PUBLIKASI MINISTRIES “A GRAIN OF WHEAT”
Oleh David W. Dyer
Diterjemahkan oleh L. Yunnita
Dalam tulisan suci, “perempuan” si Iblis atau pelacurnya, memiliki nama istimewa lain. Dalam nubuat nabi, perempuan ini disebut dengan nama “Babel”. Babel adalah seorang perempuan yang berpakaian indah. Perempuan ini juga berhiaskan permata dari batu-batu berharga, mutiara, dan emas. Selain itu, dia juga memiliki tata rias yang indah dan rambutnya ditata dengan profesional.
Perempuan ini menarik secara sensasional. Dia merupakan perwujudan dari semua hal-hal dan kesenangan hidup terbaik dan paling memikat yang ditawarkan dunia ini. Dia hanya punya satu tujuan, yaitu untuk merayu hati manusia agar menjauh dari Tuhan demi mendapatkan kekayaan dan kesenangan yang dunia ini tawarkan.
Kita dapat membaca tentang dia dalam Wahyu pasal 17. Tampaknya dia melakukan pekerjaannya dengan baik. Raja-raja di dunia merendahkan diri mereka dengan melakukan hubungan perzinaan dengannya dan penduduk dunia mabuk dengan kesenangan dan hal-hal yang dia tawarkan (ayat 2).
Mereka semua melakukan perzinaan dengannya. Hati mereka jauh dari Tuhan dan bukannya mencari hubungan kasih dengan Dia malah sebaliknya mereka mengejar kepuasan dengan Iblis sebagai penggantinya. Mereka semua ingin cepat-cepat mendapatkan dan menikmati segala sesuatu yang ditawarkan kerajaan Iblis.
Mengapa dia disebut “Babel”? Dia disebut Babel karena menurut Perjanjian Lama, Babel adalah lambang dari perilaku duniawi. Dia berada di tengah-tengah budaya yang bejat dan berdosa serta dipenuhi dengan berbagai bentuk kemewahan. Dia adalah tempat yang paling mewah, paling makmur, sekaligus paling kuat di dunia.
Segala sesuatu yang menjadi ciri khas dunia dan semua yang ditawarkannya terpusat di dalam dirinya, dunia berada di bawah pengaruh dan kekuatannya. Dia melambangkan keduniawian dan keberdosaan zaman itu. Oleh karena itu “Babel” menjadi simbol dari semua sensualitas, kenikmatan, dan dosa yang ditawarkan dunia ini.
Tentu saja sampai saat ini perempuan spiritual dan tidak bermoral ini masih ada. Pada kenyataannya, dia masih terlihat merajalela di dunia kita saat ini. Ada tertulis bahwa pelacur ini “duduk di tempat yang banyak airnya” (Why. 17:1). Hal ini berarti dia memiliki pengaruh yang luas, bahkan bisa mencapai seluruh dunia. Dikatakan bahwa “Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa” (Why. 17:15).
Di tangannya ada cawan emas. Cawan itu penuh dengan daya tariknya yang menggoda. Cawan tersebut dipenuhi dengan “percabulan” serta mewakili semua hal yang ditawarkan dunia ini. Dia menawarkan cawan itu kepada semua orang, membujuk mereka untuk datang dan meminumnya sampai indra mereka tumpul dan hati mereka ditujukan hanya untuk mencari hal-hal dari dunia ini. Banyak orang telah melahap “minuman” ini secepat mungkin, menyerahkan diri mereka sepenuhnya dalam hubungan perzinaan dengan wanita Iblis itu.
Anda juga akan menemukan bahwa di bagian mana pun di dunia ini, sebagian besar penduduk bangsa-bangsa telah mabuk oleh anggur ini. Mereka mengejar kesuksesan, kekayaan, kesenangan, dan semua yang ditawarkan dunia ini dengan sungguh-sungguh. Mereka ingin cepat-cepat bisa mendapatkan lebih banyak lagi dari segala sesuatu yang ditawarkan kerajaan Iblis ini.
Tipu daya dan tipu muslihat halus Setan yang menawarkan kepada setiap pria dan wanita sesuatu pengganti yang lebih menarik dari hubungan dengan Allah memang terbukti efektif! Sebagian besar orang, baik yang ada di dalam maupun di luar gereja, dengan penuh semangat berusaha untuk memuaskan keinginan duniawi mereka dengan memanjakan diri dengan berbagai kesenangan yang ditawarkan oleh “perempuan” ini. Mereka memang mabuk dengan anggur percabulannya.
Akibatnya, hati mereka menjadi jauh dari Tuhan. Perasaan mereka telah direbut dan dijerat oleh godaan-godaan Iblis.
Akhir bab 2
Baca bab-bab lain secara online: