bergabung dengannya untuk membentuk aliansi sehingga jumlah keseluruhannya sepuluh negara. Negara-negara itu mungkin termasuk Libia dan Etiopia. Ada tertulis: “[...] orang Libia serta orang Etiopia akan mengikuti dia” (Dan. 11:43).
Sepuluh negara ini mungkin termasuk dalam sebagian besar daerah penghasil minyak di wilayah mereka. Ada kemungkinan, negara-negara ini adalah negara Muslim di mana beberapa di antaranya memiliki kapasitas nuklir. Ketika Anda melihat bersatunya hal-hal ini, maka hal tersebut merupakan tanda pasti bahwa akhir telah ada di depan kita.
Konfederasi sepuluh negara ini mungkin menjadi agak goyah. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, meskipun mungkin semua negara ini adalah negara Muslim, tetapi tidak semua Muslim setuju satu sama lain. Nyatanya, beberapa membenci yang lain dan bahkan berperang melawan mereka. Ada banyak sekte dan faksi Islam yang berbeda. Ini termasuk Syiah dan Sunni.
Meskipun tampaknya Antikristus akan mampu, melalui popularitas dan urapan setannya, untuk menyatukan negara dan kelompok ini, namun menjadi sebuah aliansi bukanlah suatu hal yang mudah.
Ada tertulis: “Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat. Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian. Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat” (Dan. 2:41-43).
Bagian yang menyebutkan bercampur oleh “perkawinan” ini dapat merujuk pada fakta bahwa meskipun pada akhirnya sepuluh negara ini akan bergabung bersama di bawah pemerintahan Antikristus, namun mereka tidak benar-benar saling menyukai. Jadi, meskipun Antikristus berhasil menyatukan sepuluh negara dan akhirnya menaklukkan dunia, kerajaannya akan rapuh dan tidak begitu bersatu.
Bagian lain dari gambaran yang harus kita perhatikan adalah bahwa ketika Antikristus bergabung bersama sepuluh bangsanya, dia tidak boleh melakukan ini dengan paksa. Dia akan “[...] datang merebut kedudukan raja dengan perbuatan-perbuatan licin” (Dan. 11:21). Entah bagaimana, dia nanti bisa mengambil kendali atas mereka tanpa perlawanan.
Sekali lagi, peristiwa dunia yang akan datang ini pasti merupakan sinyal penting bagi kita. Ini adalah kejadian yang harus kita perhatikan dengan saksama. Bersatunya kesepuluh negara Timur Tengah yang mungkin tanpa konfrontasi militer oleh satu individu tersebut adalah suatu tanda yang sangat penting.
Ketika Antikristus akhirnya berkuasa, kita harus segera menjalankan segala rencana yang telah Tuhan berikan kepada kita, jika itu belum terlaksana.
PERANG DENGAN MESIR
Peristiwa pengenal lain yang harus kita perhatikan adalah bahwa, setelah mengambil alih kesepuluh negara konfederasi tersebut, Antikristus akan mengalami konflik atau perang dengan Mesir. Mesir tidak akan bergabung dengan Antikristus. Dia tidak akan menjadi bagian dari kesepuluh negara itu. Pada kenyataannya nanti, Mesir akan menyerang Antikristus dan dikalahkan.
Ada tertulis: “Tetapi pada akhir zaman raja negeri Selatan [Mesir] akan berperang dengan dia, dan raja negeri Utara [Antikristus] itu akan menyerbunya dengan kereta dan orang-orang berkuda dan dengan banyak kapal; dan ia akan memasuki negeri-negeri, dan menggenangi dan meliputi semuanya seperti air bah” (Dan. 11:40).
Ada kemungkinan, kemenangan Antikristus atas Mesir adalah karena melibatkan senjata nuklir. Dugaan ini didasarkan pada fakta bahwa beberapa bagian Mesir tidak akan berpenghuni selama 40 tahun setelah peristiwa itu. Keadaan ini bisa jadi sebagai akibat jatuhnya nuklir serta kontaminasi nuklir.
Dalam Yehezkiel tertulis: “Sehingga tanah Mesir akan menjadi sunyi sepi dan menjadi reruntuhan … dan Aku akan membuat tanah Mesir menjadi reruntuhan dan menjadi sunyi sepi mulai dari Migdol sampai Siene, bahkan sampai perbatasan tanah Etiopia. Tidak seorang manusia pun akan melintasinya, bahkan seekor binatang pun tidak dan tanah itu tidak akan didiami selama empat puluh tahun” (Yeh. 29:9-11). Pada akhirnya, Antikristus tidak hanya berperang melawan Mesir saja, tetapi dia juga tampaknya memiliki beberapa konflik sebelumnya dengan Mesir. Perlu diingat bahwa pada saat ini, Mesir merupakan salah satu negara di dunia Arab yang masih melawan segala macam elemen Muslim radikal. Ini tidak berarti bahwa mereka bukan Muslim, tetapi mereka menentang elemen yang lebih radikal. Juga, Mesir telah menindak dan bahkan menganiaya beberapa peserta dalam “kebangkitan kembali” Muslim radikal baru-baru ini. Dia telah memenjarakan atau mengusir banyak pemimpin yang turut terlibat. Jadi, sangat mudah untuk dipercaya bahwa Antikristus dapat mencoba menghukum Mesir atas posisi dan tindakan ini. Jika tertarik, Anda dapat membaca Daniel 11:25-27 yang menjelaskan tentang beberapa peristiwa seputar perang ini.
Setelah kembali dari kekalahan pertamanya di Mesir, Antikristus juga tampak menyerang Israel. Penaklukan itu membuatnya menjadi sombong dan setelah itu, dia juga mencoba untuk mengalahkan orang Yahudi (Dan. 11:28). Mungkin setelah konflik ini dia akan membuat semacam kesepakatan dengan Israel yang kemudian dia langgar (Dan. 9:27).
Fakta menarik lainnya adalah bahwa pada ekspedisi lain melawan Mesir, “[...] kapal-kapal orang ‘Kitim’ [kata ini berarti daratan barat] melawan dia, sehingga hilanglah keberaniannya. Lalu pulanglah ia dengan hati mendendam terhadap Perjanjian Kudus” (Dan. 11:30). Kapal-kapal ini bisa berasal dari hampir semua tempat “barat” di Timur Tengah, termasuk AS atau sebagian Eropa.
Serangan terhadap Antikristus oleh kapal-kapal dari barat, bersama dengan fakta bahwa ia berperang dengan Mesir, menunjukkan bahwa pemerintahannya tidak “satu dunia” seperti yang diperkirakan banyak orang. Yang dia perintah secara langsung hanya sepuluh negara. Seluruh dunia akan bekerja sama dengannya dengan cara dipaksa untuk takluk.
Meski begitu, dominasinya terhadap dunia tidaklah berlaku total. Kembali dari perang terakhirnya dengan Mesir “pada saat akhir”, “[...] kabar-kabar dari sebelah timur dan dari sebelah utara akan mengejutkan hatinya, sehingga ia akan keluar dengan kegeraman yang besar untuk memusnahkan dan membinasakan banyak orang” (Dan. 11:44).
Mungkin penjelasannya adalah bahwa Rusia dapat menghasilkan cukup minyak untuk memenuhi kebutuhannya, maka ia tidak akan sepenuhnya tunduk pada Antikristus. Selain itu, Rusia memiliki banyak senjata nuklir dan tidak akan mudah menyerah kepada tokoh Timur Tengah mana pun.
Ada kemungkinan Rusia akan mengalami masalah karena situasi tersebut dan mulai mengancam akan melakukan tindakan tertentu. Inilah kemungkinan “berita dari timur dan utara”. Tentu dari jarak ini, kita tidak bisa tahu persis apa yang akan terjadi. Ini disebutkan hanya untuk menunjukkan bahwa Antikristus bukanlah penguasa absolut seluruh dunia. Dia juga akan mengalami kesulitannya.
DUDUK DI KUIL SEBAGAI TUHAN
Pada suatu waktu tertentu, Antikristus terlihat memasuki kuil Yahudi dan menyatakan dirinya sebagai Tuhan. Dalam 2 Tesalonika 2:4 tertulis bahwa dia “[...] duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah”.
Ayat ini telah menjadi subjek dari banyak spekulasi. Pada tulisan ini, tidak ada bait suci Yahudi di Yerusalem. Karena tidak ada bait suci, maka orang-orang telah membuat banyak tafsir yang fantastis untuk menjelaskan arti ayat ini.
Namun, kelihatannya sangat mungkin bangsa Israel akan membangun sebuah bait suci sebelum skenario akhir zaman yang telah kita bahas ini terjadi.
Namun, di mana bait suci ini akan dibangun dan bagaimana cara kerjanya tidak mungkin untuk diprediksi. Adanya tempat suci Muslim di tempat yang tampaknya merupakan situs kuil kuno tampaknya tak tertanggulangi. Namun, Tuhan memiliki sarana dan cara-Nya sendiri. Jika ini adalah kehendak-Nya, itu akan terjadi.
Besar kemungkinan tulisan suci ini mengandung penggenapan harfiah di sebuah bait suci Yahudi. Pembangunan fisik dari bait suci semacam itu bisa berlangsung dengan sangat cepat. Hal ini akan menjadi benar jika bahan-bahan sudah ditimbun seperti yang ditegaskan oleh banyak rumor Kristen.
AKHIR DARI ANTIKRISTUS
Akhirnya, Antikristus akan melakukan upaya terakhir untuk memusnahkan Israel dari peta sepenuhnya. Tampaknya dia akan meminta bantuan dari banyak negara untuk melakukan hal ini. Mungkin dia dapat meyakinkan mereka bahwa Israel adalah penyebab dari semua masalah minyak. Kalau mereka menyingkir, “emas hitam” bisa mengalir dengan bebas lagi. Jadi, dia meyakinkan banyak negara, mungkin termasuk Tiongkok dan India, untuk bergabung dengannya dalam menyerang Israel.
Dia dibantu oleh tiga roh jahat dalam merekrut pasukan lainnya “[...] dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis yang menyerupai katak. Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa” (Why. 16:13, 14).
Setelah menyeberangi sungai Efrat, yang akan dikeringkan terutama untuk peristiwa ini (Why. 16:12), jutaan pasukan yang luar biasa ini tiba di sebuah tempat bernama Megido. Ini adalah tempat yang disebut Harmagedon dalam Perjanjian Baru. Tampaknya tempat itu adalah area datar yang luas di dekat beberapa bukit di mana salah satunya berdiri reruntuhan kota bernama Megido.
Tempat itu yang juga disebut “kilangan besar, yaitu murka Allah” (Why. 14:19). Di sinilah Tuhan akan melaksanakan penghakiman-Nya terhadap mereka yang datang untuk menyerang Israel. Mungkin tempat ini telah disiapkan Tuhan untuk peristiwa ini ketika Dia menciptakan dunia (Mat. 21:33).
Ketika pasukan yang sangat besar ini tiba di sana, kita bisa membayangkan mereka lelah, haus, dan hanya ingin mendirikan tenda dan istirahat sebentar. Kita tidak tahu berapa lama mereka berkemah di sana, tetapi beberapa saat setelah mereka tiba, hujan mulai turun. Meskipun merasa jijik, tetapi mereka harus hidup di lumpur dan air.
Tetapi situasinya semakin buruk. Hujan semakin deras. Tidak lama kemudian hujan es pun turun. Petir mengerikan dan menakutkan. Hampir seperti berjalan di sepanjang tanah. Akhirnya, ukuran hujan es bertambah sampai berat setiap batu hujan es mencapai sekitar 100-200 pon (Why. 16:21).
Dengan hujan es inilah Yesus “memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa” (Why. 19:15). “Anggur” dalam hal ini adalah manusia yang tertimpa hujan batu hingga darahnya habis dalam jumlah yang sangat banyak sehingga mencapai kedalaman yang “tingginya sampai ke kekang kuda” dan mengalir sangat jauh (Why. 14:20).
Antikristus dan nabi palsu ditangkap hidup-hidup. Kemudian mereka dilemparkan ke dalam lautan api yang telah Tuhan persiapkan bagi iblis dan malaikat-malaikatnya (Why. 19:20; Mat. 25:41).
Jadi, Binatang itu akan mengakhiri pemerintahannya dengan memalukan, dikalahkan dan dihakimi pada saat kedatangan Kristus. Pasukannya dihancurkan dan dia menemui akhir hidupnya. Semua kesombongannya dalam melawan Tuhan Yesus telah berakhir. Pemberontakannya sudah berakhir. Kesalahannya tentang siapa Tuhan alam semesta yang sebenarnya telah disingkapkan sebagai kebohongan besar. Mereka yang berpihak padanya juga akan dipermalukan dan dihukum.
Akhir Bab 9
Baca bab-bab lain secara online: