A Grain Of Wheat Ministries

Membaca Online
Babel

UMAT-KU PERGILAH DARI PADANYA

Bab 6

Babel, buku oleh David W. Dyer

PUBLIKASI MINISTRIES “A GRAIN OF WHEAT”

Oleh David W. Dyer

DAFTAR ISI

Bab 1: SI PELACUR

Bab 2: BABEL

Bab 3: DARAH PARA MARTIR

Bab 4: BABEL SAAT INI

Bab 5: KEHANCURAN BABEL

Bab 6: UMAT-KU PERGILAH DARI PADANYA (Bab saat ini)

Bab 7: GEREJA KATOLIK ROMA



UMAT-KU PERGILAH DARI PADANYA

Konsekuensi dari serangan terhadap Babel, yang disebutkan dalam bab sebelumnya, sangat parah dan mematikan. Karena itu, Allah senantiasa memperingatkan umat-Nya untuk keluar dari tempat yang disebut Babel ini. Tuhan berkata: "Keluarlah dari Babel!” (Yes 48:20). Dan dia berkata lagi: “Larilah dari tengah-tengah Babel!” (Yer 50:8). Dia memperingatkan: "Larilah dari tengah-tengah Babel, hendaklah setiap orang menyelamatkan nyawanya!" (Yer 51:6).

Tuhan mendesak lebih lanjut: “Keluarlah dari tengah-tengahnya, hai umat-Ku! Hendaklah setiap orang menyelamatkan nyawanya dari murka TUHAN yang menyala-nyala itu!” (Yer 51:45). Akhirnya, Tuhan memperingatkan kita dengan suara dari surga yang mengatakan: "Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya” (Why 18:4).

Mungkin saja setelah serangan ini, beberapa penduduk Babel masih akan dapat melarikan diri. Mungkin jutaan orang akan selamat dari serangan ini. Beberapa dari mereka, karena tempat tinggalnya, mungkin dapat melintasi perbatasan atau melaut dan masih lolos dari dampak wabah dan kematian. Bagi mereka, Tuhan berfirman: "Kamu, orang-orang yang terluput dari pedang, pergilah, janganlah berhenti!” (Yer 51:50).

Ini berarti bahwa mereka yang selamat harus mengambil kesempatan yang ada untuk pergi dan terus berjalan sampai tiba di tempat yang aman. Hebatnya, bahkan setelah serangan semacam itu, beberapa orang masih enggan pergi! Tetapi Tuhan mendesak mereka untuk melakukannya demi kebaikan mereka sendiri.

MENINGGALKAN BABEL SPIRITUAL

Bagi sebagian orang, keluar dari Babel mungkin berarti meninggalkan tempat yang penuh kenyamanan dan kemakmuran. Tetapi tentu saja lebih daripada itu. Banyak orang Kristen yang tidak tinggal di Amerika Serikat, yang masih mencintai dunia. Mereka menghabiskan hidupnya untuk mengejar kesenangan sensual yang ditawarkan wanita iblis. Mereka melakukan perzinaan terhadap Tuhan mereka.

Hal itu membawa kita pada kebenaran berikut ini. SEMUA umat Allah harus keluar dari Babel! Mereka harus memiliki perubahan hati. Mereka benar-benar harus menghentikan nafsu mengejar dunia dan semua hal di dalamnya. Mereka harus segera mengakhiri hubungan zinanya dengan kerajaan musuh Allah.

Yakobus berkata: “Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa, dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati” (Yak 4:8). Di sini saudara kita berbicara kepada gereja. Dia mengungkap kondisi umum di antara kita.

Terlalu banyak yang menjalani kehidupan ganda. Mereka berselingkuh diam-diam (atau mungkin bukan rahasia) dengan pelacur. Mereka tampaknya hidup dan berpartisipasi dalam kerajaan Allah, dengan menjadi anggota suatu gereja atau organisasi lainnya, dan tampaknya melakukan kewajibannya dalam kelompok itu.

Tetapi dalam hati, mereka memiliki kekasih lain. Mereka mencintai dan mengejar hal-hal dunia ini. Mereka berguling-guling di tempat tidur dengan kesenangan dan pikatan dunia ini. Mereka melakukan perzinaan dengan pelacur.

Bagi sebagian orang, cinta ini adalah uang atau kesuksesan. Mereka menghabiskan banyak waktu dan bahkan lebih banyak waktu untuk memikirkan hidup dalam pengejaran uang. Alih-alih merenungkan firman Tuhan atau bersekutu dengan-Nya, pikiran mereka terus-menerus sibuk dengan bisnis, investasi, dan proyek mereka.

Waktu yang seharusnya didedikasikan untuk pasangan, anak-anak, dan melayani orang lain dalam nama Yesus, benar-benar disibukkan dengan urusan mereka. Hati mereka telah dirayu untuk menjauh dari Yesus.

Bagi yang lain, tuhan rahasianya adalah kecanduan olahraga. Mereka menghabiskan banyak uang untuk mengumpulkan perlengkapan yang menyangkut tim mereka. Mereka menghabiskan banyak waktu menonton TV untuk melihat siapa yang menang atau kalah, pergi menonton pertandingan dan terus membicarakan subjek tersebut dengan orang lain. Tuhan, keluarga, dan saudara-saudari lainnya menjadi nomor dua.

Yang lain terobsesi dengan selancar, memancing, atau hiburan lainnya. Waktu dan uang mereka juga didedikasikan untuk hiburan itu. Peralatan, majalah, dan pakaian baru yang terkait dengan tujuan itu adalah pengeluaran utama mereka. Yang benar-benar menarik perhatian, yang memberi energi, yang menarik hati adalah olahraga.

Beberapa suka berbelanja. Mereka terus mencari uang dan kesempatan untuk membeli baju baru atau barang lainnya. Yang lain selalu asyik dengan penampilan, sering pergi ke salon kecantikan, membeli busana terbaru, membeli semua jenis make up, membaca majalah tentang subjek itu, dan lain sebagainya. Yang lain selalu bersemangat dengan pesta, film baru, drama, pergi ke mal, dan berbagai jenis hiburan lainnya.

Yang lain selalu dalam hati bernafsu memiliki mobil baru, rumah yang lebih besar, dan lebih banyak uang di rekening bank mereka. Mereka menginginkan penampilan yang sukses. Mereka diam-diam senang, jika orang lain iri pada apa yang mereka miliki.

Ketika mengendarai mobil besar yang baru dan mahal, mereka membayangkan apa yang dipikirkan orang lain, dan dengan gembira menafsirkan pandangan orang lain sebagai suatu keirian. Ketika tampil di depan umum dengan pakaian dan perhiasan yang mahal, mereka berharap orang lain akan memperhatikan mereknya. Ini adalah tanda yang nyata bahwa mereka melakukan perzinaan dengan dunia.

Bahkan ada beberapa di gereja yang berkhotbah dan mengajar, tetapi tujuan rahasianya adalah mencari nama untuk diri mereka sendiri, menjadi kaya, atau membuat orang lain terkesan. Yang lain lagi memiliki pelayanan "ibadah", tetapi hati mereka terpecah. Meskipun mungkin memiliki keinginan untuk melayani, mereka juga menikmati perhatian, ketenaran, dan pujian yang datang dari apa yang mereka lakukan. Banyak yang menikmati perhatian dan rasa hormat yang didapatkan dari memiliki jabatan dan kedudukan dalam lembaga keagamaan, seperti "pendeta", "diakon", atau bahkan "rasul".

Meskipun hal-hal ini tampaknya adalah bagian dari gereja, pada kenyataannya itu adalah bagian dari dunia. Mereka yang mencari hal tersebut melakukan perzinaan dengan pelacur. Hati mereka tidak murni terhadap Tuhan dan tujuan-Nya, tetapi hanya menggunakan hal-hal dari Allah untuk memuaskan keinginan duniawi, keinginan jasmani akan ketenaran, perhatian, dan uang.

Ini hanyalah contoh kecil dari banyak hal yang merayu hati orang beriman agar menjauh dari Allah. Dunia ini menawarkan beragam pikatan untuk menarik hati mereka yang tidak waspada. Setan telah menjalani ribuan tahun untuk mempelajari perilaku dan keinginan umat manusia. Selama bertahun-tahun dia telah menyesuaikan tawarannya, sehingga dapat menarik sebanyak mungkin orang. Dia juga telah meningkatkan variasinya supaya semua orang dapat menemukan sesuatu yang mereka inginkan di kerajaannya.

Banyak orang beriman yang tergoda oleh dunia masih hidup dengan tampilan Kekristenan. Dapat diibaratkan, mereka masih hidup dengan suami rohani mereka, tetapi melakukan perzinaan dengan dunia. Hati mereka terlibat dengan kekasih yang lain.

Kepada orang-orang inilah Yakobus berbicara. Dia memperingatkan mereka untuk membersihkan hidup. Dia memanggil mereka untuk menyucikan hati dari hubungan perzinaan dengan dunia. Dia mendesak mereka untuk membuat keputusan yang mendalam dan sepenuh hati agar menghentikan nafsu terhadap dunia dan hal-hal di dalamnya, serta dengan sepenuh hati kembali kepada Tuhan.

Seperti yang telah kita lihat, Alkitab penuh dengan teguran dan peringatan kepada umat Allah untuk keluar dari Babel. Penghakiman Tuhan akan datang. Itu tidak hanya akan datang ke tempat yang menjadi lambang keduniawian, tetapi juga akan menimpa umat-Nya yang melakukan perzinaan dengan dunia. "Tuhan akan menghakimi umat-Nya" (Ibr 10:30).

Ada tertulis: "Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya” (Why 18:4). Jika kita menolak untuk bertobat dari perzinaan, keluar dari dunia, dan berhenti berbagi dalam dosa-dosanya, kita pasti akan "menerima malapetakanya".

Tentu saja, banyak yang akan mendebat: “Kita semua harus bekerja untuk mendapatkan uang. Kita semua harus membeli pakaian dan memakainya. Kita semua membutuhkan mobil dan rumah. Lagi pula, hiburan bukanlah dosa.”

Semua itu benar. Namun ada pertanyaan yang sangat penting. Di mana hati kita? Apa yang kita cintai dan kejar? Apa yang telah menyita waktu, perhatian, dan kasih sayang kita? Apakah kita seratus persen mengikuti Yesus? Atau adakah bagian dari hati kita yang melakukan perzinaan dengan dunia? Kita semua akan merenungkan pertanyaan-pertanyaan ini baik-baik.

Tulisan suci memperingatkan mereka yang hanya memiliki keterlibatan di dunia untuk tidak menyalahgunakan atau mempergunakannya (I Kor 7:31). Sama seperti orang yang menikah harus memiliki beberapa interaksi dengan orang lain yang bukan pasangannya, namun juga harus mempertahankan kesetiaannya, jadi, kita jelas harus memiliki interaksi dengan dunia, tetapi tidak membiarkan hati kita tergoda olehnya.

MENINGGALKAN BABEL FISIK

Bagi mereka yang tinggal di tempat yang telah diidentifikasi sebagai perwujudan "Babel" saat ini, satu-satunya cara untuk dapat pergi secara fisik adalah dengan terlebih dahulu meninggalkan dunia yang ada dalam hati. Selama hati Anda dikendalikan oleh kenyamanan, kemewahan, kemudahan, dan kekayaan, Anda tidak akan pernah bisa melepaskan tubuh Anda dari tempat yang menawarkan apa yang benar-benar diinginkan hati Anda.

Istri Lot adalah salah satunya. Dalam kasusnya, keengganannya untuk pergi, memaksa kedua malaikat untuk benar-benar menyeret Lot dan keluarganya agar menjauh dari kehancuran yang akan datang. Tetapi bahkan saat berangkat, dia menoleh ke belakang. Tubuhnya bergerak menjauh, tetapi hatinya masih ada di sana.

Maka, dia menoleh ke belakang dan "... menjadi tiang {atau patung} garam" (Kej 19:26). Kita masing-masing didesak untuk: “Ingatlah akan isteri Lot” (Luk 17:32). Ini adalah peringatan penting bagi kita semua.

Mereka yang tinggal di Babel harus pergi. Semua orang beriman yang saat ini hidup di Babel fisik harus menyediakan waktu yang nyata dan mendalam, di hadapan hadirat Allah dan membiarkan Dia memurnikan mereka dari semua hal yang akan menjauhkannya dari ketaatan pada-Nya.

Mereka harus membersihkan hati dari cinta terhadap dunia dan semua hal di dalamnya. Selanjutnya mereka harus mulai mengambil langkah untuk patuh pada apa yang dikatakan-Nya sekarang, hari ini. Ketika kita bertobat dari keterlibatan dengan dunia ini dan bergerak menuju tujuan Allah, Dia akan memimpin kita.

UMAT-KU PERGILAH DARI PADANYA

Mungkin sebagian orang yang membaca buku ini tinggal di, atau mengenal seseorang yang tinggal di, negara Babel yang mewah dan sensual yang telah digambarkan. Ada kemungkinan bahwa mereka telah melihat substansi apa yang membentuk pelacur besar dan menyadari bahwa mereka berada tepat di tengah-tengahnya.

Tetapi, sama seperti Lot di Sodom, mungkin mereka sangat aman di sana. Mereka memiliki kehidupan yang nyaman, aman, dan mudah. Gajinya bagus, standar hidupnya tinggi. Ada banyak barang-barang dari setiap deskripsi dan terjangkau. Makanan berlimpah, layanan publik dapat diandalkan, dan ada rasa keselamatan dan keamanan.

Rumah sakit, layanan kesehatan, obat-obatan, dan hal-hal lain semacam itu mudah dijangkau. Mungkin teman dan keluarga mereka ada di sana dan hidupnya luar biasa. Benar, seperti halnya Lot, mereka merasa terganggu dengan naiknya gelombang amoralitas dan kekotoran yang muncul tiap hari di sekitar mereka. Tetapi mungkin mereka hanya mematikan TV, mengangkat bahu, dan melanjutkan hidup.

Namun, jika tempat yang mereka tinggali adalah tempat yang sebenarnya dimaksud dalam Alkitab, jika siapa pun membuat rumah tepat di tengah-tengah Babel modern, maka suatu hari sesuatu akan terjadi. Suatu hari Yesus akan berkata: "Keluar!" Tak diragukan lagi Dia sudah mengatakannya saat ini.

Cukup jelas dalam kitab Wahyu bahwa Tuhan kita, yang harus kita taati, memberikan perintah yang jelas kepada anak-anak-Nya mengenai tempat yang disebut Babel. Dia berkata: "Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya” (Why 18:4). Di sini muncul hal yang sangat sulit. Sebenarnya, ini adalah kata yang sangat sulit untuk didengar sehingga kemungkinan sebagian besar umat Allah tidak akan dapat mendengarnya. Bayangkan bahwa pada suatu hari Tuhan mungkin memanggil seseorang untuk meninggalkan semua yang penting baginya. Untuk menyuruhnya meninggalkan rumah, teman, dan mungkin saudara, untuk meninggalkan kenyamanan dan keamanan pekerjaan serta lingkungannya, semua kekayaan dan barang yang telah dikumpulkan, lalu pergi ke suatu tempat di mana kehidupan menjadi kurang nyaman.

Apakah mereka akan pergi? Akankah mereka benar-benar mendengar perintah seperti itu dari Juru Selamatnya? Atau akankah mereka menemukan seribu satu alasan bahwa tidaklah mungkin itu Yesus yang berbicara kepada mereka?

Pendapat jujur saya adalah walaupun malaikat muncul di samping tempat tidur setiap orang beriman di Babel malam ini dan dengan jelas berbicara kepada mereka untuk bangkit dan pergi, hanya sedikit sekali yang akan benar-benar pergi.

Dua malaikat datang ke Sodom. Mereka dengan jelas mengucapkan firman Tuhan kepada Lot. Mereka mendesaknya untuk segera pergi dengan mengatakan: "... siapakah kaummu yang ada di sini lagi? Menantu atau anakmu laki-laki, anakmu perempuan, atau siapa saja kaummu di kota ini, bawalah mereka keluar dari tempat ini!" "Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anakmu yang ada di sini, supaya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini" (Kej 19:12,15).

Tetapi Lot begitu sulit mendengar kata ini. Dia merasa senang dan nyaman di tempat itu. Semua harta miliknya dan keluarganya ada di sana. Lingkungannya akrab dan, karenanya, dia merasa aman. Jadi, dia "bertahan". Dia sangat enggan untuk pergi dan dia sangat takut dengan apa yang akan ditemuinya "di pegunungan" (Kej 19:19).

Sebagian besar kerabatnya menolak untuk ikut bersamanya. Mereka mengira dia pasti bercanda (Kej 19:14) atau mungkin dia kehilangan akal. Akhirnya, hari penghakiman dimulai dan dia masih menunda. Akhirnya, para malaikat harus menyeretnya, bersama dengan istri dan putri-putrinya, ke tempat yang aman. Wah, betapa firman Tuhan masih berbicara kepada kita saat ini!

Dewasa ini begitu banyak umat Allah yang tinggal di Babel. Mereka merasa aman dan terjamin. Bukan hanya karena warganya banyak, tetapi Babel saat ini dipenuhi dengan jutaan emigran yang telah berkumpul di sana untuk ambil bagian dalam kemakmuran, kemudahan, dan keamanannya. Banyak dari mereka yang tinggal di sana makmur dan puas. Tetapi ada dua masalah serius. Tuhan memperingatkan tentang dua konsekuensi jika tetap berada di Babel.

Pertama, mereka mulai sedikit demi sedikit untuk “mengambil bagian dalam dosa-dosanya” (Why 18:4). Pengaruh amoralitas di tempat ini luar biasa besar. Penduduknya terus-menerus dibombardir, terutama melalui media, dengan segala jenis penyimpangan dan kenajisan.

Terus-menerus, bahkan tanpa menyadarinya, mereka menurunkan standar moralnya sendiri. Perlahan-lahan mereka dipengaruhi untuk mengadopsi nilai-nilai dunia di sekitar mereka. Bahkan lebih dari itu, anak-anak penghuni ini, sama seperti putri-putri Lot, sangat dipengaruhi oleh amoralitas yang merajalela.

Kedua, Allah memperingatkan mereka bahwa Dia akan menghakimi "kota" itu. Dia akan dihancurkan oleh "sampar", yaitu, "perkabungan dan kelaparan". “Dan ia akan dibakar dengan api, karena Tuhan Allah, yang menghakimi dia, adalah kuat" (Why 18:8). Allah memanggil umat-Nya untuk keluar dari Babel karena Dia akan menghakimi. Siapa pun yang tinggal di Babel harus menerima kenyataan ini dengan sangat serius.

Mari saya peringatkan dengan jelas: Tuhan tidak akan menunda hukuman atas Babel hanya karena beberapa orang beriman masih ada di sana. Jika mereka tidak menanggapi firman-Nya dan tidak mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menyingkirkan diri dari tempat itu, mereka akan menderita akibat yang mengerikan yang telah dinubuatkan Allah.

Jika Anda seorang imigran dan sekarang tinggal di Babel, saya ingin mendesak Anda: Pulanglah! Segera tinggalkan tempat itu dan kembalilah ke tempat asal Anda. Sekarang adalah waktunya untuk melikuidasi semua harta dan keluar. Jangan tunggu sampai terlambat.

Alkitab juga mengajarkan kepada kita bahwa ketika seseorang mulai mengambil langkah untuk meninggalkan Babel, mereka akan menjadi contoh yang akan diikuti orang lain. "Larilah dari tengah-tengah Babel, dari negeri orang-orang Kasdim! Keluarlah! Jadilah seperti kambing-kambing jantan yang mengepalai kawanannya” (Yer 50:8). Ketaatan juga akan membantu orang lain melihat apa yang juga bisa dan harus mereka lakukan.

DOSA SODOM

Sangat banyak orang beriman yang tinggal di Babel saat ini (atau bahkan mereka yang melihatnya dari luar) tidak mengerti mengapa Allah bahkan berpikir untuk menghakimi bangsa itu. Mereka melihat kemakmuran dan kenyamanan itu sebagai berkat dari Tuhan. Meskipun meningkatnya dosa di sekitarnya mengganggu, mereka tidak menganggap diri mereka berdosa. Mereka tidak dapat membayangkan bahwa gaya hidup "Kristen" yang mudah, makmur, dan berpusat pada diri sendiri, mungkin adalah sesuatu yang tidak disetujui oleh Allah.

Ketika membaca tentang Sodom dalam Perjanjian Lama, ada sesuatu yang sangat signifikan. Tuhan menyatakan dengan tepat apa dosanya. Bertentangan dengan apa yang mungkin kita pikirkan, Dia tidak menyebutkan banyak dosa seksual yang menyimpang. Meskipun dosa semacam itu tentu ada dan menjijikkan bagi-Nya, apa yang Tuhan sebutkan sebagai alasan penghakiman-Nya adalah sesuatu yang lain.

Dalam Yehezkiel 16:49 ada tertulis: “Lihat, inilah kesalahan Sodom, kakakmu yang termuda itu: kecongkakan, makanan yang berlimpah-limpah dan kesenangan hidup ada padanya dan pada anak-anaknya perempuan, tetapi ia tidak menolong orang-orang sengsara dan miskin.”

Ini sungguh menakjubkan! Dosa yang menghukum Sodom adalah "kesombongan", banyak makanan enak, dan banyak waktu luang. Inilah sebabnya mengapa Tuhan menghakiminya. Sebagian besar kita mungkin tidak melihat hal-hal itu sebagai sesuatu yang buruk. Bahkan, kita sering mencari hal tersebut.

Namun, dalam pikiran Allah ini merupakan pelanggaran besar bagi-Nya. Sodom memiliki banyak sekali kelimpahan, tetapi, menurut ayat ini, dia menghabiskannya untuk dirinya sendiri. Dia tidak menggunakan kemakmurannya untuk melayani mereka yang miskin dan membutuhkan.

Dalam Injil, Yesus mengajarkan kepada kita tentang apa yang menyedakkan firman-Nya dan membuatnya tidak berbuah dalam diri kita. Jika berbagai pesan dikumpulkan, ada empat hal mendasar yang disebutkan. Itu adalah: "kekuatiran dunia ini", "tipu daya kekayaan" (Mat 13:22), "keinginan-keinginan akan hal yang lain" (Mar 4:19), dan "kenikmatan hidup" (Luk 8:14). Keempat hal ini dapat dianggap sebagai definisi yang tepat bagi masyarakat Babel. Inilah yang oleh banyak orang disebut "impian Amerika".

Karena alasan itulah Allah akan menghakimi Babel. Dia telah memberinya begitu banyak, tetapi dia telah menghabiskannya untuk dirinya sendiri. Dia telah menggunakan berkat-berkat Tuhan untuk mencurahkan segala yang diinginkannya untuk dirinya sendiri, dan bukannya menggunakan sumber dayanya untuk menyebarkan Kerajaan Allah. Segera, Tuhan akan menghakimi bangsa itu karena caranya menggunakan apa yang Dia berikan kepadanya.

Tetapi sebelum peristiwa itu, Tuhan mendesak semua umat-Nya untuk melarikan diri demi kehidupan mereka. Dia memerintahkan mereka untuk keluar dari bangsa, budaya, dan masyarakat yang akan menderita atas murka-Nya. Kita semua sebaiknya mendengarkan suara-Nya.

NEGARA TUHAN

Serangkaian pemikiran lain yang mungkin menghalangi mereka untuk meninggalkan Babel adalah seperti ini: “Sepertinya Tuhan mencintai bangsa itu. Dia sangat memberkatinya. Ada banyak pria dan wanita Kristen yang baik di sana. Bagaimana mungkin Tuhan membiarkan negara itu dihancurkan?" Mungkin beberapa jawaban untuk itu dapat ditemukan dengan melihat lagi dalam Perjanjian Lama.

Tuhan memilih tanah Israel. Dia memimpin umat-Nya di sana. Itu adalah tanah yang subur, penuh dengan segala macam hal yang baik. Pada saat itu, sangat subur dan rimbun. Itu "berkelimpahan dengan susu dan madu".

Itu adalah tempat yang mudah dan nyaman untuk ditinggali. Tuhan memberkati umat-Nya di sana. Dia mengizinkan mereka untuk membangunkan-Nya bait suci di Yerusalem. Itu adalah tempat yang dipilih Allah, penuh dengan umat pilihan Allah yang menyembah di bait Allah yang unik di bumi.

Tetapi orang-orang itu menjadi tidak taat. Mereka menjadi berdosa, tidak bermoral, dan sombong. Karena semua fakta yang telah disebutkan di atas, mereka tidak pernah berpikir bahwa Allah akan menghakimi mereka atau menghancurkan tanah mereka. Namun Dia melakukannya. Dia melakukannya karena kefasikan penduduknya.

Dosa mereka menjadi begitu besar sehingga akhirnya Dia berpaling dan menghakimi mereka. Dia mengatur agar negara lain menyerbu dan benar-benar menghancurkan mereka. Babel masa kini tidak berbeda dan tidak akan diperlakukan secara berbeda dengan mereka.

Jadi, jika Babel modern membunuh jutaan bayi yang belum lahir tiap tahun. Jika mereka mengorbankan anak-anak ini di altar demi kenyamanan mereka sendiri.

Jika banyak yang secara rutin melakukan percabulan dan perzinaan, tidak sedikit yang memiliki pasangan berbeda tiap malam. Jika perceraian, yang dibenci Allah (Mal 2:16), tersebar luas, itu merupakan hasil dari keinginan orang serakah atas kepuasan instan.

Jika pornografi mewabah di internet, di TV, dan di tempat lain. Jika klub-klub striptis dan toko-toko seks bermunculan seperti jamur di mana-mana, terutama di "sabuk Injil" di selatan negara itu. Jika homoseksualitas makin umum dan terang-terangan. Jika sihir dan segala jenis praktik okultisme sedang meningkat, terutama di kalangan kaum muda.

Dan jika semua ini dan banyak dosa lainnya adalah sama biasanya atau bahkan lebih biasa di dalam "gereja" seperti di dunia di sekitar mereka, apakah Allah tidak akan menghakimi dia? Tentu saja Dia akan menghakiminya.

Jika dan ketika suatu bangsa yang tadinya diberkati Tuhan dan bahkan digunakan untuk tujuan-Nya sendiri, berpaling dari pada-Nya, Dia juga akan berpaling dari padanya dan menghakiminya.

Jika dan ketika penduduk telah memberikan hati mereka untuk mencari dan menyembah hal-hal di dunia yang jatuh ini, Dia akan menghakiminya. Jika dia, pada kenyataannya, melakukan perzinaan dengan wanita iblis yang tertutup oleh cat, murka Allah tidak bisa ditunda.

Sayangnya, hal-hal ini hanyalah bagian dari kehidupan orang-orang yang “pergi ke gereja”, seperti mereka yang tidak berpura-pura beragama.

MUNGKIN ANDA TIDAK TINGGAL DI BABEL

Mungkin sebagian dari pembaca memahami inti dari pesan ini. Anda melihat bagaimana cinta untuk dunia dan semua hal di dalamnya, termasuk kemewahan, keberlimpahan, dan kesenangan, semua bertentangan dengan kehendak Allah dan kerajaan-Nya.

Mungkin Anda dalam hati bahkan berduka bahwa dunia pada umumnya cenderung ke arah yang makin bebas dan mewah. Anda melihat dengan lebih jelas bagaimana mengejar hal-hal duniawi dapat menjauhkan hati manusia dari keintiman dengan Tuhan.

Tetapi, Anda berkata, “Saya tidak tinggal di tempat yang dijelaskan tadi. Kelihatannya tempat tinggal saya bukanlah Babel yang ada di Wahyu. Negara tempat tinggal saya tidak memenuhi ciri-ciri yang dibahas dalam buku ini." Misalnya, mungkin tempat yang Anda tinggali tidak memiliki pelabuhan. Mungkin kekayaan negara Anda tidak sesuai dengan apa yang jelas dimiliki oleh Babel dalam Alkitab. Mungkin kecenderungan duniawi dari roh Babel terhalang oleh kemiskinan, pertimbangan pemerintah, dll. Karena itu, Anda tidak perlu melarikan diri ke mana pun.

Namun masih ada beberapa pertanyaan kritis yang harus Anda pertimbangkan. Apakah Anda, sebagai anak Allah, mengejar hal-hal duniawi? Apakah hal-hal itu menarik dan mencengkeram hati Anda? Meskipun Anda tidak tinggal di Babel, apakah Anda berharap tinggal di sana?

Apakah anggur perzinaannya telah mencemari jiwa Anda sehingga menyebabkan Anda bernafsu terhadap semua kesenangan dan hal-hal yang ditawarkan dunia? Apakah pikiran dan waktu Anda dihabiskan untuk mengejar kesuksesan dan uang?

Jika demikian, maka diperlukan pertobatan yang mendalam. Diperlukan pemeriksaan hati yang tulus di hadapan Tuhan. Apa pun yang Dia ketahui dalam diri kita yang tidak terlebih dahulu mencari kerajaan-Nya dengan sepenuh hati, harus ditinggalkan.

Keterlibatan hati kita dengan hal-hal dunia ini adalah perzinaan rohani. Jika kita terjebak dalam hubungan yang kotor dan tidak bermoral ini, kita sangat membutuhkan pertobatan.

Penghakiman Allah akan segera datang pada tempat fisik yang disebut Babel. Tetapi, seperti yang telah disebutkan, ada kemungkinan bahwa penghakiman-Nya akan dilaksanakan kepada beberapa anak-anak-Nya yang tidak tinggal di Babel, tetapi yang melakukan perzinaan dengan si pelacur - kepada mereka yang mencintai dunia ini.

Kemungkinan ini muncul dari fakta bahwa Babel adalah pusat perdagangan dunia. Oleh karena itu, kehancurannya pasti akan berdampak pada keseimbangan di seluruh dunia. Banyak yang akan mengalami bencana keuangan karena kehancurannya. Mereka yang mengandalkan rekening bank dan investasi untuk keamanan akan menjadi yang pertama yang terkena dampak atas kejatuhan Babel.

Lebih jauh lagi, karena Binatang Buas yang akan datang mungkin akan mendapatkan pengaruh atas sistem keuangan dunia, maka mereka yang bergantung padanya akan mudah menjadi sasaran dan dianiaya.

Juga alkitabiah, dan karenanya pasti, bahwa Allah akan mengizinkan Manusia Berdosa yang akan datang untuk menganiaya gereja. Penghakiman ini bisa menimpa mereka yang tidak hidup dalam persekutuan intim dengan Yesus, tetapi yang hanya mengejar hal-hal dunia ini.

Itu karena orang-orang ini akan jauh lebih kesulitan untuk mendengar Tuhan sehingga tidak mengetahui apa yang harus dilakukan dan ke mana harus pergi ketika peristiwa akhir zaman mulai terjadi. Kurangnya komunikasi dengan Tuhan akan menghasilkan kerentanan pada mereka.

Sebagai tambahan dari gambaran ini adalah tulisan suci yang mengajarkan kepada kita bahwa penghakiman Allah akan dimulai dengan anak-anak-Nya sendiri, rumah-Nya sendiri. Ada tertulis dalam 1 Petrus 4:17: “Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri …” Tuhan akan menggunakan Antikristus untuk melaksanakan penghakiman-Nya di rumah-Nya sendiri. Selain menggunakannya untuk menghakimi Babel, tampaknya Dia juga akan menggunakannya untuk menghakimi bangsa-Nya sendiri. Ada tertulis: “Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka” (Why 13:7).

Lalu siapa yang “memberikan” kuasa ini kepada Antikristus? Pastilah Tuhan sendiri, karena Dialah satu-satunya yang bisa melakukan hal seperti itu. Alasannya pasti karena Dia akan menggunakan Binatang Buas yang akan datang itu untuk menguji dan menyucikan umat-Nya.

Karena itu, di hari-hari terakhir ini, setiap anak Allah harus mempererat hubungannya dengan Allah dan menjalankan kehendak-Nya di bumi. Hanya tinggal sedikit waktu yang tersisa. Kita tidak punya waktu untuk disia-siakan.

Setiap orang beriman yang berada dalam hubungan yang benar dengan Yesus harus mendedikasikan seluruh waktu, tenaga, dan uangnya untuk memberitakan Injil dan melayani orang lain. Daripada menggunakan bakat dan waktu kita untuk mengumpulkan kekayaan dan barang-barang, kita harus menginvestasikan apa yang kita miliki - sedikit ataupun banyak - untuk menjalankan pekerjaan kerajaan Allah. Dengan cara ini, dan hanya dengan cara ini, kita akan selamat dari hukuman-Nya ketika kita berdiri di hadapan-Nya.

Sekali lagi kita mendengar Tuhan berbicara kepada anak-anaknya: "Hai anakku, berikanlah hatimu kepadaku … Karena perempuan jalang adalah lobang yang dalam, dan perempuan asing adalah sumur yang sempit. Bahkan, seperti penyamun ia menghadang, dan memperbanyak pengkhianat di antara manusia” (Ams 23:26).

Akhir bab 6

Baca bab-bab lain secara online:

DAFTAR ISI

Bab 1: SI PELACUR

Bab 2: BABEL

Bab 3: DARAH PARA MARTIR

Bab 4: BABEL SAAT INI

Bab 5: KEHANCURAN BABEL

Bab 6: UMAT-KU PERGILAH DARI PADANYA (Bab saat ini)

Bab 7: GEREJA KATOLIK ROMA

We are always looking to offer books in more languages.


Want to help us by translating or proofreading books?

How to volunteer